Jumat, 27 November 2020

Jangan Sampai Salah, Ini Bedanya Rapid Test Antigen dan Antibodi

[Foto Cbs42.com]
Senin, 26 Okt 2020 | 16:02 WIB - Kesehatan

Masyarakat Indonesia selama ini hanya dikenalkan dengan beragam tes atau pemeriksaan Covid-19, seperti test swab dan rapid test. Tapi faktanya rapid test masih terbagi atas dua jenis, yakni rapid test antibodi dan rapid test antigen.

Seperti yang dinyatakan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. Ia  mengatakan bahwa Indonesia kemungkinan besar juga bisa menggunakan rapid test antigen, sesuai dengan rekomendasi dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia).

WHO sudah memberikan pengumuman bahwa pemeriksaan yang dilakukan dengan test antigen lebih akurat, dan akan memberikan alat test antigen sebanyak 120 juta kepada 133 negara yang memiliki pendapatan rendah dan kasus dengan jumlah terbanyak.

Perbedaan Rapid Test Antigen dan Antibodi

Jangan sampai membedakan antara rapid test antibodi dengan test antigen. Karena keduanya tentu memiliki perbedaan. Perbedaan itu pun dapat dilihat dari alur pemeriksaannya.

Alur pemeriksaan Rapid Test Antibodi Bila hasinya negatif

Bila hasilnya negatif maka akan diarahkan untuk menjalankan isolasi mandiri di rumah. Bila merasakan gejala semakin berat, selanjutnya harus dirujuk ke fasilitas kesehatan. Bila tidak merasakan gejala yang meningkat, maka dalam kurun waktu sepuluh hari kedepan, orang tersebut harus melakukan tes lagi.

Bila rapid tes ke dua ini tetap dinyatakan negatif maka bisa diidentifikasi bahwa gejala yang muncul bukan karena virus corona. Jika sebaliknya, maka harus menjalani swab test RT-PCR sebanyak dua kali.

Jika hasil dari swab test RT-PCR itu menunjukkan negatif, maka bisa diputuskan bahwa gejala yang ada bukan merupakan karena virus corona. Namun jika positif, akan dinyatakan sebagai pasien Covid-19.

Untuk pasien yang tidak menunjukkan gejala atau dengan gejala ringan, maka bisa mengisolasi mandiri di rumah. Bila gejala tergolong sedang, maka harus dirawat di rumah sakit darurat. Dan bila sudah tergolong gejala berat, maka harus dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19.

Bila hasilnya positif

zcv

                                                                                  (Foto Weillcornell.org)

Jika dilakukan rapid test antibodi menunjukkan hasil yang positif, maka akan segera diminta untuk mengikuti swab test RT-PCR sebanyak dua kali. Setelah swab test tersebut jika memiliki hasil yang negatif, maka dinyatakan bahwa tidak terinfeksi virus corona. Namun bagaimana jika setelah swab test RT-PCR hasilnya positif? Maka akan dinyatakan sebagai pasien Covid-19.

Bila gejala yang dirasakan tidak menunjukkan gejala atau gejala ringan, maka dapat mengisolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Bila tergolong gejala sedang, maka harus dirawat di rumah sakit darurat. Dan bila masuk dalam gejala yang berat, maka harus dirawat di rumah sakit yang menjadi rujukan Covid-19.

Alur pemeriksaan Rapid Test Antigen Bila hasilnya negatif

Bila dalam pemeriksaan Rapid Test Antigen memiliki hasil yang negatif, maka akan dianjurkan untuk mengisolasi diri di rumah. Jika gejala semakin berat, disarankan untuk langsung ke fasilitas kesehatan. Bila tidak ada gejala pada infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam 10 hari, maka harus melakukan rapid test antibodi.

Bila dalam rapid test antibodi itu menunjukkan hasil yang negatif, maka dapat diputuskan bahwa gejala yang dirasakan bukanlah Covid-19. Namun jika sebaliknya, maka dianjurkan untuk mengikuti swab test RT-PCR sebanyak dua kali.

Bila dalam swab test RT-PCR itu hasilnya negatif, maka bisa dinyatakan gejala yang dialami bukanlah virus corona. Namun jika hasilnya positif, maka dinyatakan sebagai pasien Covid-19, sehingga disarankan untuk isolasi mandiri bagi orang tanpa gejala maupun yang memiliki gejala ringan.

Bagi yang memiliki gejala sedang dianjurkan untuk dapat ke rumah sakit darurat. Namun jika gejala yang diderita adalah gejala berat, maka harus dirawat di rumah sakit rujukan covid-19.

Bila hasilnya positif

zxv

                                                                                 (Foto Weillcornell.org)

Bila saat rapid test antigen memiliki hasil yang positif, maka langsung diarahkan untuk swab test Realtime PCR. Jika dalam swab test tersebut menunjukkan hasil negatif, maka dinyatakan bahwa gejala yang diderita bukanlah covid-19. Namun jika sebaliknya, maka akan dinyatakan sebagai pasien Covid-19.

Bagi orang tanpa gejala atau gejala ringan dapat isolasi mandiri di rumah. Bagi yang memiliki gejala sedang dianjurkan untuk dapat dirawat di rumah sakit darurat. Namun bagi gejala berat, diharuskan untuk dirawat di Rumah Sakit rujukan covid-19. 

Bagaimana, sudah pahamkan perbedaan diantara keduanya? Jika ingin rapid test, baik rapid test antibodi maupun rapid test antigen, sekarang dengan mudah dapat menggunakan aplikasi Halodoc. Karena dengan aplikasi Halodoc, pendaftaran rapid test bisa melalui online sehingga tidak antri secara berkepanjangan.

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Jangan Sampai Salah, Ini Bedanya Rapid Test Antigen dan Antibodi

PEMERINTAHAN

149 dibaca
Jelang Nataru, TPID Kabupaten Serang Diminta Antisipasi Gejolak Harga
319 dibaca
Sekda Entus: DWP Kabupaten Serang Harus jadi Perekat Masyarakat

POLITIK

57 dibaca
Pjs Bupati Serang Optimis Target 75 Persen Partisipasi Pemilih Tercapai
59 dibaca
Apel Bersama Pangdam Siliwangi, Wagub Pastikan Pilkada di Banten Aman

HUKUM & KRIMINAL

27 dibaca
Staf Khusus Menteri KKP Turut Diciduk KPK
87 dibaca
Resmob Polres Serang Kota Tembak Satu Pelaku Curanmor

PERISTIWA

70 dibaca
Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK
74 dibaca
Di Wilayah Hukum Polres Serang, Spanduk dan Baligho Ilegal Diturunkan

EKONOMI & BISNIS

94 dibaca
Pemkab Serang Upayakan Empat BUMD Dapat Suntikan Dana
112 dibaca
Widih, Start up Kaesang Dapat Dana Rp 29 Miliar
Top