Rabu, 21 Oktober 2020

IMM: Perayaan Hari Jadi Pandeglang ke-143 Seperti Euforia Tanpa Makna

Warga dihibur oleh Wali Band pada perayaan hari jadi Pandeglang ke 143 di alun-alun Pandeglang pada Sabtu, 1 April 2017. (Foto Arifin)
Sabtu, 01 Apr 2017 | 23:15 WIB - Pandeglang Peristiwa

lB, Pandeglang--Peringatan hari jadi Kabupaten Pandeglang yang ke 143 terkesan hanya menghamburkan anggaran. Penampilan artis ibukota, serta hiburan lainnya yang tak mencerminkan cultur ke Pandengglang-an, padahal masyarakat masih banyak perlu sentuhan pembangunan.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pandeglang, Nurman. Kata dia, Peringatan hari jadi Pandeglang di tahun 2017 terlihat lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya, euforia itu ditengah-tengah kondisi pembangunan dan kondisi masyarakat Pandeglang yang masih banyak perlu sentuhan pembangunan, yang mestinya dapat lebih diperhatikan.

"Tahun ini peringatan hari jadi Pandeglang terlihat sangat megah, bahkan menghadirkan artis ibukota dan hiburan lainya, yang mengesankan euforia belaka dengan anggaran APBD yang digunakan cukup besar. Sementara komitmen peningkatan kesejahteraan masyarakat masih dipertanyakan," cetus Nurman melalui pesan tertulis yang diterima lnilahBanten pada Sabtu, 1 April 2017.

Sebut dia, di usia Pandeglang yang sudah cukup lumayan tua 143 tahun, setahun lebih di kepemimpinan yang baru ini pihaknya menilai masih belum melihat program yang jelas baik dalam infrastruktur jalan, pelayanan birokrasi, program peningkatan kesejahteraan masyarakat, apalagi dalam pelayanan kesehatan yang masih banyak dikeluhkan.

Menurut Nurman, peringatan hari jadi Pandeglang jangan hanya bereuforia, pencitraan dan seremonial belaka dengan menghabiskan tak sedikit anggaran APBD, tapi mestinya dijadikan renungan dan komitmen untuk betul-betul berjuang untuk kesejahteraan rakyat, karena itulah tujuan nenek moyang kita dulu berjuang.

"Kami bukan menolak peringatan hari jadi Pandeglang, dengan segala hal yang ditampilkan, tapi cobalah berfikir bukankah sering dikeluhkan katanya pandeglang APBD rendah, tapi bisa semegah itu dalam peringatan. Nenek moyang kita berjuang dulu agar masyarakat sejahtera, terlayani kebutuhan kesehatan, pendidikan, ekonomi dan lainnya," kata Nurman

“Fenomena Pandeglang hari ini masih memprihatinkan, masyarakat masih merindukan pelayanan kesehatan yang layak, ramah dan mudah. Peningkatan infrastruktur yang layak, bukan sekedar "bacakan" APBD dan tak ada monopoli proyek. Belum lagi pendidikan yang berkualitas dan terjangkau hari ini masih dalam mimpi, serta mesti ada komitmen bahwa dalam realisasi program tak ada diskriminasi seperti bantuan rumah kumuh, sarana keagamaan dan program lainnya,” tutur Nurman.

Reporter: Kiki Fahruroji Nurmansyah
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

IMM: Perayaan Hari Jadi Pandeglang ke-143 Seperti Euforia Tanpa Makna
dewan

PEMERINTAHAN

268 dibaca
PT HGP Serahkan Fasos Fasum Perumahan BCP ke Pemkab Serang
284 dibaca
Susun RKA 2021, Pemkab Serang Gunakan Aplikasi SIPD
xcddcvfsv cvn

POLITIK

44 dibaca
Ciptakan Pilkada Kabupaten Serang Aman Damai Sehat dan sejuk
91 dibaca
Dzikir Bersama, Ratu Tatu Gelar Tasyakuran Golkar Bareng Ulama

HUKUM & KRIMINAL

487 dibaca
Jual Obat Keras Heximer Terancam Hukuman Penjara 15 Tahun

PERISTIWA

24 dibaca
Sepeda Motor Wartawan di Kota Serang Raib Dicuri Maling
Top