Senin, 20 Januari 2020

Halal, Menantu Menikahi Ibu Mertuanya?

[foto ilustrasi]
Selasa, 03 Jul 2018 | 15:37 WIB - Mozaik Islami

STATUS mertua adalah tetap mahram, walau seseorang sudah tidak lagi bersama anak mertuanya, baik karena wafat atau cerai. Sebab orang tersebut sudah menggaulinya, maka mertuanya telah menjadi mahramnya.

Allah Ta'ala berfirman dalam surah An-Nisa' ayat 23:

"Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; IBU-IBU ISTRIMU(mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) ISTRI-ISTRI ANAK KANDUNGMU(menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Kecuali, jika dia bercerai atau istrinya wafat, dalam keadaan belum pernah jima', maka mertuanya boleh dinikahinya, alias bukan mahram.

Berikut ini, tertera dalam Tafsir Al Quran Al 'Azhim-nya Imam Ibnu Katsir Rahimahullah:

Berkata Ibnu Jarir: berkata kepada kami Ibnu Basyar, berkata kepada kami Ibnu Abi 'Adi, berkata kepada kami Abdul A'la, dari Sa'id, dari Qatadah, dari Khilas bin 'Amr dari 'Ali Radhiallahu 'Anhu, tentang seorang yang menikahi wanita lalu dia menceraikannya tapi belum menggaulinya, apakah dia boleh menikahi ibunya? 'Ali menjawab: "Ibu mertua (dalam hal ini) kedudukannya sama dengan anak tiri."

Berkata kepada kami Ibnu Basyar, berkata kepada kami Yahya bin Sa'id, dari Qatadah, dari Sa'id bin Al Musayyib, dari Zaid bin Tsabit, katanya:

"Jika seseorang menceraikan istrinya dan dia belum menggaulinya, maka tidak apa-apa dia menikahi ibunya (ibu dari istrinya)." (Tafsir Al Quran Al 'Azhim, 2/250)

Demikian. Wallahu A'lam. [Farid Nu'man Hasan/lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Semua Menangis di Hari Kiamat ditolak 3 Hal Ini
Minggu, 19 Jan 2020 | 13:06 WIB
Semua Menangis di Hari Kiamat ditolak 3 Hal Ini
Seorang Muslim Lebih Bernilai Dibandingkan Dunia
Sabtu, 18 Jan 2020 | 14:28 WIB
Seorang Muslim Lebih Bernilai Dibandingkan Dunia
Subhanallah, Kita Lelah Saja Disukai Oleh Allah
Sabtu, 18 Jan 2020 | 00:24 WIB
Subhanallah, Kita Lelah Saja Disukai Oleh Allah
Saat Kemenangan dan Kegagalan Menyadarkan Kita
Sabtu, 18 Jan 2020 | 00:21 WIB
Saat Kemenangan dan Kegagalan Menyadarkan Kita

KOMENTAR

Halal, Menantu Menikahi Ibu Mertuanya?
x.ackd

PEMERINTAHAN

228 dibaca
Bupati Serang: APBD Rp 3 Triliun Adalah Amanah Rakyat
322 dibaca
Lantik 277 Pejabat, Bupati Serang Minta Pemerintah Kecamatan Siaga Bencana

POLITIK

246 dibaca
Buka Pendaftaran Calon PPK, KPU Pastikan Tak Ada TitipanĀ 
462 dibaca
KPU Kabupaten Serang Buka Pendaftaran Calon Anggota PPK

HUKUM & KRIMINAL

76 dibaca
Resmob Polda Banten Ringkus Pelaku Curanmor dan Penadah

PERISTIWA

209 dibaca
Banjir, Ratusan Rumah di Kecamatan Kasemen Terendam

EKONOMI & BISNIS

192 dibaca
Andika: Banten Siap Dukung Kebijakan Strategis OJK
Top