Sabtu, 24 Agustus 2019

Harga Naik, Tatu Ajak Masyarakat Gerakan Masif Tanam Cabe

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat Sidak ke Pasar Baros, Kecamatan Baros pada Kamis, 8 Agustus 2019 pagi.[Foto: InilahBanten/Arif Soleh]
Kamis, 08 Agt 2019 | 20:15 WIB - Serang Ekonomi & Bisnis

lBC, Serang - Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengajak agar masyarakatnya secara masif membuat gerakan tanam cabe di pekarangan rumahnya. Menyusul, harga cabe rawit dan kriting yang melonjak menjelang lebaran idul adha 1440 Hijriyah.

“Tadi hasil pantau ke pasar, yang melonjak itu cengek (cabe rawit) sama cabe kriting. Itu tiga kali lipat melonjaknya, telur juga ada kenaikan tapi masih harga ribuan, ayam juga, ini yang luar biasa cabe rawit dengan kriting. Cabe rawit itu naik tiga kali lipat sampai Rp70 sampai Rp75 ribu per kilogram,” ujar Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Baros, Kecamatan Baros pada Kamis, 8 Agustus 2019 pagi.

Tatu mengatakan, menyikapi kenaikan harga cabe tersebut dirinya mengaku kesulitan untuk menekannya. Sebab petani di Kabupaten Serang tidak secara besar-besaran menanam cabe seperti petani di jawa. Dengan demikian, kendali harga cabe ada di petani Jawa.

“Ini agak susah kaena petani (cabe) bukan dikita, kita sedikit, pertahun itu informasi kita hanya 60 hektar, jadi enggak mengcover jadi tetap kendali harga itu masih di jawa tengah,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya akan coba berdiskusi dengan distan dan meminta agar masyarakat Kabupaten Serang bisa secara masif menanam cabe minimal dihalaman rumahnya masing-masing. Mereka bisa menanam cabe tersebut di pot, minimal untuk kebutuhan sendiri.

“Solusinya distan harus memaksa masyarakat untuk mau tanam cabe merah dan rawit, dan enggak sulit untuk dirinya saja. Karena kalau memperluas pertanian cabe kayanya dari distan enggak bisa semasif di Jawa tengah, apalagi cabe itu tanaman sensitif sama hama. Paling kita akan perluas pertanian bawang merah,” tuturnya.

Sedangkan untuk kenaikan harga telor dan daging ayam masih bisa disikapi dengan intervensi atau memberi subsidi kepada peternaknya setiap hari raya besar yakni Idul Fitri dan Idul Adha. “Jadi harganya asli peternak, kita subsidi transport dan kemasannya. Jadi masuk ke pasaran dengan harga normal.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang Abdul Wahid mengatakan, kenaikan ini terjadi karena memang menjelang lebaran idul adha. Dirinya pun sepakat jika masalah cabe ini karena petani cabe di Kabupaten Serang yang masih sedikit.

“Sehingga kita banyak ambil dari jawa, pasar rau juga dari jawa, jadi cabe mahal. Jadi anjuran ibu bupati supaya masyarakat tanam cengek (Cabe rawit) di pekarangan rumah sudah betul,” ujarnya.

Adapun untuk telur dan daging ayam, pihaknya akan antisipasi dengan sumbsidi. Diharapkan subsidi ini mulai bisa diterapkan tahun 2020. “Sudah direncanakan, jadi harga bisa murah. Misal harga telor Rp 25 ribu dari peternak kita subdisi Rp 5 ribu, jadi hanya Rp 20 ribu ke konsumen,” katanya.

Seorang pedagang di Pasar Baros, Aliyah mengatakan, saat ini harga cabe rawit merah mencapai Rp 90 ribu dan rawit hijau Rp 65 – 70 ribu. Kenaikan ini terjadi sejak idul fitri dan masuk ke idul adha. “Pasokan juga kurang, karena kemarau. Kalau saya biasa ambil di rau,” ujarnya.

Ia mengatakan, harga normal cabe rawit Rp 30-35 ribu, sedangkan cabe hijau RP 25-30 ribu. “Kalau harga lainnya normal, beras, bawang juga normal. Kalau tomat malah lagi turun. Karena harga cabe mahal, pembeli kurang juga sekarang, biasa beli 1 kilogram sekarang Cuma ¼ kilogram,” tuturnya.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Harga Naik, Tatu Ajak Masyarakat Gerakan Masif Tanam Cabe
katarBanten

PEMERINTAHAN

5472 dibaca
Disebut Masuk Bursa Menteri Jokowi, Ini Jawaban Andika
1232 dibaca
TAPD Tak Boleh Pangkas Anggaran Tanpa Seizin KPU dan Bawaslu
katarBanten1

POLITIK

334 dibaca
Hasil Muktamar, PKB Usung Kader di Pilkada Serang 2020
313 dibaca
Tak Penuhi Kuorum, Rapat Paripurna DPRD Banten Bahas APBD-P Batal

HUKUM & KRIMINAL

366 dibaca
Pemuda Ini Gunakan Akun Facebook Untuk Menipu Orang

PERISTIWA

257 dibaca
Kekeringan, Polda Banten Salurkan Air Bersih untuk Warga Pontang

EKONOMI & BISNIS

313 dibaca
Ini Dia Perlengkapan Perkayuan yang Wajib Dimiliki untuk Wood Working
Top