Kamis, 18 Oktober 2018

Istri Harus Melindungi Suami dari Keburukan

[foto ilustrasi]
Sabtu, 11 Agt 2018 | 13:13 WIB - Mozaik Islami

AYAT 187 surah Al-Baqarah yang merupakan ayat terakhir dari rangkaian lima ayat shiyam, mengemukakan secara jelas salah satu ketetapan bagi orang yang sedang puasa, yaitu tidak boleh melakukan hubungan suami isteri.

Tentu saja larangan ini berlaku hanya pada saat yang ditetapkan bagi aktivitas puasa yaitu antara shubuh dengan maghrib. Di luar itu, Allah berfirman pada ayat ini: Dihalalkan bagimu pada malam haripuasa, bercampur dengan isterimu.

Pernyataan ini kemudian dirangkai dengan kalimat yang sangat menarik: Mereka adalah pakaian bagimu (sekalian), dan kamu (sekalianya) adalah pakaian bagi mereka.

Pakaian adalah sesuatu yang menutupi tubuh untuk menjaganya dari sengatan cuaca, melindungi dari sesuatu yang menggores menimbulkan luka, dan sekaligus memperindah pemakainya. Maka dengan ungkapan tadi Allah menandaskan kewajiban isteri untuk melindungi suaminya dari segala hal buruk yang mengganggu penampilannya di hadapan Allah maupun sesama manusia. Kewajiban yang sama juga meski ditunaikan oleh suami terhadap isterinya.

Ada dua gangguan yang berpotensi menerpa suami maupun isteri. Fitrah suami yang jujur dapat diganggu oleh nafsu serakah, sikap sederhana dapat disisihkan oleh keinginan bermegah mewah yang ditiupkan setan kepadanya.

Maka isteri harus memposisikan diri sebagai pengingat dan pelurus, dengan kata-kata maupun sikap yang maruf pantas menurut etika masyarakat. Begitu pula bila isteri cenderung kepada hal-hal yang tidak baik menurut Allah dan tidak pantas menurut lingkungan sosialnya, suami harus menjadi penjaganya dari bisikan-bisikan setan itu. Apa lagi suami ditetapkan Allah sebagai pemimpin rumah tangganya (QS 4:34).

Hakekat pemimpin adalah penanggung jawab; maka segala masalah yang terjadi dalam rumah tangga, suamilah yang pertama-tama akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah Swt.

Sungguh indah sekali Alquran ini. Ketika menyampaikan ketetapan hukum tentang puasa, diselipkan di dalamnya akhlak karimah dalam rumah tangga.

Sama halnya dengan ayat-ayat shiyam lainnya yang kita bicarakan beberapa hari terakhir ini. Dalam ayat 185 disampaikan fungsi Alquran sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan atas petunjuk itu, dan pemisah antara yang benar dengan yang salah.

Pada ayat 186 dikemukakan betapa dekat Allah Swt kepada orang-orang yang beriman, yang berarti dekat pula perlindungan-Nya, dan kebaikan-kebaikan-Nya yang tidak berbatas. Sungguh kami bersyukur kepada-Mu ya Allah, atas limpahan segala Kasih-Mu.[Sakib Machmud/lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Silahkan Pilih, Ingin Pujian atau Celaan?
Rabu, 17 Okt 2018 | 03:40 WIB
Silahkan Pilih, Ingin Pujian atau Celaan?
Marah Pertanda Tunduknya Kita kepada Setan
Senin, 15 Okt 2018 | 23:58 WIB
Marah Pertanda Tunduknya Kita kepada Setan
Membalas Keburukan dengan Kebaikan
Senin, 15 Okt 2018 | 23:41 WIB
Membalas Keburukan dengan Kebaikan

KOMENTAR

Istri Harus Melindungi Suami dari Keburukan

PEMERINTAHAN

210 dibaca
ASN Pemprov Banten jangan Main-main dalam Absen
269 dibaca
HUT Ke-492, Pemkab Serang Diminta Perkuat Ekonomi Desa
246 dibaca
Dilantik, Pj Walikota Serang Diminta Perbaiki Jalan

POLITIK

128 dibaca
Pemilu 2019, Andika Ajak Masyarakat Cek Data Diri Sebagai Pemilih
415 dibaca
Ratusan Buruh Cikoja Deklarasi Pemilu Damai 2019
322 dibaca
Serempak di 29 Kecamatan, KPU Kabupaten Serang Lakukan GMHP

HUKUM & KRIMINAL

287 dibaca
6 Oknum Anggota Ormas Pengeroyok Polisi Terancam 7 Tahun Penjara
310 dibaca
Pengguna dan Pengedar Narkotika, Tiga Warga Cilegon Diringkus
215 dibaca
Alfamart Dibobol Maling, Uang Rp60 Juta Raib

PERISTIWA

155 dibaca
Polres Serang Kota Sita 3500 Lebih Botol Miras
183 dibaca
Tim PFA Dompet Dhuafa Pulihkan Anak-anak Pasca Gempa-Tsunami Sulteng
218 dibaca
Warga Petir Ditemukan Tewas Gantung Diri

EKONOMI & BISNIS

166 dibaca
MoU dengan DP3AKKB, Bank Banten Dukung Pemberdayaan Perempuan
179 dibaca
Andika Launching Toko Online Industri Rumahan Sijelita
Top