Jumat, 26 April 2019

Giliran KMS-30, Aksi Tuntut WH Mundur dari Jabatan Gubernur Banten

Aksi KMS-30 di Depan UIN Banten Ciceri Kota Serang pada Jum'at, 12 April 2019.
Jumat, 12 Apr 2019 | 17:52 WIB - Serang Peristiwa

lBC, Serang – Sejumlah aktivis mahasiswa dari Komunitas Soedriman (KMS-30) menggelar aksi di depan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Banten Ciceri Kota Serang pada Jum’at, 12 April 2019. Dalam aksi mereka menuntut agar Gubernur Banten, Wahidin Halim mundur jabatannya.

Aksi agar dicopotnya Wahidin Halim dari jabatan Gubernur Banten pun dilakukan dua kali dalam sepekan oleh puluhan massa dari Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa (HMI) Sejabodetabek-Banten di KP3B Curug Kota Serang.

Dalam aksi yang dilakukan KMS-30 dengan pengawalan ketat Petugas Kepolisian dari Polres Serang Kota menilai, pada tanggal 12 April 2019, Gubernur dan Wakil Gubernur Banten berada pada 23 bulan masa jabatannya. Namun, selama itu pula Banten di bawah kepemimpinan mereka, belum terlihat secara signifikan pembangunan yang dilakukan.

“Tiga janji politik yang digembar gemborkan terkait kesehatan gratis, pendidikan gratis, dan pembangunan infrastruktur, nyatanya hingga saat ini belum terealisasi secara sempurna,” kata Kordinator Aksi KMS-30, Japra dalam rilis yang dibagikan.

Hal ini terbukti dari beberapa kasus yang terjadi. Seperti yang diketahui, pada bulan Agustus 2018 Badan Pusat Statistik mencatat bahwa Banten menduduki posisi peringkat teratas Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dengan peresentase 8,52%. Menurut pendidikan, tertinggi ada pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 11,24%. Kemudian disusul tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,95%, Diploma I,II,III sebesar 6,2%, Universitas sebesar 5,89%, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 4,80%, dan SD kebawah sebesar 2,34%.

“Hal ini belum teratasi sampai saat ini, Banten masih menduduki posisi pertama dalam tingkat pengangguran Nasional,”tukas Japra.

Kemudian, perihal pembangunan infrastruktur hingga saat ini masih ada sekitar 120-130 KM jalan rusak di pelosok Banten yang belum dibenahi. Selain itu belum ada perubahan signifikan mengenai pendidikan gratis yang dijanjikan. Kesehatan gratis yang hanya menggunakan KTP, nyatanya gagal terealisasi.

Dan satu kasus yang sedang hangat diperbincangkan hari ini adalah mengenai tiga orang pejabat pemerintahan yang tertangkap tangan oleh Bawaslu melakukan pelanggaran kenetralan sebagai seorang ASN. Diberitakan bahwa tiga orang ASN ini ikut tergabung pada grup whatsapp kemenangan putra mahkota anak dari Gubernur Wahidin Halim, Fadhlin Akbar yang menjadi caleg DPD.

Bawaslu Provinsi Banten sebelumnya melakukan pemeriksaan pada lima orang pejabat, yaitu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babar Suharso, Kepala Dinas Pertanian Agus Tauchid, Kepala Badan Pengembangan SDM Daerah Banten Endarwati, Kasubag TU Kantor Cabang Dinas (KCD) pendidikan wilayah Pandeglang Asep Saifullah dan Kasubag TU KCD Pendidikan wilayah Cilegon-Serang Fathurrohman.

“Namun untuk dua terlapor lainnya tidak cukup kuat alasannya, sehingga tidak direkomendasikan untuk diberi sanksi,” kata  Badrul Munir, Komisioner Bawaslu Banten.

“Hal ini sangat amat membuktikan bahwa Gubernur Banten tidak mampu mewujudkan Good And Clean Governance . Tidak ada tindakan tegas yang dilakukan dalam pelanggaran ini,”kata Japra.

“Kami menuntut, ciptakan good and clean governance di Provinsi Banten, realisasikan 3 janji politik, dan tindak tegas ASN yang terlibat dalam kampanye,”tegasnya.

Dengan demikian, 23 bulan WH-Andika menjabat sebagai Gubernur Banten hingga hari ini patut di tegaskan keseriusannya dalam menjalankan roda pemerintahan di Provinsi Banten. Japra mendesak agar mereka mundur dari jabatannya atau dimundurkan.

“Menurunkan atau mengundurkan diri dari jabatannya. Karena kami khawatir jika Provinsi Banten masih di pimpin mereka berdua maka Banten akan mengalami stagnasi, dan kemunduran seperti kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya,”tandas Japra.

Reporter: Arif Soleh
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Giliran KMS-30, Aksi Tuntut WH Mundur dari Jabatan Gubernur Banten

PEMERINTAHAN

203 dibaca
Tatu Optimis Pemkab Serang Raih WTP Tanpa Catatan dari BPK RI
6828 dibaca
Soal Tiga Guru Dilantik jadi Pejabat, Gubernur WH: Apa, Apa?
5969 dibaca
Guru Diangkat jadi Pejabat, Ombudsman Sebut Melanggar SE MenPAN- RB

POLITIK

21747 dibaca
Akui Kalah di Banten, Ketua TKD Salahkan Masyarakat dan Kyai Ma'ruf
224 dibaca
Tunggu Hasil Resmi KPU, Andika: Kita Jaga Kondusifitas
202 dibaca
Gubernur Tunggu Rekomendasi KASN Soal Tiga ASN Dukung Calon DPD RI

HUKUM & KRIMINAL

194 dibaca
Polisi Tembak Dua Tersangka Perampok Spesialis Mini Market
125 dibaca
Dua Ribu Gram Sabu dari Jaringan Internasional Dimusnahkan
181 dibaca
Polda Selidiki Pemalsuan 80 SPBJ Palsu di Tangerang

PERISTIWA

1252 dibaca
Pertemuan Gubernur Banten dengan HMI Serang Tuai Kritikan
262 dibaca
Satu Petugas KPPS Meninggal Dunia, Bupati Serang Berduka
269 dibaca
Ricuh Saat Demo Gubernur, HMI Lapor ke Propam Polda Banten

EKONOMI & BISNIS

64 dibaca
Layani Pensiunan, Bank Banten Jalin Kemitraan dengan BPR Baturaja
186 dibaca
Bank Banten Dukung Layanan Samsat Nasional Modern Channel
Top