Selasa, 23 Juli 2019

Indeks Pembangunan Pemuda Banten Urutan ke-22 dari 35 Provinsi

Sekjen Karang Taruna Provinsi Banten Gatot Yan. S -[Foto Ist]
Jumat, 11 Jan 2019 | 22:18 WIB - Banten Serang

lBC, Serang - Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini merilis Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) yang merupakan tolak ukur kemajuan pemuda di suatu daerah. Dalam rilis tersebut, IPP Provinsi Banten mendapat nilai 49,17 atau menempati peringkat ke 22 dari 35 provinsi.

Menanggapi hal tersebut Sekjen Karang Taruna Provinsi Banten Gatot Yan. S mengungkapkan keprihatinannya. "Rendahnya IPP kita menunjukkan bahwa pembangunan sektor kepemudaan di provinsi banten sudah saatnya mendapat perhatian serius,"katanya di Kota Serang pada Jum’at, 11 Januari 2019.

Gatot Yan yang juga Caleg DPRD Provinsi Banten dari PDI Perjuangan ini mengatakan bahwa rendahnya IPP Banten menunjukkan ketidak berdayaan Perda Kepemudaan dalam memayungi dan mengakomodir segala kepentingan dalam pembangunan sektor kepemudaan. Bahkan menurutnya hal ini sangat ironis karena Perda Kepemudaan di Provinsi Banten sudah dibuat sejak tahun 2014.

"Perda itu harus ditinjau kembali, apakah pasal-pasalnya tidak relevan lagi dengan dinamika kepemudaan atau mungkin implementasinya yang kurang maksimal" tukas Gatot.

Menurut Gatot, capaian terendah Banten dalam IPP ada pada sektor partisipasi pemuda dalam organisasi, rendahnya pemuda berwirausaha dan tingginya tingkat pengangguran pemuda.

"Tiga hal ini yang mengundang kekhawatiran, terlebih saat ini kita tengah mengalami fenomena bonus demografi dimana terdapat jumlah penduduk berumur produktif yang sangat besar, maka apabila IPP kita terus merosot dikhawatirkan pada generasi mendatang bonus demografi akan berubah menjadi bencana demografi,"katanya.

Menyikapi hal tersebut, pria yang puluhan tahun bergelut dalam pembinaan pemuda ini mendesak lembaga pemerintah dan legislatif provinsi banten untuk menaruh perhatian serius pada persoalan ini.

"Pemuda adalah agenda strategis dalam pembangunan berkelanjutan, karenanya 3 hal yang harus diperhatikan adalah mengintervensi kebijakan pembangunan kepemudaan, pelibatan pemangku kepentingan secara luas, dan menempatkan pemuda sebagai subjek dan aktor utama agar mereka bisa berperan bagi dirinya juga bagi pembangunan daerah" tukas Gatot.

Disinggung soal pencalonannya dalam Pileg 2019 ini dia menyatakan bahwa persoalan pembangunan kepemudaan salah satu faktor yang mendorongnya untuk maju sebagai calon anggota legislatif.

"Persoalan kepemudaan sudah sejak lama menjadi perhatian saya, jika terpilih maka saya yang akan fokus mengawalnya" tutur Gatot Yan.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Indeks Pembangunan Pemuda Banten Urutan ke-22 dari 35 Provinsi

PEMERINTAHAN

697 dibaca
Silpa APBD Kabupaten Serang TA 2018 Capai Rp403 Miliar
1849 dibaca
Dinilai Sukses, Bupati Minsel Belajar Kelola BUMD ke Bupati Serang
1712 dibaca
Pemkab Serang Terapkan Sistem Berbasis Elektronik

POLITIK

892 dibaca
Tak Penuhi Kuorum, Paripurna DPRD Kabupaten Serang Batal Digelar
1939 dibaca
Pilkada Serentak 2020, Golkar Banten Prioritaskan Usung Kader
1780 dibaca
Eks Relawan Sebut Kepemimpinan WH–Andika Bergaya Otoriter

HUKUM & KRIMINAL

108 dibaca
Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak Alami Peningkatan
2414 dibaca
Orang Tua Kades di Kecamatan Ciruas Dibacok
1466 dibaca
Tiga Pelaku Curas Biasa Aksi di Wilayah KP3B Diringkus

PERISTIWA

1882 dibaca
Bupati Serang: TMMD Bangkitkan Budaya Gotong Royong di Masyarakat 
1959 dibaca
Diduga Terlibat Jual Aset Negara, Kejari Didesak Usut Walikota Serang
1735 dibaca
Peringati HANI 2019, Bupati Serang Canangkan Program Bersih dan Aman

EKONOMI & BISNIS

70 dibaca
Capai Target, Investasi di Kabupaten Serang Serap 1.152 Tenaga Kerja
439 dibaca
Soal Pasir Laut, Bupati Tatu Minta Kajian Tim Ahli Dipublikasikan
Top