Kamis, 20 Januari 2022

Indeks Pembangunan Gender di Kabupaten Serang Capai 92 Persen

Kepala Bappeda Kabupaten Serang Rachmat Maulana
Kamis, 30 Des 2021 | 20:50 WIB - Serang

Serang, Kanalbanten.id/news - Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik atau BPS Indeks Pembangunan Gender (IPG) di Kabupaten Serang mencapai 92 persen. Artinya, tingkat kesetaraan gender atau kaum perempuan dan laki-laki di Kabupaten Serang sudah bagus.

“Alhamdulillah di Kabupaten Serang kalau dilihat dari Indeks Pembangunan Gender sudah mencapai 92 persen, artinya sudah bagus dan itu survei dari BPS,”ujar Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang, Rachmat Maulana. 

Hal itu disampaikan Rachmat Maulana usai membuka dan menjadi narasumber Lokakarya Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Serang Bagian ll bertemakan "Mendukung akuntabilitas tata kelola desa melalui penguatan partisipasi perempuan" di Aula Bappeda pada Kamis, 30 Desember 2021.

Atas capaian IPG tersebut, pihaknya akan terus berupaya mendorong bagaimana pelibatan perempuan di seluruh sektor. Seluruh sektor itu, kata Rachmat, yang lebih diutamakan yakni di pemerintahan, politik, dan pelayanan publik untuk berperan aktif sama dengan kaum laki-laki. 

“Kabupaten Serang menunjukan posisi itu menjadi posisi alhamdulillah sudah bagus, tinggal bagaimana kiprahnya perempuan. Kiprahnya terutama di level desa itu bisa berbuat lebih banyak, ini upaya kita mendorong kaum perempuan di tingkat desa menjadi isu yang kita dorong (pada diskusi tersebut),”ungkap Rachmat.  

Diketahui, lokakarya digelar PD ‘Aisyiyah Kabupaten Serang bersama USAID MADANI untuk meningkatkan peran kolaborasi dan sinergi para pihak dalam tata kelola desa. Kegiatan ini juga akan menyepakati fokus isu, pendekatan, peran, dan kontribusi para pihak, serta merumuskan langkah-langkah konkrit untuk penguatan partisipasi Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), dan sektor swasta dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Serang. 

Dalam sesi diskusi diisi oleh narasumber meliputi, Rachmat Maulana, Agus Salim, Ahli Anggaran Responsif Gender-Peneliti Senior Pattiro Banten, dan Moderator Asep Fathudin, Koordinator Presidium Simpul Madani Serang. Hadir juga Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik), Anas Dwi Satya Prasadya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Rudi Suhartanto, dan perwakilan OPD terkait lainnya di Kabupaten Serang.Kemudian perwakilan OMS, akademisi, sektor swasta seperti ABM, Forum CSR, dan lainnya.
 
Field Coordinator MADANI Serang, Muslih Amin mengatakan, lokakarya mendiskusikan beberapa topik dari para pemangku kepentingan di Kabupaten Serang, termasuk prioritas daerah dan rencana kerja yang  terkait dengan isu Transparansi Tata Kelola Dana Desa (membangun Daerah dari pinggiran), melalui Peningkatan Partisipasi Masyarakat/Pemberdayaan Perempuan Desa (Mawar Desa) terutama kaitannya dengan kebijakan program dan anggaran Daerah (RPJMD/RKPD/KUA/RKA/Renja) dan para pihak di Pemda yang memiliki peran utama dalam progam di isu terkait.

“Peran dan kontribusi OMS pada isu transparansi tata kelola dana desa, melalui pemberdayaan perempuan desa (Mawar Desa) dan potensi kolaborasi dengan para pihak lainnya, untuk pencapaian tujuan di isu tematik ini,”ujarnya. 

Muslih Amin berharap lokakarya dapat menjadi kesempatan kepada peserta untuk memberikan umpan balik terhadap pemaparan narasumber, dan strategi yang dapat dikolaborasikan dengan program MADANI tahun kedua dengan PemKab Serang. “Khusunya pada program peningkatan partisipasi perempuan dalam tata kelola desa,”terang Muslih.
 

USAID MADANI merupakan program yang diselenggarakan selama 5 tahun yang didukung oleh United States Agency for International Development (Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat), dan dirancang untuk memperkuat akuntabilitas pemerintah dan mendorong keberagaman sosial di Indonesia. 

Untuk mencapai hal ini, USAID MADANI akan bekerja erat dengan OMS untuk memperkuat kapasitas, efektivitas serta efisiensi kerja organisasi, meningkatkan legitimasi OMS di mata pemerintah daerah dan masyarakat, dan meningkatkan lingkungan yang memberdayakan bagi masyarakat sipil dan memobilisasi sumber daya lokal untuk mendukung keberlanjutan OMS agar dapat membawa perubahan sosial yang sangat dibutuhkan. 

USAID MADANI melakukan kegiatannya di 32 kabupaten/kota di Provinsi Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Indeks Pembangunan Gender di Kabupaten Serang Capai 92 Persen

INILAH SERANG

75 dibaca
Aset Milik Pemkab Serang Terkena Pelebaran Jalan Segera Dirampungkan Pemprov
70 dibaca
Pemkab Serang Fasilitasi Isbat Nikah 1.469 Pasangan Suami Istri
76 dibaca
Bupati Beri Semangat, Vaksinasi Anak di Kabupaten Serang Dimulai

HUKUM & KRIMINAL

160 dibaca
Begini Kronologi Pembuangan Bayi di Areal Pesawahan Pontang
257 dibaca
Polres Serang Tangkap Dua Pelaku Pembuang Bayi di Pontang
436 dibaca
Penemuan Bayi di Areal Sawah Gegerkan Warga Pontang

POLITIK

425 dibaca
Pilkada Kabupaten Serang 2024, KPU Ajukan Anggaran Rp107 Miliar
1124 dibaca
Pendukung Anies Dideklarasikan di Banten
1309 dibaca
Diskominfosatik Kabupaten Serang Ajak IPPNU Sinergi Adakan Literasi Digital

PENDIDIKAN

401 dibaca
Ratusan Kepala Sekolah di Pandeglang Dilantik
223 dibaca
Pemkab Serang Berikan Bantuan Sepatu untuk Siswa SDN Ujungtebu 3
Top