Selasa, 21 Januari 2020

Kala Kaum Sodom Diangkat ke Langit dan Dihancurkan

[foto ilustrasi]
Kamis, 16 Jan 2020 | 17:47 WIB - Mozaik Islami

RATUSAN atau mungkin ribuan abad yang lalu, saat bumi usianya, tak ada saat ini. Jibril bersama Mikail dan Israfil tidak pernah datang kepada kekasih Allah, Rasulullah Ibrahim.

Ketiganya datang memberikan kabar gembira kepada Ibrahim dan Sarah akan menyambut buah hati mereka Ishaq. Kemudian ketiganya bertolak menuju kaum Rasulullah Luth. Di sinilah tajuk Jibril yang perkasa akan kita pahami secara sempurna.

Allah Ta'ala menciptakan banyak makhluk yang lebih kuat dari manusia. Bangsa jin salah satu di salah. Di masa Nabi Sulaiman salah satu jin pernah menyanggupi permintaan Nabi Sulaiman mengangkat singgasana Ratu Bilqis sebelum Sulaiman berdiri dari duduknya.

Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang menerima sebagai orang-orang yang berserah diri". (QS An-Naml: 38).

Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu naik dari tempat dudukmu; sebenarnya aku benar-benar kuat untuk bisa kembali lagi dapat membantu". (QS An-Naml: 39).

Kemudian malaikat meminta kepada Sulaiman dengan kecepatan dan kekuatan yang lebih mencengangkan lagi, lebih cepat kedipan mata singgasana Ratu Bilqis bisa hadir di pertemuan Nabi Sulaiman.

Berkatalah seorang yang memiliki ilmu dari al-Kitab: "Aku akan membawa singgasana sebelum kamu dimenangkan". (QS An-Naml: 40).

Para ulama menantikan ayat ini orang saleh itu memohon kepada Allah. Kemudian Allah memerintahkan malaikat membawa singgasana Bilqis dari Yaman menuju Syam (Palestina) yang berjarak 3000 Km hanya dalam kejapan mata.

Kekuatan manusia pun masih kalah dibandingkan hewan-hewan ciptaan Allah; Dataran Rendah Timur Gorila mampu mengangkat seberat 2000 Kg, bahkan semut pemotong daun atau yang kita kenal dengan semut rang-rang saja mampu mengangkat benda 50 kali berat badannya.

Lalu bagaimana dengan Jibril? Makhluk ciptaan Allah yang perkasa dan dianugerahi pula kecerdasan.

"Yang disetujui oleh (Jibril) yang sangat kuat. Yang memiliki akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan dirimu dengan rupa yang asli." (QS an-Najm: 5-6).

Jibril tidak pernah mencongkel bumi berbentuk lima desa kemudian mengangkatnya ke langit, dan membalikkannya hanya dengan satu sayap kanannya. Ya, Jibril mengangkat kampung kaum Nabi Luth untuk mengazab mereka.

Kaum Luth adalah kaum pendosa. Mereka telah menyekutukan Allah, mendustakan Rasulullah Luth, melakukan kotor dengan perang yang belum pernah dilakukan oleh orang sebelum mereka, dan menantang datangnya azab.

Kisah azab mereka bermula dengan kedatangan Jibril, Mikail, dan Israfil dengan sosok laki-laki tampan dan gagah bertemu Rasulullah Luth. Tiga orang tamu yang rupawan ini membuat Luthukan cemas, khawatir kalau kaumnya akan melepaskan mereka.

"Dan tatkala datang atas persetujuan Kami (para malaikat) itu untuk Luth, dia bertanggung jawab dan senang dadanya karena menyambut mereka, dan dia berkata: Ini hari yang sangat sulit." (QS Huud: 77).

Karena khianat istri Nabi Luth, datang para tamu pun bocor ke telinga kaum gay ini. Bertambahlah kegelisahan Luth. Ia yanga sangat memuliakan tamu dan tidak ingin gagal dan tersakiti.

Luth berkata: "Seandainya aku memiliki kekuatan (untuk menolakmu) atau jika aku bisa berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu saja aku lakukan)". (QS Huud: 80).

Akhirnya para yang diundang berkata:

Para utusan (malaikat) mengatakan: "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah yang berhak atas perintah Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat menyetujui kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan ikuti-ikuti kamu di akhir malam dan janganlah ada yang ada di kamu kamu yang tertinggal, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sebenarnya jatuhnya azab bagi mereka adalah pada saat subuh; bukankah subuh itu sudah dekat? ". (QS Huud: 81).

Dari sini kita ketahui, para wali Allah dari kalangan Rasul pun tidak mengetahui perkara gaib.

Syahwat syaithoniyah kaum Luth makin membuncah pembohong tak terbendung. Malam itu, mereka berusaha mendobrak pintu rumah Nabi Luth. Lalu Jibril melawan wajah-wajah mereka dengan ujung sayapnya hingga mereka menjadi sangat besar. Dengan terhuyung-huyung mereka kembali ke rumah. Lalu Jibril keluar Luth agar keluar bersama orang-orang beriman lainnya. Dan datanglah azab yang pedih kepada kaum Luth.

