Minggu, 19 Agustus 2018

Islam Melarang Menisbatkan Nama Istri kepada Suami

[foto ilustrasi]
Selasa, 17 Jul 2018 | 19:24 WIB - Mozaik Islami

KITA sering mendengar nama semisal ibu budi, ibu sulistyo, dan masih banyak lagi seorang istri yang dipanggil dengan nama laki-laki. Sebenarnya, itu bukan nama mereka, melainkan nama suami mereka.

Memanggil wanita dengan memakai nama suami mereka sudah sering kita dengar, dan itu sudah menjadi kebiasaan orang-orang Indonesia, terutama daerah jawa. Saat memanggil wanita dengan nama suaminya, maka orang-orang akan tahu bahwa mereka telah bersuami. Bahkan ada yang menambahkan nama suami dibelakangnya.

Bagaimanakah hukum meletakan nama suami dibelakang nama istri?

Allah berfirman:

"Allah tidak menjadikan seseorang dua buah hati dalam rongganya dan Allah tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu dzibar sebagai ibumu. Dan Allah tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu. Yang demikian itu hanyalah perkataanmu dimulut saja. Dan Allah berfirman yang sebenarnya dan Allah menunjukkan jalan yang benar. Panggilah mereka (anak-anak angkat) dengan memakai nama bapak-bapak mereka. Itulah yang adil di sisih Allah. Dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka panggilah mereka sebagai saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa terhadap apa yang kamu khilaf terhadapnya, tetapi (yang berdosa) apa yang di sengaja dihatimu. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang." (QS. Al-Ahzab: 4-5)

Ayat di atas diturunkan bekenaan saat Zaid bin haritsah di angkat anak oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam. Ia dinisbatkan kepada Nabi dan Allah menegurnya dengan mewahyukan ayat di atas.

Dari Sad, berkata: "Aku mendengar Nabi Shallallahu "alaihi Wa Sallam bersabda: Barang siapa menisbatkan dirinya kepada selain ayah kandungnya, padahal ia tahu bahwa itu bukanlah ayah kandungnya, maka surga diharamkan baginya." (HR. Bukhari)

Dalil-dalil di atas adalah hujjah haramnya menisbatkan diri kepada selain ayah kandungnya. Nisbat adalah legalitas hubungan kekeluargaan yang berdasarkan pertalian darah, sebagai salah satu akibat dari pernikahan yang sah.

Lalu, apakah menambahkan nama suami dibelakang nama istri juga masuk katagori nisbat dalam syara? Untuk mengetahuinya adalah dengan mencari alasan kenapa istri meletakkan nama suami dibelakang namanya.

Jika alasannya adalah menisbatkan istri dengan suaminya sama seperti kasus yang kita bahas, maka hukumnya adalah haram. Namun, jika hanya sebatas adat atau kebiasaan suatu daerah yang memakai atau menggunakan nama suami dibelakang nama mereka, maka tidak termasuk dalam apa yang dimaksud dalil-dalil di atas.

Jika pun haram itu bukanlah karena dalil-dalil di atas. Wallahu Alam. [hukumislam/lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Hubungan Anak & Orang Tua tak akan Terhapus Zaman
Minggu, 19 Agt 2018 | 07:00 WIB
Hubungan Anak & Orang Tua tak akan Terhapus Zaman
Bank Banten Salurkan Bantuan Qurban Dua Ekor Sapi
Sabtu, 18 Agt 2018 | 15:29 WIB
Bank Banten Salurkan Bantuan Qurban Dua Ekor Sapi
Cara Mengatasi Pasangan yang Kehilangan Cinta
Sabtu, 18 Agt 2018 | 13:13 WIB
Cara Mengatasi Pasangan yang Kehilangan Cinta
Ini Perbuatan Rasul yang Haram Dilakukan Umatnya!
Jumat, 17 Agt 2018 | 21:27 WIB
Ini Perbuatan Rasul yang Haram Dilakukan Umatnya!

KOMENTAR

Islam Melarang Menisbatkan Nama Istri kepada Suami

PEMERINTAHAN

251 dibaca
Cegah Korupsi, APIP dan APH Teken MoU
218 dibaca
HUT ke-11, Andika Minta Pemkot Serang Tingkatkan Pelayanan

POLITIK

3135 dibaca
Panitia Deklarasi #2019GantiPresiden Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok
171 dibaca
Anggaran 5 Raperda Inisiatif DPRD Banten Tidak Transparan

HUKUM & KRIMINAL

183 dibaca
3.678 Warga Binaan di Lapas dan Rutan se-Banten Dapat Remisi
296 dibaca
Kadinkes Banten Terjerat Korupsi, WH: Pemecatan Ketika Sudah Inkrah
Top