Kamis, 05 Agustus 2021

Jangan Lewatkan 2 Amalan Dahsyat di Bulan Dzulhijjah Ini

Ilustrasi/Net
Jumat, 16 Jul 2021 | 09:35 WIB - Mozaik Islami

BULAN Dzulhijjah sangatlah istimewa. Waktu dimana pahala dari amalan-amalan salih yang dikerjakan berbuah pahala berlipat ganda.

Dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada hari dimana suatu amal salih lebih dicintai Allah melebihi amal salih yang dilakukan di sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah, pen.).” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, termasuk lebih utama dari jihad fi sabilillah? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Termasuk lebih utama dibanding jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad), dan tidak ada satupun yang kembali (mati dan hartanya diambil musuh, pen.).” (HR. Bukhari, Ahmad, dan At-Turmudzi).

Dikutip dari artikel Ustaz Ammi nur Baits di konsultasisyariah.com, hadist di atas menunjukkan adanya anjuran untuk memperbanyak amal soleh selama 10 hari pertama dzulhijjah. Apapun bentuk amalnya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menentukan amal ibadah khusus selain takbiran dan puasa arafah.

Amalan-amalan Khusus

Pertama, Memperbanyak puasa di sembilan hari pertama.

Dianjurkan memperbanyak puasa di sembilan hari bulan Dzulhijjah. Dan ditekankan puasa hari arafah, tanggal 9 Dzulhijjah. Abu Qatadah radliallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“…puasa hari arafah, saya berharap kepada Allah agar menjadikan puasa ini sebagai penebus (dosa, pen.) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya..” (HR. Ahmad dan Muslim).

Dari Ummul Mukminin, Hafshah radliallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa asyura, sembilan hari pertama Dzulhijjah, dan tiga hari tiap bulan. (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Ahmad, dan disahihkan Al-Albani).

Kedua, Memperbanyak takbiran.

Lafadz takbiran, sama seperti umumnya takbiran yang kita kenal.

Takbiran pada bulan Dzulhijjah ada dua macam:

A. Takbiran yang bersifat mutlak (tidak terikat waktu)

Takbiran mutlak adalah takbiran yang dilakukan kapan saja dan dimana saja, selama masih dalam rentang waktu yang dibolehkan.

Takbir mutlak menjelang Idul Adha dimulai sejak tanggal 1 Dzulhijjah dan berakhir hingga waktu asar tanggal 13 Dzulhijjah. Selama tanggal 1 – 13 Dzulhijjah ini, kaum muslimin disyariatkan memperbanyak ucapan takbir di mana saja, kapan saja dan dalam kondisi apa saja. Boleh sambil berjalan, di kendaraan, bekerja, berdiri, duduk, ataupun berbaring. demikian pula, takbiran ini bisa dilakukan di rumah, jalan, kantor, sawah, pasar, lapangan, masjid, dst.

Anjuran takbiran selama tanggal 1 sampai 13 Zulhijah ini berdasarkan beberapa dalil berikut,

1. Firman Allah,

“…supaya mereka berzikir (menyebut) nama Allah pada hari yang telah ditentukan…” (QS. Al-Hajj: 28).

Kemudian di ayat lain, Allah juga berfirman,

“….Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang…” (QS. Al-Baqarah: 203).

Keterangan:

Ibn Abbas menafsirkan ayat ini dengan mengatakan:

“Yang dimaksud “hari yang telah ditentukan” adalah tanggal 1 – 10 Dzulhijjah, sedangkan maksud ”beberapa hari yang berbilang” adalah hari tasyriq, tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. (Al-Bukhari secara Mua’alaq, Bab: Keutamaan beramal di hari tasyriq).

2. Hadis dari Abdullah bin Umar , bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada amal yang dilakukan di hari yang lebih agung dan lebih dicintai Allah melebihi amal yang dilakukan pada tanggal 1 – 10 Dzulhijjah. Oleh karena itu, perbanyaklah membaca tahlil, takbir, dan tahmid pada hari itu.” (HR. Ahmad dan Sanadnya dishahihkan Syekh Ahmad Syakir).

3. Praktek beberapa sahabat,

“Dulu Ibn Umar dan Abu Hurairah pergi ke pasar pada tanggal 1 – 10 Dzulhijjah. Mereka berdua mengucapkan kalimat takbir kemudian orang-orang pun bertakbir disebabkan mendengar takbir mereka berdua.” (HR. Bukhari secara muallaq, Bab: Keutamaan beramal di hari tasyriq).

B. Takbiran yang terikat waktu (Takbir Muqayyad)

Takbiran yang terikat waktu adalah takbiran yang dilaksanakan setiap selesai melaksanakan salat wajib. Takbiran ini dimulai sejak setelah shalat subuh tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah shalat asar tanggal 13 Dzulhijjah. Berikut beberapa dalil yang menunjukkan anjuran takbiran ini,

1. Riwayat dari Umar bin Khattab radliallahu ‘anhu,

Bahwa Umar dulu bertakbir setelah salat subuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah zuhur pada tanggal 13 Dzulhijjah. (Ibnu Abi Syaibah dan Al-Baihaqi dan sanadnya disahihkan al-Albani).[lnilahkoran]

Referensi: https://konsultasisyariah.com/8233-amalan-bulan-dzulhijjah.html

Bagikan:

KOMENTAR

Jangan Lewatkan 2 Amalan Dahsyat di Bulan Dzulhijjah Ini

INILAH SERANG

51 dibaca
Kapolda Banten Lantik Pejabat Utama dan Kapolres
132 dibaca
Polres Serang Tangkap Dua Pembunuh Wanita yang Jasadnya Ditimbun Pasir
132 dibaca
Pilkades Serentak di Kabupaten Serang Ditunda sampai Batas Waktu yang Belum Ditentukan

HUKUM & KRIMINAL

132 dibaca
Polres Serang Tangkap Dua Pembunuh Wanita yang Jasadnya Ditimbun Pasir
330 dibaca
Pengedar Obat Dicokok Polres Serang saat Rebahan di Rumahnya
256 dibaca
Pengedar Obat Terlarang Diringkus Saat Menunggu Pelanggan

POLITIK

132 dibaca
Pilkades Serentak di Kabupaten Serang Ditunda sampai Batas Waktu yang Belum Dite...
221 dibaca
PPKM Diperpanjang, Ini Kata Wabup Serang Soal Pilkades Serentak
487 dibaca
Dijadwal Ulang, Pilkades Serentak di Kabupaten Serang Digelar 8 Agustus

PENDIDIKAN

783 dibaca
Webinar STIE, Mufti Ali: Banten Punya Sejarah Panjang Strategi Ekonomi di Masa K...
1334 dibaca
Andika: Data BPS Menunjukkan Kualitas Pendidikan Penduduk Banten Meningkat
Top