Selasa, 19 November 2019

Halal, Menantu Menikahi Ibu Mertuanya?

[foto ilustrasi]
Selasa, 03 Jul 2018 | 15:37 WIB - Mozaik Islami

STATUS mertua adalah tetap mahram, walau seseorang sudah tidak lagi bersama anak mertuanya, baik karena wafat atau cerai. Sebab orang tersebut sudah menggaulinya, maka mertuanya telah menjadi mahramnya.

Allah Ta'ala berfirman dalam surah An-Nisa' ayat 23:

"Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; IBU-IBU ISTRIMU(mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) ISTRI-ISTRI ANAK KANDUNGMU(menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Kecuali, jika dia bercerai atau istrinya wafat, dalam keadaan belum pernah jima', maka mertuanya boleh dinikahinya, alias bukan mahram.

Berikut ini, tertera dalam Tafsir Al Quran Al 'Azhim-nya Imam Ibnu Katsir Rahimahullah:

Berkata Ibnu Jarir: berkata kepada kami Ibnu Basyar, berkata kepada kami Ibnu Abi 'Adi, berkata kepada kami Abdul A'la, dari Sa'id, dari Qatadah, dari Khilas bin 'Amr dari 'Ali Radhiallahu 'Anhu, tentang seorang yang menikahi wanita lalu dia menceraikannya tapi belum menggaulinya, apakah dia boleh menikahi ibunya? 'Ali menjawab: "Ibu mertua (dalam hal ini) kedudukannya sama dengan anak tiri."

Berkata kepada kami Ibnu Basyar, berkata kepada kami Yahya bin Sa'id, dari Qatadah, dari Sa'id bin Al Musayyib, dari Zaid bin Tsabit, katanya:

"Jika seseorang menceraikan istrinya dan dia belum menggaulinya, maka tidak apa-apa dia menikahi ibunya (ibu dari istrinya)." (Tafsir Al Quran Al 'Azhim, 2/250)

Demikian. Wallahu A'lam. [Farid Nu'man Hasan/lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Hati dan Lidah, Penentu Keselamatan Seseorang
Minggu, 17 Nov 2019 | 21:17 WIB
Hati dan Lidah, Penentu Keselamatan Seseorang
Sikap Orang-orang yang Menolak Kebenaran
Minggu, 17 Nov 2019 | 21:04 WIB
Sikap Orang-orang yang Menolak Kebenaran
Awas, Ini Hukum Berhubungan Tanpa Sehelai Benang
Rabu, 13 Nov 2019 | 22:39 WIB
Awas, Ini Hukum Berhubungan Tanpa Sehelai Benang

KOMENTAR

Halal, Menantu Menikahi Ibu Mertuanya?

PEMERINTAHAN

88 dibaca
DPMD Kabupaten Serang Bentuk BUMDes, Ekonomi Masyarakat Meningkat
141 dibaca
Diskominfosatik Kabupaten Serang Akan Sosialisasikan Wali Data

POLITIK

278 dibaca
Hanya Ingin Dampingi Tatu, Pandji Daftar ke Gerindra
182 dibaca
Tatu Ajak Demokrat Tuntaskan Pembangunan Kabupaten Serang

HUKUM & KRIMINAL

152 dibaca
Buruh Pabrik Bawa Satu Paket Sabu
154 dibaca
Ringkus Tiga Pelaku Curanmor, Polisi Temukan 24 Paket Sabu

PERISTIWA

197 dibaca
Pasca Bom Bunuh Diri di Medan, Polres Serang Perketat Pemeriksaan
211 dibaca
Kebakaran di Pasar Baros, 300 Kios Ludes Terbakar

EKONOMI & BISNIS

33 dibaca
PUPR Putuskan Uang Muka Rumah Bersubsidi Cuman 1 Persen
136 dibaca
BUMD Pemkab Serang Kelola Pelabuhan Swasta 
Top