Rabu, 27 Mei 2020

HPN 2020, PWI Pusat Gelar Anugerah Kebudayaan untuk Bupati/Walikota

Dari kiri Ridwan Kamil (Walikota Bandung), Hugua ( Bupati Wakatobi), dan Ali Yusuf ( Walikota Sawahlunto). Foto: Dok PWI.
Minggu, 10 Nov 2019 | 22:06 WIB - Nasional

lBC, Jakarta - Merayakan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin Kalimantan Selatan,  PWI Pusat kembali menggelar Anugerah Kebudayaan PWI Pusat untuk Bupati/Walikota. Ini yang kedua, setelah yang pertama 2016 pada HPN di Lombok. Sebagai pilar demokrasi ke-4, pers bertugas mendorong tidak hanya bidang politik dan ekonomi semata, tapi juga kebudayaan yang dicita-citakan sebagai landasan pembangunan.

Pendaftaran yang tadinya ditutup 15 November 2019, diperpanjang hingga 30 November 2019. "Untuk memberi waktu dan kesempatan pada Bupati dan Walikota ikut acara ini dengan persiapan yang matang," ujar Yusuf Susilo Hartono sebagai Pelaksana Anugerah Kebudayaan PWI Pusat.

Tujuan  penghargaan ini untuk memilih Bupati/Walikota yang "pro kebudayaan dan melek media". Yang sepak terjangnya memberikan inspirasi dan edukasi tentang perlunya membangun kabupaten/kota berbasis kebudayaan yang berkemajuan, masyarakatnya berkarakter, melek media, dan bijak dalam memanfaatkan medsos.

Adapun Bupati/Walikota yang pernah mendapatkan penghargaan ini tahun 2016, antara lain Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Tegal Enthus Susmono (alm), Bupati  Purwakarta Dedy Mulyadi, Bupati Wakatobi Hugua, dan Walikota Sawahlunto Ali Yusuf, dan Walikota Bandung Ridwan Kamil.

Pendaftaran melalui email pwianugerahkebudayaan@gmail.com.  Dengan melampirkan proposal yang di dalamnya berisi empat aspek.

Pertama, Aspek pemanfatan media massa dan media sosial, untuk wahana penguatan kebudayaan lokal, dan alat komunikasi  lokal-nasional dan global.

Kedua,  Aspek Aspek Peraturan Daerah tentang kebudayaan (cagar budaya, pelestarian  tradisi dan adat istiadat, bahasa, kesenian, museum, festival, pariwisata, kuliner, dll), dan bagaimana mengimplementasikannya sbg sarana pembinaan karakter, ekspresi kreatif,  mengukuhkan persatuan dalam keragaman, keadilan, dan kesejahteraan rakyat.

Ketiga, Aspek inovasi, berupa kebijakan, program hingga implementasi, yang mengarus-utamakan kebudayaan, sehingga mampu merevolusi mental masyarakat setempat, dalam mencapai kelestarian lingkungan, kemajuan, kesejahteraan (ekonomi)  yang berkeadilan (hukum).

Dan keempat. Aspek pendukung   pada aktualisasi nilai-nilai lokal yang berdaya nasional/global, berupa anggaran, even2, sarana/prasarana, SDM, dan publikasi/dokumentasi yang berkelanjutan.

Jika pada Anugerah Kebudayaan pertama memilih 7 Bupati/Walikota, pada pelaksanaan  kedua ini, direncanakan sampai 10 Bupati/Walikota. Adapun Tim Jurinya dari unsur Wartawan Senior Kebudayaan, Budayawan/akademisi, Pengurus PWI Pusat, perwakilan Apkasi dan Apeksi.

Para Bupati/Walikota terpilih, nantinya akan menerima trofi dan piagam Anugerah Kebudayaan PWI Pusat pada puncak perayaan Hari Pers Nasional di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 9 Februari 2020.

Penyelenggaraan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat yang kedua kalinya ini, PWI Pusat bekerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi ) dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

HPN 2020, PWI Pusat Gelar Anugerah Kebudayaan untuk Bupati/Walikota

PEMERINTAHAN

474 dibaca
Pemkab Serang Bentuk Satgas Ketahanan Pangan Daerah
601 dibaca
Pemkab Serang Bentuk Forum Konsultasi Pengadaan Barang Covid-19

POLITIK

995 dibaca
DPP Serahkan ke DPD Gerindra Banten Tentukan Balon Kada
1094 dibaca
PDIP Usulkan Tatu-Pandji di Pilkada Kabupaten Serang 2020

HUKUM & KRIMINAL

233 dibaca
Karyawan Swasta Nyambi Jualan Sabu, Ditangkap Deh
322 dibaca
Lagi, Polres Serang Tangkap Pelaku Pengedar Upal

PERISTIWA

399 dibaca
Warga Curug Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai
247 dibaca
Tak Dapat BST, Puluhan Warga Datangi Kantor Desa Carenang

EKONOMI & BISNIS

374 dibaca
Sekretaris Bapenda: Bank Banten Gagal Bayar Disebabkan Utang ASN dan DPRD
474 dibaca
Bupati Serang Sebut Bantuan Beras Harus Serap Petani Lokal
Top