Selasa, 27 Oktober 2020

Hadiri Seren Taun Cisitu, Adde Rosi Dengarkan Curhat Masyarakat Adat

Minggu, 30 Agt 2020 | 13:12 WIB - Lebak

lBC, Lebak - Anggota komisi III DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa dengarkan curhatan masyarakat adat Kasepuhan Cisitu terkait dengan infrastukur hingga hukum adat ketika menghadiri upacara adat seren taun di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak pada Jumat, 28 Agustus 2020.

Adde Rosi Khoerunnisa yang juga istri Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengikuti rangkaian upacara adat Seren Taun Kasepuhan Cisitu. Meski seren taun pada tahun ini digelar dengan sederhana karena pademi Covid-19 namun upacara berjalan dengan khidmat.

Pada kesempatan tersebut, Aci sapaan Adde Rosi Khoerunnisa juga berkesempatan mendengarkan sejumlah aspirasi dan keluhan masyarakat adat yang mengeluhkan terkait adanya permasalahan hukum mengenai tanah masyarakat adat, hingga sejumlah infrastuktur desa.

Menanggapi hal tersebut didepan masyarakat adat Cisitu, Aci mengungkapkan bahwa saat ini DPR RI tengah merancang Undang-Undang Masyarakat Hukum Adat, dimana RUU tersebut masuk dalam perioritas program legislasi nasional (prolegnas) pada tahun ini.

"Nantinya RUU ini sangat penting untuk menata, menguatkan masyarakat adat melalui pengakuan dan penghormatan terhadap masyarakat adat dengan hak-haknya, seperti masyarakat adat cisitu yang dapat memanfaatkan potensi lahan tanpa harus bersinggungan dengan pemerintah karena masyarakat adat sangat dilindungi dan diakui keberadaannya," ujarnya.

Lebih lanjut, sebagai Istri dari Wakil Gubernur Banten, Adde Rosi juga menyampaikan bahwa setiap tahunnya Pemerintah Provinsi Banten selalu memberikan perhatiannya terhadap masyarakat adat salah satunya Kasepuhan Cisitu, namun pada tahun ini karena terjadi bencana Pandemi Covid-19 maka dilakukan refocusing anggaran.

"Insya Allah kita berdoa agar Covid-19 segera berakhir, sehingga 2021 pembangunan dapat kembali, jalannya bagus, jembatannya bagus, imah gede kita dorong agar dapat sesuai harapan," lanjutnya

Sementara itu Sekretaris Adat Kasepuhan Cisitu, Yoyo Yohanda mengungkapkan bahwa Masyarakat Adat Cisitu memegang erat budaya leluhur dengan tetap menjaga kelestarian alam, meskipun sebagian besar masyarakat adat memanfaatkan alam sebagai sumber kehidupan namun pantang merusak keseimbangan alam dikawasan kasepuhan Cisitu.

Dirinya juga berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian dan pengakuan, pasalnya beberapa waktu lalu lahan masyarakat adat sempat diakui oleh pemerintah pusat karena adanya perluasan taman nasional. "Karena kami mentaati hukum, kami gunakan jalur hukum, kami gugat ke MK dan alhamdulilah kami menang," ungkapnya.

Yoyo juga berterimakasih karena Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Provinsi Banten telah memberikan perhatian setiap tahunnya kepada masyarakat adat desa cisitu. "Alhamdulillah pendopo ini hasil bantuan dari pemerintah, pak wagub juga sudah membantu memperbaiki jalan. Semoga pademi ini segera selesai jadi pembangunan terutama jembatan sebagai akses utama kita dapat segera dibangun," pungkasnya.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Hadiri Seren Taun Cisitu, Adde Rosi Dengarkan Curhat Masyarakat Adat

PEMERINTAHAN

81 dibaca
Libur Panjang, Sekda : Mending Sama Keluarga
124 dibaca
Pemkab Serang Raih Penghargaan 5 Kali Opini WTP dari Kemenkeu

POLITIK

212 dibaca
Ucapan Terima Kasih Warga, Ratu Tatu Dihadiahi Bontot Pontang
276 dibaca
Ciptakan Pilkada Kabupaten Serang Aman Damai Sehat dan sejuk

HUKUM & KRIMINAL

91 dibaca
Dua Residivis Sindikat Curanmor Dibekuk Polisi
171 dibaca
Belum Dapat Untung jadi Pengedar Pil Heximer, Dua Pemuda Ditangkap

PERISTIWA

50 dibaca
Libur Panjang, Polres Serang Terjunkan 143 Personil di Pusat Keramaian
69 dibaca
Sajadah Pengimaman Mesjid Al-Falah Dibakar Diduga ODGJ

EKONOMI & BISNIS

72 dibaca
Waduh, Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik
594 dibaca
Kemendag-Facebook Berdayakan UMKM Indonesia
Top