Senin, 27 Mei 2019

Instagram, Media Sosial yang Kerap Dipakai Pedofil

[foto:ist]
Senin, 11 Mar 2019 | 12:00 WIB - Teknologi

 

IBC, London - Instagram menjadi media sosial yang paling banyak dipakai penjahat seks untuk mempengaruhi (grooming) anak-anak dibandingkan media sosial lainnya, demikian temuan dari LSM Inggris National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC).

BBC melansir, polisi di Inggris dan Wales mencatat 1.944 peristiwa komunikasi seksual dengan anak-anak dalam enam bulan sampai September 2018.

Menurut studi NSPCC, Instagram digunakan pada 32 persen dari 1.317 kasus di mana sebuah metode dicatat, pada Facebook sebesar 23 persen dan 14 persen di Snapchat.

Instagram dan Facebook menyatakan mereka secara 'agresif' melawan grooming, sementara Snapchat menyatakan hal ini 'tidak bisa diterima'.

Setelah menghadapi tekanan para pegiat, komunikasi seksual dengan anak-anak diperlakukan sebagai sebuah pelanggaran hukum di Inggris pada April 2017.

Dalam waktu 18 bulan setelahnya, lebih dari 5.000 pelanggaran online grooming dicatat polisi, menurut data yang dikumpulkan NSPCC.

LSM tersebut menyatakan angka itu tidak benar-benar mewakili skala masalah karena banyak kejahatan yang tidak diketahui atau dilaporkan.

Ketika polisi mencatat umur dan jenis kelamin, tujuh dari 10 korban adalah anak perempuan berumur 12 sampai 15 tahun. Satu dari lima orang berumur 11 tahun atau di bawahnya. Korban termuda berumur 5 tahun.

NSPCC mengatakan, 39 dari 43 instansi kepolisian di Inggris dan Wales menjawab permintaan Freedom of Information, hanya polisi Surrey, Sussex, Northampton, dan London yang tidak memberikan data.

LSM yang menangani masalah terkait anak-anak ini mendesak adanya hukum baru untuk memaksa perusahaan media sosial lebih berusaha untuk melindungi anak-anak.

Pada sebuah kasus pelecehan yang disampaikan NSPCC, seorang anak perempuan dipengaruhi pria berumur 24 tahun sejak dia berusia 13 tahun.

Emily --bukan nama sebenarnya-- bertemu seorang pria lewat seorang teman. Dia memperkenalkan diri dan mengatakan berumur 16 tahun. Pria tersebut segera menggantinya menjadi 18 tahun. Emily mengatakan dirinya berumur 13 tahun. Malam itu juga dia menjadikan Emily sebagai teman di Facebook dan Snapchat.

Emily mengatakan, "Kemudian semuanya berubah dengan cepat. Kami bertukar pesan yang segera bernada seksual, kemudian foto dan video dikirimkan, sebelum mengatur agar pria itu datang dan menjemput saya setelah sekolah."

Ibu Emily mengatakan, "Kami merasa gagal sebagai orang tua. Kami mengetahui situs media sosial ini, kami pikir telah melakukan segalanya untuk memastikan keamanan anak-anak kami ketika mereka online, tetapi kami masih belum melindungi Emily."

Kepala NSPCC Peter Wanless menuduh jaringan media sosial selama 10 tahun telah gagal untuk mengatur diri mereka sendiri.

"Angka ini adalah bukti sangat kuat bahwa melindungi anak-anak tidak bisa diserahkan ke jaringan sosial. Kita tidak bisa menunggu terjadinya tragedi berikutnya sebelum perusahaan teknologi dipaksa bertindak," katanya.

Sebelum pemerintah menerbitkan dokumen serangan online yang sudah tertunda, LSM ini mendesak adanya peraturan hukum guna menerapkan kewajiban hukum jaringan sosial untuk kepentingan anak-anak dengan hukuman denda besar jika mereka gagal melakukannya.

Juru bicara National Crime Agency mengatakan bahwa penting bagi platform online yang digunakan anak-anak dan remaja untuk menaruh mekanisme dan proses kuat guna mencegah, mengidentifikasi dan melaporkan eksploitasi dan pelecehan seksual, termasuk grooming online.

