Kamis, 21 Januari 2021

Gubernur BI Baru Diminta Fokus Jaga Rupiah

Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam - (Foto: Istimewa)
Minggu, 18 Mar 2018 | 21:01 WIB - Ekonomi & Bisnis

lBC, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam mengatakan sosok Gubernur Bank Indonesia yang bakal terpilih diharapkan fokus untuk menjaga stabilitas bahkan menguatkan nilai tukar rupiah untuk memajukan sektor perekonomian nasional.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu, 18 Maret 2018, Ecky menyatakan sangat menyoroti kinerja BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Kalau rupiah masih melemah terus artinya kinerja BI tidak memenuhi harapan Undang-undang," ucap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Menurut Ecky, bila mata uang rupiah nilainya terus terdepriasi akan menimbulkan sejumlah kerugian seperti cicilan utang luar negeri semakin mahal.

Ia mengingatkan potensi inflasi dari sisi impor pun semakin tinggi jika nilai tukar terdepresiasi.

Selanjutnya, Impor BBM akan mahal dan menyebabkan defisit neraca transaksi berjalan yang semakin lebar.

Secara keseluruhan, Ecky menegaskan depresiasi rupiah pun akan menyebabkan harga barangbarang impor pun semakin mahal. Padahal sebagian besar bahan baku industri masih dari impor.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sejak awal tahun lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Ia mengatakan fundamental ekonomi saat ini masih dalam keadaan baik sehingga penyebab pergerakan rupiah belum mengkhawatirkan, apalagi IHSG masih dalam keadaan stabil.

Bank Indonesia mengaku belum melihat potensi level depresiasi nilai tukar rupiah ke Rp15 ribu per dolar AS.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulverdi mengatakan saat ini fundamental ekonomi Indonesia cukup terjaga baik, terlihat dari laju inflasi di sasaran 2,5-4,5 persen (tahun ke tahun/yoy), defisit neraca transaksi pembayaran yang dijaga di 2,-2,5 persen PDB dan juga prospek pemulihan pertumbuhan ekonomi.

Jika ada proyeksi dari lembaga di luar BI mengenai depresiasi rupiah yang dalam, kata Doddy, angka yang muncul hanya merupakan angka psikologis berdasarkan uji ketahanan. [lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Dompet Dhuafa Berdayakan Perempuan Sokong
Jumat, 15 Jan 2021 | 09:21 WIB
Dompet Dhuafa Berdayakan Perempuan Sokong
Jokowi Dorong Modernisasi Pertanian
Senin, 11 Jan 2021 | 15:17 WIB
Jokowi Dorong Modernisasi Pertanian
Cuaca Buruk, Hasil Tangkap Ikan Nelayan Menurun
Sabtu, 09 Jan 2021 | 09:48 WIB
Cuaca Buruk, Hasil Tangkap Ikan Nelayan Menurun

KOMENTAR

Gubernur BI Baru Diminta Fokus Jaga Rupiah

BERITA TERKAIT

INILAH BANTEN

65 dibaca
Brimob Polda Banten, Siap Antisipasi Penanggulangan Bencana
100 dibaca
HPN 2021 SMSI Sumbang Jalan dan Sarana Sanitasi

INILAH SERANG

31 dibaca
HPN 2021, SMSI Tuntaskan Bangun Jalan dan Sanitasi untuk Masyarakat
72 dibaca
11 Kali Beraksi, 5 Pelaku Spesialis Bobol Minimarket Diringkus

HUKUM & KRIMINAL

72 dibaca
11 Kali Beraksi, 5 Pelaku Spesialis Bobol Minimarket Diringkus
309 dibaca
Sedang Tidur, Pengedar Sabu Ditangkap Dirumahnya

POLITIK

97 dibaca
KPU Pandeglang Siapkan Materi Gugatan di MK
115 dibaca
Sekda: Pelantikan Bupati-Wakil Bupati Serang Diharap 17 Februari

PENDIDIKAN

151 dibaca
Nadiem Makarim Bicara Korban Sriwijaya Air
280 dibaca
Tenaga Pengajar Berstatus ASN di Pandeglang Masih Minim
Top