Jumat, 18 Januari 2019

Indeks Pembangunan Pemuda Banten Urutan ke-22 dari 35 Provinsi

Sekjen Karang Taruna Provinsi Banten Gatot Yan. S -[Foto Ist]
Jumat, 11 Jan 2019 | 22:18 WIB - Banten Serang

lBC, Serang - Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini merilis Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) yang merupakan tolak ukur kemajuan pemuda di suatu daerah. Dalam rilis tersebut, IPP Provinsi Banten mendapat nilai 49,17 atau menempati peringkat ke 22 dari 35 provinsi.

Menanggapi hal tersebut Sekjen Karang Taruna Provinsi Banten Gatot Yan. S mengungkapkan keprihatinannya. "Rendahnya IPP kita menunjukkan bahwa pembangunan sektor kepemudaan di provinsi banten sudah saatnya mendapat perhatian serius,"katanya di Kota Serang pada Jum’at, 11 Januari 2019.

Gatot Yan yang juga Caleg DPRD Provinsi Banten dari PDI Perjuangan ini mengatakan bahwa rendahnya IPP Banten menunjukkan ketidak berdayaan Perda Kepemudaan dalam memayungi dan mengakomodir segala kepentingan dalam pembangunan sektor kepemudaan. Bahkan menurutnya hal ini sangat ironis karena Perda Kepemudaan di Provinsi Banten sudah dibuat sejak tahun 2014.

"Perda itu harus ditinjau kembali, apakah pasal-pasalnya tidak relevan lagi dengan dinamika kepemudaan atau mungkin implementasinya yang kurang maksimal" tukas Gatot.

Menurut Gatot, capaian terendah Banten dalam IPP ada pada sektor partisipasi pemuda dalam organisasi, rendahnya pemuda berwirausaha dan tingginya tingkat pengangguran pemuda.

"Tiga hal ini yang mengundang kekhawatiran, terlebih saat ini kita tengah mengalami fenomena bonus demografi dimana terdapat jumlah penduduk berumur produktif yang sangat besar, maka apabila IPP kita terus merosot dikhawatirkan pada generasi mendatang bonus demografi akan berubah menjadi bencana demografi,"katanya.

Menyikapi hal tersebut, pria yang puluhan tahun bergelut dalam pembinaan pemuda ini mendesak lembaga pemerintah dan legislatif provinsi banten untuk menaruh perhatian serius pada persoalan ini.

"Pemuda adalah agenda strategis dalam pembangunan berkelanjutan, karenanya 3 hal yang harus diperhatikan adalah mengintervensi kebijakan pembangunan kepemudaan, pelibatan pemangku kepentingan secara luas, dan menempatkan pemuda sebagai subjek dan aktor utama agar mereka bisa berperan bagi dirinya juga bagi pembangunan daerah" tukas Gatot.

Disinggung soal pencalonannya dalam Pileg 2019 ini dia menyatakan bahwa persoalan pembangunan kepemudaan salah satu faktor yang mendorongnya untuk maju sebagai calon anggota legislatif.

"Persoalan kepemudaan sudah sejak lama menjadi perhatian saya, jika terpilih maka saya yang akan fokus mengawalnya" tutur Gatot Yan.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Indeks Pembangunan Pemuda Banten Urutan ke-22 dari 35 Provinsi

PEMERINTAHAN

87 dibaca
Andika Sebut Kepercayaan Publik pada Pemprov Banten Meningkat
223 dibaca
Lantik 223 Pejabat, Bupati Serang Sebut Agar Kinerja Lebih Baik
181 dibaca
Pertama di Indonesia, Inspektorat Kabupaten Serang Integrasikan Dua ISO

POLITIK

3950 dibaca
Gubernur Banten Wahidin Halim Dilaporkan ke Bawaslu
845 dibaca
Dukung Prabowo-Sandi, Caleg PBB di Banten Bentuk Pass Lantang
153 dibaca
Debat Capres Bisa untuk Curi Perhatian Rakyat

HUKUM & KRIMINAL

219 dibaca
Mayat Wanita di Cipocok Jaya Ternyata Dibunuh
106 dibaca
Polisi Ringkus Pelaku Curanmor, Penadah dan Pengoplos
332 dibaca
Diduga Otak Pengeroyokan Santri, MH Terancam Dijemput Paksa

PERISTIWA

121 dibaca
Peran Media Penting dalam Sosialisasi Millennial Road Safety Festival
140 dibaca
Gubernur Berikan Bantuan Seragam Sekolah untuk Korban Tsunami

EKONOMI & BISNIS

104 dibaca
Sri Mulyani Jamin Usaha Kecil Digital Bebas Pajak
196 dibaca
Pulihkan Anyer, Pemprov Banten Tinjau Pelarangan Rapat di Hotel
Top