"Anak-anak dan orang muda juga memerlukan kemudahan akses terhadap mekanisme yang memungkinkan mereka membuat platform waspada jika ada kemungkinan terjadinya pelanggaran," katanya.

Juru bicara Facebook, yang juga pemilik Instagram, mengatakan tetap melindungi anak muda adalah prioritas utama mereka.

"Kami memiliki teknologi yang maju dan erat bekerja sama dengan polisi dan CEOP (Child Exploitation and Online Protection) untuk secara agresif memerangi jenis isi seperti ini dan melindungi anak muda," kata juru bicara Facebook itu.

Sementara juru bicara Snapchat mengatakan, eksploitasi anggota masyarakat, terutama anak muda sama sekali tidak bisa diterima.

"Kami bekerja keras untuk mencegah dan mengatasi jenis kegiatan ilegal ini di platform kami," ujarnya.

Platform mengusulkan anak muda untuk membatasi pengaturan pribadi, tidak berbagi username ke umum dan tidak memasukkan orang yang tidak mereka kenal sebagai teman.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Inggris mengatakan, baik menteri dalam negeri maupun menteri kebudayaan Inggris telah melibatkan perusahaan teknologi terkait dengan tanggung jawab mereka dalam melindungi orang.

Tahun lalu, menteri dalam negeri Inggris mengumumkan ;panggilan inovasi; senilai 250.000 poundsterling atau Rp4,63 miliar untuk berbagai organisasi guna membantu pengembangan cara baru untuk menghentikan streaminglangsung pelecehan. [inilah]

 

Bagikan:

LAINNYA

Samsung Luncurkan Smartphone Harga Sejutaan
Sabtu, 25 Mei 2019 | 16:34 WIB
Samsung Luncurkan Smartphone Harga Sejutaan
Google Maps Akan Terintegrasi dengan Info Mudik
Jumat, 17 Mei 2019 | 21:49 WIB
Google Maps Akan Terintegrasi dengan Info Mudik
Spotify Hadirkan Fitur Mirip Instagram Stories
Kamis, 16 Mei 2019 | 07:13 WIB
Spotify Hadirkan Fitur Mirip Instagram Stories
Awas! Ada Celah Kerentanan Enkripsi di WhatsApp
Selasa, 14 Mei 2019 | 17:37 WIB
Awas! Ada Celah Kerentanan Enkripsi di WhatsApp

KOMENTAR

Instagram, Media Sosial yang Kerap Dipakai Pedofil

PEMERINTAHAN

1567 dibaca
Inspektorat Data Ulang Fisik Randis di Distan Banten
427 dibaca
KASN Rekomendasi Sanksi 3 Pejabat Banten Dukung Calon DPD RI 
207 dibaca
Jamsosratu Dinilai Berhasil, Dinsos NTB Belajar ke Dinsos Banten

POLITIK

503 dibaca
3 Kader Golkar Banten Lolos ke Senayan, Andika Apresiasi Jaringan Relawan 
891 dibaca
Anak Gubernur Gagal ke Senayan, HMI Kawal Pelanggaran ASN Banten
3013 dibaca
Andiara Raih Suara Terbanyak Calon DPD Dapil Banten, Anak Gubernur Gagal

HUKUM & KRIMINAL

179 dibaca
Dua Spesialis Pencuri Rumsong Dibekuk Resmob
531 dibaca
Melawan, 2 Bandit Ganjal Kartu ATM Ditembak
1364 dibaca
Digerebeg, 4 Pengepul, Pengecer dan Pemasang Judi Togel Lebaran Dipenjara

PERISTIWA

396 dibaca
Dompet Dhuafa Bantu Korban Banjir Bandang di Lebak
661 dibaca
PGK dan GP2B Desak Pecat Kadindikbud Engkos dan Faturrahman
252 dibaca
Diduga Gelapkan Dana BAT, Puluhan Karyawan Demo Kantor Alfamart Serang

EKONOMI & BISNIS

227 dibaca
Ramadhan, Pemprov Banten Gelar Bazar Sembako Murah
1938 dibaca
Ini Dia Tips Memilih Baju Muslim Wanita Sesuai Syariat yang Harus Anda Ketahui
Top