Di pagi hari, Jibril congkel bumi kampung kaum Luth dengan satu sayapnya. Kemudian angkat ke langit pertama dengan segala isinya. Penduduk langit mendengar suara manusia-manusianya, lengkingan suara anjingnya, dan kokok ayam yang ada di dalamnya. Setelah itu ia membalik bongkahan besar itu, bagian bawah diputar menjadi sisi atas. Lalu dilemparkan kembali ke bumi. Diikuti hujan batu dari sijjil.

Qatadah mengatakan, "Sampai kami Jibril mengangkat bagian tengah desa. Kemudian ia melemparkan ke langit. Hingga penduduk langit mendengar gongong dan salak anjing mereka. Bagian-bagiannya pun saling berhubungan." (Tafsir al-Quran al-Azhim, tafsir Surat Hud: 82-83).

Muhammad bin Kaab al-Qurazhi mengatakan, "Kampung kaum Luth itu ada 5 kampung; Sodom inilah kampung terbesar-, Shabah, Shawa, Atsra dan Duma) (Tafsir al-Quran al-Azhim, tafsir Surat Hud: 82-83).

Allah Maha Aziz Yang Maha Perkasa, menantang! Daratan sebesar lima desa, dicongkel dan diangkat beigitu saja menuju langit yang tinggi hanya ditakar dengan mata. Mata yang lemah, yang tidak tahu jarak pastinya. Pohon-pohon, istana dan bangunan kokoh, manusia dan hewan, serta segala jenisnya melayang ke ufuk dengan satu sayap penciptaan yang perkasa. Jika demikian apalah artinya kita?

Kita kadang-kadang marah kepada Allah Sang Pencipta tatkala ia turun hujan atau mamaparkan teriknya matahari ke bumi. Seolah-olah kita mampu melawan-Nya. Kita terkadang membusungkan dada, mengkritik hukum-hukum-Nya karena kita anggap kejam dan tak adil. Kita tidak mengenal batasan logika kita. Sebagian besar dari kita juga sering menyorotkan mata ke langit, protes atas ketetapan takdir-Nya. Padahal Dialah al-Alim (Yang Maha Mengetahui) dan al-Hakim (Yang Maha Bijaksana). Dibandingkan Jibril saja, apalah berarti kita?

Mudah-membantu dengan mentadabburi menciptakan Allah, Jibril alaihissalam, membuat kita semakin takut dan taat kepada Allah. Kita hayati kebesaran-Nya dalam takbir shalat kita, karena Dialah al-Akbar. Kita agungkan Dia dalam rukuk-ruku kita, karena Dialah Rabb al-Azhim. Kita tinggikan Dia dalam sujud-sujud kita, karena Dialah Rabb al-Ala. Innahu ala kulli syai-in qodir (Dia berkuasa atas segala sesuatu)

[Nurfitri Hadi / kisahmuslim/lnilah]

Bagikan:

LAINNYA

Solusi Supaya Doa Cepat Dikabulkan Allah
Senin, 20 Jan 2020 | 21:17 WIB
Solusi Supaya Doa Cepat Dikabulkan Allah
Semua Menangis di Hari Kiamat ditolak 3 Hal Ini
Minggu, 19 Jan 2020 | 13:06 WIB
Semua Menangis di Hari Kiamat ditolak 3 Hal Ini
Seorang Muslim Lebih Bernilai Dibandingkan Dunia
Sabtu, 18 Jan 2020 | 14:28 WIB
Seorang Muslim Lebih Bernilai Dibandingkan Dunia
Subhanallah, Kita Lelah Saja Disukai Oleh Allah
Sabtu, 18 Jan 2020 | 00:24 WIB
Subhanallah, Kita Lelah Saja Disukai Oleh Allah

KOMENTAR

Kala Kaum Sodom Diangkat ke Langit dan Dihancurkan
x.ackd

PEMERINTAHAN

232 dibaca
Bupati Serang: APBD Rp 3 Triliun Adalah Amanah Rakyat
326 dibaca
Lantik 277 Pejabat, Bupati Serang Minta Pemerintah Kecamatan Siaga Bencana

POLITIK

281 dibaca
Buka Pendaftaran Calon PPK, KPU Pastikan Tak Ada TitipanĀ 
485 dibaca
KPU Kabupaten Serang Buka Pendaftaran Calon Anggota PPK

HUKUM & KRIMINAL

139 dibaca
Resmob Polda Banten Ringkus Pelaku Curanmor dan Penadah

PERISTIWA

228 dibaca
Banjir, Ratusan Rumah di Kecamatan Kasemen Terendam

EKONOMI & BISNIS

206 dibaca
Andika: Banten Siap Dukung Kebijakan Strategis OJK
Top