Senin, 15 April 2024

Jelang Pencoblosan, Panwaskab Kumpulkan Gakumdu

(Foto Istimewa)
Selasa, 31 Jan 2017 | 22:52 WIB - Pandeglang Politik

IB, Pandeglang-- Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Pandeglang mengumpulkan seluruh anggota Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) dari Kepolisian maupun Kejaksaan, di Kantor Panwaskab. Pemanggilan ini, berkaitan dengan persiapan pengawas menghadapi pemungutan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten pada tanggal 15 Februari 2017.

“Suhu politik diprediksi akan semakin meningkat menjelang hari pencoblosan. Hal itu seiring dengan pengalaman Panwaslu ketika Pemilu Serentak tahun 2015 lalu,” ungkap Ketua Panwaskab Pandeglang, Nana Subana di Pandeglang pada Selasa, 31 Januari 2017.

Apalagi sejauh ini ujar Nana, angka pelanggaran yang didapati Panwaskab tergolong rendah. Sehingga bukan tidak mungkin gejolaknya akan memanas ketika masa kampanye akan berakhir.

Selain itu, pertemuan yang digelar juga untuk meningkatkan konsolidasi antar lembaga. Mengingat dalam aturannya sekarang, setiap laporan yang diterima oleh Panwaslu, penyidik Kepolisian dan Kejaksaan juga harus ikut turun.

“Bahkan lebih dari itu, saat ini unsur yang ada di dalam Gakumdu juga bisa langsung terlibat untuk dalam proses pelanggaran pemilu seperti politik uang atau intimidasi, dengan menyita barang bukti hingga menjemput saksi,” ujarnya.

Nana menyebutkan, hingga saat ini pihaknya telah menangani 8 kasus pelanggaran yang didominasi oleh laporan pelanggaran Alat Peraga Kampanye (APK). 15 hari jelang pencoblosan lanjut Nana, Panwaskab akan mengintensifkan pengamanan, terutama berkaitan dengan persoalan distribusi logistik yang akan dimulai pada tanggal 6 Februari nanti.

“Ketaatan pihak penyelenggara ditingkat bawah, menjadi perhatian khusus oleh rekan-rekan pengawas. Karena seringkali, keteledoran dari Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), berujung pada penolakan saksi dari masing-masing Pasangan Calon ketika penghitungan suara,” ucapnya.

“Belum lagi mekanisme teknis saat pemungutan seperti penggunaan tinta juga tidak jarang luput dari perhatian. Oleh karenanya, Panwaskab menekankan kepada KPU agar memberi pemahaman yang optimal kepada petugas di bawah,” katanya.

Disisi lain, Panwaskab juga memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan pengawasan melalui pengawas kecamatan maupun pengawas TPS untuk memantau pelaksanaan pencoblosan. “Diharapkan, pelaksanaan Pemilu kali ini lebih baik dan berjalan dengan lancar,” tutur Nana.

Reporter: Ahmad Udi
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Jelang Pencoblosan, Panwaskab Kumpulkan Gakumdu

BERITA TERKAIT

aulmummc zf

INILAH SERANG

2239 dibaca
PDIP Usulkan Tatu-Pandji di Pilkada Kabupaten Serang 2020

HUKUM & KRIMINAL

2055 dibaca
Polres Pandeglang Bakal Proses Politik Uang di Pilkades

POLITIK

1331 dibaca
Dana Pengamanan Pilkada Buleleng Rp14 M, Jadi Laporan Penting ke Bupati Lebak
Top