Jumat, 30 Oktober 2020

Jalan di Walantaka Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang

Kondisi Jalan Turus Mayabon, Kampung Lipatik,Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Walantaka, Kota Serang. (Foto Den/lnilahBanten)
Rabu, 21 Feb 2018 | 21:09 WIB - Serang Peristiwa

lBC, Serang – Jalan Turus Mayabon, Kampung Lipatik,Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Walantaka, Kota Serang rusak parah. Sebagai bentuk kekecewaan, warga menanam pohon pisang sebagai bentuk aspirasi keluhan masyarakat terhadap pemerintahan yang sedang berjalan saat ini.

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Serang yang dimulai tahun ini, masyarakat kecewa terhadap Pemerintah Kota Serang yang dianggap terlalu fokus kepada Pilwalkot, dibandingkan menata infrastruktur di Ibukota Provinsi Banten.

Jalan berlubang ini di musim hujan nampak seperti kubangan. Oleh warga kemudian ditanami pohon pisang. Tampak juga boneka kayu yang mengenakan helm hitam dan kain putih, di bagian dada boneka terdapat karton bertuliskan ‘Pemkot Sibuk Pilkada’.

Di kubangan jalan lainnya, terdapat pohon pisang juga yang digantungi kertas karton bertuliskan ‘Pemkot Mikirin Pilkada, Jalan Rusak Kaya Empang’. Pohon pisang itu diletakan juga kursi bekas.

Pantauan InilahBanten, sekira pukul 10:00 WIB, Rabu 21 Februari 2018 kendaraan roda dua dan roda empat sering melintasi jalan rusak ini. Seperti sepeda, motor, mini bus, truk hingga mobil berplat merah juga terlihat melewati jalan penghubung menuju Polda Banten. Hampir di sepanjang jalan ini pun terdapat lubang-lubang kecil yang menganga.

Wawan (35 tahun), Warga Kampung Lipatik, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Walantaka, Kota Serang mengeluhkan jalan yang rusak dan digenangi air lumpur ini. “Ditanami pohon pisang ini kemarin sore. Jam dua. Padahal ini jalan banyak yang lewat. Orang-orang penting (pejabat-red) pada lewat. Masa lihat jalan rusak begini nggak keliatan,” kata dia saat ditemui di depan rumahnya, Kecamatan Walantaka, Kota Serang pada Rabu, 21 Februari 2018.

Menurutnya, Pemerintah Kota Serang ini terlalu sibuk memikirkan Pilkada. Sehingga mengesampingkan tugas melayani masyarakat seperti memperbaiki jalan rusak. “Ini jalan rusak dibiarin, nggak diperbaiki. Jalan kampung saja pada bagus, masa jalan ramai kaya begini rusak,” terangnya.

Pernah diperbaiki tahun lalu, sayangnya jalan alternatif ini rusak kembali. Bahkan, kata Wawan, saat musim hujan, jalan yang berlubang ini terus digenangi air bekas hujan. Tak jarang akan menggenangi pelataran rumahnya tepat di depan jalan yang ditanami pohon oleh warga ini.

Saat ingin konfirmasi ke Kepala Kelurahan Tegal Sari, kata Staf Kelurahan Tegalsari yang tidak mau disebutkan namanya kepada Radar Banten Online, lurah setempat sedang persiapan Umroh sehingga tidak ada di kantor kelurahan.

Ia sempat mengatakan, jalan tersebut masuk pada kewenangan Provinsi. Tetapi pemeliharaannya tetap berada pada kewenangan Pemerintah Kota Serang.

“Sempat diperbaiki beberapa bulan lalu. Cuman ditambal sulam. Paling satu dua minggu rusak lagi. Karena kan musim hujan begini, ya rusak lagi,” tuturnya.

Ia membenarkan jika Jalan Turus Mayabon, Kampung Lipatik, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Walantaka ini sering dilewati banyak mobil dan motor. Termasuk para pegawai di lingkungan Pemkot Serang pun biasa melintasi jalan ini. “Disitu lewat orang berkepentingan juga sering lewat. Apa merem kali yah, keenakan naik mobil bagus,” nyinyirnya.

InilahBanten sempat mencoba konfirmasi ke Camat Walantaka, sayangnya pihak Camat tidak berada di kantor. Kemudian, mencoba menghubungi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Serang Ridwan. Ia mengatakan tengah rapat dan belum sempat untuk memberi tanggapan. “Saya sedang rapat dulu. Nanti dijadwalkan lagi ya untuk ketemu,” singkatnya melalui telepon selulerya pada Rabu, 21 Februari 2018.[Den]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Jalan di Walantaka Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang

PEMERINTAHAN

185 dibaca
Terintegrasi dengan Pusat, Pemkab Serang Gunakan Aplikasi SIPD
226 dibaca
Libur Panjang, Sekda : Mending Sama Keluarga

POLITIK

81 dibaca
Pilkada Kabupaten Serang, KPU Target Partisipasi Pemilih 80 Persen
133 dibaca
Ratu Tatu: Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi

HUKUM & KRIMINAL

72 dibaca
Hari Kedua Operasi Zebra Kalimaya, 148 Pengendara Ditilang
179 dibaca
Dua Residivis Sindikat Curanmor Dibekuk Polisi

PERISTIWA

179 dibaca
Dirlantas : Tidak Ada Penilangan Pada Operasi Zebra Kalimaya 2020
115 dibaca
ACT Banten Kunjungi Pulau Tunda

EKONOMI & BISNIS

203 dibaca
Buruh Kerja Selama Cuti, Perusahaan Harus Bayar Lembur
172 dibaca
Empat Perumahan Serahkan Fasos Fasum ke Pemkab Serang
Top