Sabtu, 30 Mei 2020

Jamsosratu Dinilai Berhasil, Dinsos NTB Belajar ke Dinsos Banten

Kadinsos Provinsi NTB Ahsanul Khalik didampingi Kadinsos Banten, Nurhana saat diwawancarai wartawan di Kantor Dinsos KP3B Curug Kota Serang pada Selasa, 30 April 2019. [Foto InilahBanten]
Selasa, 30 Apr 2019 | 17:49 WIB - Banten Pemerintahan

lBC, Serang – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Ahsanul Khalik beserta jajaran menilai program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yakni Jaminan Sosial Rakyat Banten bersatu atau Jamsosratu berhasil. Atas penilaian keberhasilan tersebut, pihak Pemprov NTB melalui Dinsos akan mengaplikasikan program tersebut.

Hal itu diungkapkan, Ahsanul Khalik, usai berdiskusi di aula Dinsos Banten Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug Kota Serang pada Selasa, 30 April 2019 dalam rangka kunjungan kerja untuk mempelajari proses program Jamsosratu. Mereka diterima langsung oleh Kepala Dinsos Banten, Nurhana dan Kepala Seksi (Kasi) Jaminan Sosial Keluarga (Jamsoskel), Budi Darma.

“Tujuan datang ke Dinsos Banten dalam rangka belajar lebih detail tentang program jamsosratu yang sudah di gagas oleh Pemprov Banten sekitar enam tahun, yang menurut kami bisa kita replikasi juga di NTB dalam rangka penanganan masyarakyat miskin kita,”ungkapnya.

Ahsanul Khalik menyebutkan, jika di Provinsi NTB jumlah masyarakat miskin masih sangat tinggi masih jauh di atas rata-rata nasional sekitar 14, 63 persen dari jumlah penduduk. Artinya, kemudian program-program yang yang dilihat di daerah lain berhasil seperti yang di Banten ini, kenapa tidak dilakukan juga di NTB.

“Dalam rangka itu tentu kami mempelajari seperti apa rancangan awalnya, kemudian proses perencanaanya, dan juga proses melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan program jamsosratu ini. Termasuk bagaimana peran Dinsos Banten secara lebih detailnya dalam penanganan program ini,”ujarnya.

“Kita mau lebih tahu itu. Tadi kami sudah diberi penjelasan oleh Ibu kadis. Insya Allah bisa kita adopsi di NTB dan sesuatu yang luar biasa saya pikir  perhatian kepada masyarakat miskin, sebuah investasi sosial. Karena kita memang jarang memperhatikan investasi sosial, kalau fisik sudah biasa,”papar Ahsanul Khalik.

Dia juga menyebutkan, program pemerintah pusat yakni Program Keluarga Harapan (PKH) baru Banten yang mereplikasinya atau yang melakukannya. “Dan NTB juga bisa melakukan itu,”ujar dia.

Ahsanul Khalik memaparkan, replikasi PKH di Banten yakni Jamsosratu berbicara kelebihannya adalah dengan pendekatan keluarga untuk menyelesaikan masalah kemiskian dari masalah keluaraga. “Itu yang di intervensi Jamsosratu,”ujarnya.

Misalnya, jelas Ahsanul Khalik, ada anak yang tidak sekolah karena tidak adanya biaya maka Jamsosrati intervensi. Orang hamil perlu diobati atau pemeriksaan, nah itu juga Jamsosratu intervensi. “Itu sangat penting, di NTB bisa mengatasi stunting, gizi buruk, kesehatan dan mencegah pernikahan dini,”urainya. Seraya menambahkan, jika di Dinsos Banten Jamsosratu, sedangkan Dinsos NTB akan memberikan nama program Sasambo Gemilang sebagai replikasi PKH.

Sementara Kepala Dinsos Banten Nurhana mengaku sebuah kebanggaan Banten menjadi tempat belajar. “Ini merupakan kebanggaan. Memang perlu saya sampaikan bahwa program replikasi PKH yakni Jamsosratu baru Banten yang punya. Kedua ini sudah terbukti program Jamsoratu bisa membantu menurunkan angka kemiskinan,”ujarnya.

Yang paling utama, lanjut Nurhana, Pemprov Banten patut berbangga karena tidak semua daerah bisa untuk di jadikan tempat belajar. “Ini sudah di akui, program (jamsoratu) di Banten sangat luar biasa,”katanya.

Oleh karena itu, Nurhana mengajak kepada Dinsos NTB untuk memperbanyak program pengentasan kemiskinan. Artinya, masyarakat miskin dengan mendapatkan program Jamsosratu bisa langsung kaya, tapi sebuah investasi sosial. “Minimal bisa mengurangi kemiskian turun temurun,”ujarnya.

Akan tetapi, perlu diperhatikan juga oleh pihak Dinsos NTB jika akan mengaplikasikan Jamsosratu dalam membuat regulasi itu harus sesuai aturan yang ada. “Alhamdulillah (kalua) bansos jamsoratu sudah di audit oleh BPK. Dan yang paling utama, harus mengutamakan data penerima bantuan karena itu awal yang perlu diperhatikan,”tutur Nurhana.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Khaerunnisa
Bagikan:

KOMENTAR

Jamsosratu Dinilai Berhasil, Dinsos NTB Belajar ke Dinsos Banten

PEMERINTAHAN

148 dibaca
Pakai Protokol Kesehatan, Pemkab Serang Gelar Halabihalal Terbatas
550 dibaca
Pemkab Serang Bentuk Satgas Ketahanan Pangan Daerah

POLITIK

1083 dibaca
DPP Serahkan ke DPD Gerindra Banten Tentukan Balon Kada
1175 dibaca
PDIP Usulkan Tatu-Pandji di Pilkada Kabupaten Serang 2020

HUKUM & KRIMINAL

86 dibaca
Salah Sasaran, Warga Tanara Kena Bacok
67 dibaca
Kantongi Sabu, Seorang Pemuda di Cilegon Diciduk Polisi

PERISTIWA

74 dibaca
Diduga Stres, Mahasiswi Bina Bangsa Gantung Diri
510 dibaca
Warga Curug Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai

EKONOMI & BISNIS

480 dibaca
Sekretaris Bapenda: Bank Banten Gagal Bayar Disebabkan Utang ASN dan DPRD
559 dibaca
Bupati Serang Sebut Bantuan Beras Harus Serap Petani Lokal
Top