Jumat, 26 April 2019

Kaidah Mencuci Pakaian agar Terjaga Kesuciannya

[foto ilustrasi]
Minggu, 10 Feb 2019 | 22:13 WIB - Mozaik Islami

INTI dari mencuci najis adalah menghilangkan zat najis itu dari benda suci yang sedang dicuci. Membersihkan najis di pakaian, berarti menghilangkan zat najis di pakaian. Ketika najis itu dalam bentuk cairan, bisa dihilangkan dengan cara disiram, sampai zat najisnya hilang. Kemudian, di sana ada pertimbangan, ketika pakaian yang najis dicampur dengan air dan pakaian yang suci, bisa dipastikan najis itu akan mencemari yang lainnya.

Oleh karena itu, idealnya, sebelum pakaian yang najis ini dicuci bersama pakaian yang suci, sebaiknya pakaian ini dibilas dulu secara terpisah. Untuk merontokkan najisnya. Setelah itu bisa dimasukkan ke mesin cuci, untuk dicuci bersama pakaian yang suci lainnya. Bagaimana jika langsung dicampur? Benda suci bisa berubah menjadi najis apabila benda itu terkena najis dan menyebabkan perubahan bau, rasa, atau warnanya. Karena itu, ketika pakaian najis dicuci bersama pakaian suci, di sana ada 2 kemungkinan:

(1) Airnya sedikit, sehingga menyebabkan kontaminasi najis
(2) Airnya banyak, sehingga semua najis bisa hilang dan tidak menempel di pakaian yang suci.

Imam Ibnu Baz mengatakan, "Apabila pakaian dicuci dengan cara dicampur (yang najis), dengan menggunakan air yang banyak, sehingga bisa menghilangkan semua bekas najis, dan tidak mengalami kontaminasi najis, maka semua pakaian dianggap suci. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam, Sesungguhnya air itu suci, dan tidak bisa berubah menjadi najis karena benda lain. (Hadis riwayat Ahmad, Abu Daud, Nasai, dan Turmudzi dengan sanad sahih)

Selanjutnya beliau mengingatkan, "Dan wajib bagi yang mencuci, hendaknya berusaha menggunakan air yang cukup, untuk mencuci dan membersihkan semuanya. Jika anda bisa memilah antara pakaian suci dan pakaian najis, maka yang lebih hati-hati, anda cuci pakaian najis disendirikan, dengan air yang cukup, sampai zat najisnya hilang, sehingga air untuk mencuci tetap suci, tidak berubah dengan najis."

Allahu waliyyut taufiq. Allahu a'lam. [Sumber: Majmu Fatawa, Ibnu Baz, 10/205/Ustaz Ammi Nur Baits/lnilah] 

Bagikan:

LAINNYA

Hai Muslimah! Hiasilah Dirimu dengan Rasa Malu
Jumat, 26 Apr 2019 | 12:02 WIB
Hai Muslimah! Hiasilah Dirimu dengan Rasa Malu
Manusia Terburuk Orang yang Mempersulit Keluarga
Jumat, 26 Apr 2019 | 11:57 WIB
Manusia Terburuk Orang yang Mempersulit Keluarga
Pekerjaan Paling Mulia di Mata Rasulullah
Kamis, 25 Apr 2019 | 21:06 WIB
Pekerjaan Paling Mulia di Mata Rasulullah
Perempuan tidak Boleh Pasrah Terhadap Masalah
Kamis, 25 Apr 2019 | 20:45 WIB
Perempuan tidak Boleh Pasrah Terhadap Masalah

KOMENTAR

Kaidah Mencuci Pakaian agar Terjaga Kesuciannya

PEMERINTAHAN

203 dibaca
Tatu Optimis Pemkab Serang Raih WTP Tanpa Catatan dari BPK RI
6828 dibaca
Soal Tiga Guru Dilantik jadi Pejabat, Gubernur WH: Apa, Apa?
5970 dibaca
Guru Diangkat jadi Pejabat, Ombudsman Sebut Melanggar SE MenPAN- RB

POLITIK

21749 dibaca
Akui Kalah di Banten, Ketua TKD Salahkan Masyarakat dan Kyai Ma'ruf
225 dibaca
Tunggu Hasil Resmi KPU, Andika: Kita Jaga Kondusifitas
202 dibaca
Gubernur Tunggu Rekomendasi KASN Soal Tiga ASN Dukung Calon DPD RI

HUKUM & KRIMINAL

194 dibaca
Polisi Tembak Dua Tersangka Perampok Spesialis Mini Market
127 dibaca
Dua Ribu Gram Sabu dari Jaringan Internasional Dimusnahkan
183 dibaca
Polda Selidiki Pemalsuan 80 SPBJ Palsu di Tangerang

PERISTIWA

1259 dibaca
Pertemuan Gubernur Banten dengan HMI Serang Tuai Kritikan
264 dibaca
Satu Petugas KPPS Meninggal Dunia, Bupati Serang Berduka
269 dibaca
Ricuh Saat Demo Gubernur, HMI Lapor ke Propam Polda Banten

EKONOMI & BISNIS

76 dibaca
Layani Pensiunan, Bank Banten Jalin Kemitraan dengan BPR Baturaja
186 dibaca
Bank Banten Dukung Layanan Samsat Nasional Modern Channel
Top