Jumat, 27 November 2020

Hukum Mobil Plat Merah untuk Kepentingan Pribadi

(Foto istimewa)
Rabu, 07 Feb 2018 | 19:44 WIB - Mozaik Islami

ALLAH melarang kita untuk menggunakan harta milik orang lain tanpa alasan yang dibenarkan. Allah berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan harta orang lain diantara kalian dengan cara batil, kecuali melalui perdagangan yang saling ridha diantara kalian." (QS. an-Nisa: 29)

Ayat ini menjelaskan larangan mengambil hak orang lain, tanpa alasan yang benar. Dan Allah sebut sebagai makan harta orang lain secara batil. Termasuk mengambil hak orang lain adalah memanfaatkan barang milik orang lain tanpa seizinnya. Jika barang itu milik satu orang, maka jika ada kawannya yang hendak menggunakannya, dia harus izin ke pemilik ini.

Lalu bagaimana jika barang itu milik banyak orang? Dia harus izin ke semua pemiliknya. Dan itu tidak mungkin bisa dia lakukan. Barang milik negara, haknya ada di tangan negara. Sehingga dia harus digunakan sesuai peruntukannya, yaitu untuk kepentingan negara dan rakyat. Karena ketika pengadaan barang ini, semua masyarakat memahami, ini untuk kepentingan bersama. Dalam islam, menguasai hak milik umum untuk kepentingan pribadi, baik penguasaan sementara atau selamanya (seperti korupsi), disebut dengan ghulul (hart khianat).

Syaikh Sulaiman al-Bujairami ulama Syafiiyah menyatakan, "Ghulul secara makna bahasa artinya khianat. Namun istilah ini lebih dikenal untuk menyebut orang yang mengambil harta ghanimah sebelum dibagi." (Hasyiyah al-Bujairami, 4/394).

Karena itulah, para ulama melarang menggunakan barang milik negara untuk kepentingan pribadi. Diantaranya Imam Ibnu Utsaimin rahimahullah . Beliau pernah ditanya, "Apa hukum menggunakan mobil milik negara untuk kepentingan pribadi?"

Jawaban beliau, "Mobil milik negara atau fasilitas lainnya milik negara, seperti mesin fotocopi atau lainnya, tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi seseorang. Karena barang ini dipergunakan untuk kemaslahatan umum. Jika seseorang menggunakannya untuk kebutuhan khusus, ini termasuk pelanggaran terhadap hak masyarakat umum, dan dia menguasai sendiri sementara orang lain tidak mendapatkan manfaatnya."

Beliau melanjutkan, "Sesuatu yang menjadi milik umum kaum muslimin, tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi. Dalilnya adalah bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengharamkan ghulul yaitu orang mengambil ghanimah untuk kepentingan pribadi, padahal itu milik bersama."

Lalu beliau ditanya, "Bagaimana jika atasan mengizinkan penggunakan fasilitas itu, apakah masih bermasalah?" Jawab beliau, "Tetap masalah, meskipun atasan mengizinkan penggunaan fasilitas ini. Karena fasilitas ini bukan milik atasan, bagaimana mungkin dia bisa memberikan izin untuk orang lain."(Liqaat Bab al-Maftuh, masalah no. 238).

Demikian. Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits/lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Berbanggalah bagi Para Wanita yang Hamil
Kamis, 26 Nov 2020 | 20:41 WIB
Berbanggalah bagi Para Wanita yang Hamil
Pandai-pandailah Menyesuaikan diri dengan Musim
Rabu, 25 Nov 2020 | 20:05 WIB
Pandai-pandailah Menyesuaikan diri dengan Musim
Jaga Lisan, Sibukkan Diri dengan Aib Sendiri!
Rabu, 25 Nov 2020 | 19:58 WIB
Jaga Lisan, Sibukkan Diri dengan Aib Sendiri!
Yuk Biasakan Anak Perempuan Berhijab dari Kecil
Senin, 23 Nov 2020 | 20:09 WIB
Yuk Biasakan Anak Perempuan Berhijab dari Kecil

KOMENTAR

Hukum Mobil Plat Merah untuk Kepentingan Pribadi

BERITA TERKAIT

PEMERINTAHAN

150 dibaca
Jelang Nataru, TPID Kabupaten Serang Diminta Antisipasi Gejolak Harga
319 dibaca
Sekda Entus: DWP Kabupaten Serang Harus jadi Perekat Masyarakat

POLITIK

60 dibaca
Pjs Bupati Serang Optimis Target 75 Persen Partisipasi Pemilih Tercapai
59 dibaca
Apel Bersama Pangdam Siliwangi, Wagub Pastikan Pilkada di Banten Aman

HUKUM & KRIMINAL

27 dibaca
Staf Khusus Menteri KKP Turut Diciduk KPK
87 dibaca
Resmob Polres Serang Kota Tembak Satu Pelaku Curanmor

PERISTIWA

71 dibaca
Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK
74 dibaca
Di Wilayah Hukum Polres Serang, Spanduk dan Baligho Ilegal Diturunkan

EKONOMI & BISNIS

94 dibaca
Pemkab Serang Upayakan Empat BUMD Dapat Suntikan Dana
112 dibaca
Widih, Start up Kaesang Dapat Dana Rp 29 Miliar
Top