Selasa, 23 Juli 2019

Jamsosratu Dinilai Berhasil, Dinsos NTB Belajar ke Dinsos Banten

Kadinsos Provinsi NTB Ahsanul Khalik didampingi Kadinsos Banten, Nurhana saat diwawancarai wartawan di Kantor Dinsos KP3B Curug Kota Serang pada Selasa, 30 April 2019. [Foto InilahBanten]
Selasa, 30 Apr 2019 | 17:49 WIB - Banten Pemerintahan

lBC, Serang – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Ahsanul Khalik beserta jajaran menilai program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yakni Jaminan Sosial Rakyat Banten bersatu atau Jamsosratu berhasil. Atas penilaian keberhasilan tersebut, pihak Pemprov NTB melalui Dinsos akan mengaplikasikan program tersebut.

Hal itu diungkapkan, Ahsanul Khalik, usai berdiskusi di aula Dinsos Banten Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug Kota Serang pada Selasa, 30 April 2019 dalam rangka kunjungan kerja untuk mempelajari proses program Jamsosratu. Mereka diterima langsung oleh Kepala Dinsos Banten, Nurhana dan Kepala Seksi (Kasi) Jaminan Sosial Keluarga (Jamsoskel), Budi Darma.

“Tujuan datang ke Dinsos Banten dalam rangka belajar lebih detail tentang program jamsosratu yang sudah di gagas oleh Pemprov Banten sekitar enam tahun, yang menurut kami bisa kita replikasi juga di NTB dalam rangka penanganan masyarakyat miskin kita,”ungkapnya.

Ahsanul Khalik menyebutkan, jika di Provinsi NTB jumlah masyarakat miskin masih sangat tinggi masih jauh di atas rata-rata nasional sekitar 14, 63 persen dari jumlah penduduk. Artinya, kemudian program-program yang yang dilihat di daerah lain berhasil seperti yang di Banten ini, kenapa tidak dilakukan juga di NTB.

“Dalam rangka itu tentu kami mempelajari seperti apa rancangan awalnya, kemudian proses perencanaanya, dan juga proses melakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan program jamsosratu ini. Termasuk bagaimana peran Dinsos Banten secara lebih detailnya dalam penanganan program ini,”ujarnya.

“Kita mau lebih tahu itu. Tadi kami sudah diberi penjelasan oleh Ibu kadis. Insya Allah bisa kita adopsi di NTB dan sesuatu yang luar biasa saya pikir  perhatian kepada masyarakat miskin, sebuah investasi sosial. Karena kita memang jarang memperhatikan investasi sosial, kalau fisik sudah biasa,”papar Ahsanul Khalik.

Dia juga menyebutkan, program pemerintah pusat yakni Program Keluarga Harapan (PKH) baru Banten yang mereplikasinya atau yang melakukannya. “Dan NTB juga bisa melakukan itu,”ujar dia.

Ahsanul Khalik memaparkan, replikasi PKH di Banten yakni Jamsosratu berbicara kelebihannya adalah dengan pendekatan keluarga untuk menyelesaikan masalah kemiskian dari masalah keluaraga. “Itu yang di intervensi Jamsosratu,”ujarnya.

Misalnya, jelas Ahsanul Khalik, ada anak yang tidak sekolah karena tidak adanya biaya maka Jamsosrati intervensi. Orang hamil perlu diobati atau pemeriksaan, nah itu juga Jamsosratu intervensi. “Itu sangat penting, di NTB bisa mengatasi stunting, gizi buruk, kesehatan dan mencegah pernikahan dini,”urainya. Seraya menambahkan, jika di Dinsos Banten Jamsosratu, sedangkan Dinsos NTB akan memberikan nama program Sasambo Gemilang sebagai replikasi PKH.

Sementara Kepala Dinsos Banten Nurhana mengaku sebuah kebanggaan Banten menjadi tempat belajar. “Ini merupakan kebanggaan. Memang perlu saya sampaikan bahwa program replikasi PKH yakni Jamsosratu baru Banten yang punya. Kedua ini sudah terbukti program Jamsoratu bisa membantu menurunkan angka kemiskinan,”ujarnya.

Yang paling utama, lanjut Nurhana, Pemprov Banten patut berbangga karena tidak semua daerah bisa untuk di jadikan tempat belajar. “Ini sudah di akui, program (jamsoratu) di Banten sangat luar biasa,”katanya.

Oleh karena itu, Nurhana mengajak kepada Dinsos NTB untuk memperbanyak program pengentasan kemiskinan. Artinya, masyarakat miskin dengan mendapatkan program Jamsosratu bisa langsung kaya, tapi sebuah investasi sosial. “Minimal bisa mengurangi kemiskian turun temurun,”ujarnya.

Akan tetapi, perlu diperhatikan juga oleh pihak Dinsos NTB jika akan mengaplikasikan Jamsosratu dalam membuat regulasi itu harus sesuai aturan yang ada. “Alhamdulillah (kalua) bansos jamsoratu sudah di audit oleh BPK. Dan yang paling utama, harus mengutamakan data penerima bantuan karena itu awal yang perlu diperhatikan,”tutur Nurhana.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Khaerunnisa
Bagikan:

KOMENTAR

Jamsosratu Dinilai Berhasil, Dinsos NTB Belajar ke Dinsos Banten

PEMERINTAHAN

697 dibaca
Silpa APBD Kabupaten Serang TA 2018 Capai Rp403 Miliar
1849 dibaca
Dinilai Sukses, Bupati Minsel Belajar Kelola BUMD ke Bupati Serang
1712 dibaca
Pemkab Serang Terapkan Sistem Berbasis Elektronik

POLITIK

892 dibaca
Tak Penuhi Kuorum, Paripurna DPRD Kabupaten Serang Batal Digelar
1939 dibaca
Pilkada Serentak 2020, Golkar Banten Prioritaskan Usung Kader
1780 dibaca
Eks Relawan Sebut Kepemimpinan WH–Andika Bergaya Otoriter

HUKUM & KRIMINAL

108 dibaca
Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak Alami Peningkatan
2414 dibaca
Orang Tua Kades di Kecamatan Ciruas Dibacok
1466 dibaca
Tiga Pelaku Curas Biasa Aksi di Wilayah KP3B Diringkus

PERISTIWA

1882 dibaca
Bupati Serang: TMMD Bangkitkan Budaya Gotong Royong di Masyarakat 
1959 dibaca
Diduga Terlibat Jual Aset Negara, Kejari Didesak Usut Walikota Serang
1735 dibaca
Peringati HANI 2019, Bupati Serang Canangkan Program Bersih dan Aman

EKONOMI & BISNIS

70 dibaca
Capai Target, Investasi di Kabupaten Serang Serap 1.152 Tenaga Kerja
439 dibaca
Soal Pasir Laut, Bupati Tatu Minta Kajian Tim Ahli Dipublikasikan
Top