Minggu, 26 Mei 2024

Jaga Daya Beli, Airlangga: Kebijakan Perlindungan Sosial Dipertebal

[Foto:@Kemenko Perekonomian]
Jumat, 08 Jul 2022 | 16:44 WIB - Nasional Ekonomi & Bisnis

lBC, Jakarta - Perang Rusia versus Ukraina berdampak pada perekonomian Indonesia, sekurang-kurangnya pada sektor pangan dan energi. Oleh karena itu, kebijakan perlindungan sosial perlu dipertebal untuk menjaga daya beli masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal tersebut secara virtual dalam acara Astagatra Webinar Series dengan tema “2022: The Year of Economic Rebound” di Jakarta, Kamis (7/7/2022).

“Dalam jangka pendek, kebijakan perlindungan sosial perlu dipertebal untuk menjaga daya beli masyarakat miskin dan menengah ke bawah yang menjadi kelompok paling rentan dari dampak kenaikan harga,” ujar Menko Airlangga.

Menurut dia, pemerintah saat ini masih mengabsorpsi alias menyerap dampak kenaikan harga komoditas global melalui kebijakan fiskal. Penyerapan tersebut antara lain dengan meningkatkan jumlah subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Kenaikan harga komoditas dalam neraca perdagangan dan ekspor diharapkan dapat menjadi soft absorber dengan tetap menjaga kesehatan APBN,” ujarnya.

Adapun beberapa kebijakan perlindungan sosial yang sudah terlaksana, yaitu bansos minyak goreng, bantuan tunai untuk PKL, warung, dan nelayan (BT-PKLWN) dan program pemberdayaan seperti program padat karya, pembiayaan usaha mikro, dan peningkatan kapasitas SDM serta UMKM.

“Peningkatan kapasitas SDM dan UMKM turut dilakukan dalam rangka mengembangkan ekosistem ekonomi digital dan mendorong produktivitas masyarakat,” tuturnya.

Berbagai strategi untuk mengembangkan ekosistem ekonomi digital yang telah diterapkan antara lain melalui Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy, sehingga mendukung pengembangan digital talent dan digitalisasi UMKM.

Pada muaranya, perekonomian Indonesia 2022 diperkirakan tumbuh secara optimistis. Hal itu dapat dilihat pada pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2022 yang dapat tumbuh sebesar 5,01 persen (year on year/yoy). Ini lebih baik ketimbang sejumlah negara lain, seperti Tiongkok, Singapura, Korea Selatan, Jerman, dan Amerika Serikat.

Bahkan sejak akhir tahun lalu, perekonomian nasional telah kembali ke level sebelum pandemi dan Indonesia kembali masuk menjadi negara dengan kategori negara berpendapatan menengah ke atas.

“Seiring kian terkendalinya pandemi COVID-19, arah kebijakan Program PEN akan lebih antisipatif, responsif, dan produktif. Anggaran Program PEN terus didorong untuk jobs-stimulating recovery dengan kegiatan yang lebih produktif,” ungkap Menko Airlangga.

Di tengah kondisi pandemi yang semakin membaik, berbagai risiko dan tantangan global juga terus meningkat dan memicu pelambatan pemulihan ekonomi global. Tantangan tersebut terkait dengan The Perfect Storm atau 5C yakni COVID-19, Conflict, Climate Change, Commodity Price, serta Cost of Living.

Berbagai lembaga internasional telah memproyeksikan pertumbuhan global terkoreksi cukup signifikan. Lembaga internasional seperti IMF dan World Bank memproyeksikan ekonomi global pada tahun 2022 tumbuh masing-masing 3,6 persen dan 2,9 persen, turun dari proyeksi sebelumnya di awal tahun.

Dengan adanya berbagai risiko tersebut, pemerintah siap memitigasi melalui berbagai kebijakan penanganan kesehatan, peningkatan daya beli masyarakat, dan menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional melalui berbagai insentif.

Beberapa insentif yang telah dikeluarkan yaitu seperti insentif fiskal PPN DTP Perumahan, PPnBM DTP Kendaraan Bermotor Roda 4, perluasan Program BT-PKLWN, dan Subsidi Bunga KUR.

Lebih lanjut, Pemerintah juga terus mendorong program hilirisasi sebagai upaya pengembangan industri manufaktur, dengan menciptakan struktur industri yang kuat dan bernilai tambah tinggi. Di samping itu, hilirisasi juga terus didorong agar industri dapat meningkatkan nilai tambah komoditas Indonesia yang berdaya saing global dan berwawasan lingkungan.

“Pemulihan ekonomi di Indonesia merupakan harapan dari seluruh masyarakat. Kerja sama seluruh masyarakat terutama di bidang ekonomi, sosial, dan kesehatan akan menjadi pendorong utama dalam mewujudkan hal tersebut,” imbuh Menko Airlangga.[Inilahcom]

 

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Jaga Daya Beli, Airlangga: Kebijakan Perlindungan Sosial Dipertebal

INILAH SERANG

1299 dibaca
Dua Gembong Pembobol Rumah Diringkus Petugas Polsek Petir
1669 dibaca
Andika Pastikan Lusa Jokowi ke Banten Lagi Selama 2 Hari

HUKUM & KRIMINAL

2410 dibaca
Polisi Tangkap Pelaku Pemalsuan e-KTP dan SKCK di Cikande
1467 dibaca
Sebar Isu Hoax PKI, Guru SMAN di Lebak Diciduk Mabes Polri

POLITIK

169 dibaca
Daftar Bacagub Banten, Airin Sebut Sehati Warna Tosca PKB Banten
1644 dibaca
Wartawan Senior: Djoko Layak jadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi

PENDIDIKAN

583 dibaca
Diramaikan Artis dan Door Prize Paket Umroh, Dies Natalis UPG ke-3 Meriah
1466 dibaca
Tak Bela Guru Honorer, Dewan Pendidikan Banten Sebaiknya Membubarkan Diri
Top