Kamis, 27 Juni 2019

Gaji Guru Naik Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Menekan Angka Pengangguran

[Foto: Mufin/lnilahBanten]
Jumat, 07 Des 2018 | 06:12 WIB - Banten Serang Pemerintahan

lBC, Serang - Gubernur Banten Wahidin Halim menyampaikan bahwa dengan pendidikan gratis dan menaikan gaji serta intensif guru di Provinsi Banten, dapat meningkatkan kualitas pendidikan sehingga mampu menekan angka pengangguran yang tinggi. Hal ini disampaikan gubernur dalam Acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) dengan tema “Membangun Indonesia Dengan Tenaga Kerja Berkualitas” di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Curug, Kota Serang pada Kamis, 6 Desember 2018.

Turut hadir dalam acara ini Menteri Riset Teknologi, dan Perguruan Tinggi Prof. H. Mohamad Nasir, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad, Direktur kerja sama dan pemberdayaan kementrian PUPR Dewi Chomistriana serta, Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Soleh Hidayat.

Gubernur menyampaikan dalam paparannya, Provinsi Banten memiliki angka IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang tinggi, inflasi yang rendah, rakyat miskin berkurang, namun angka pengangguran yang tinggi. Gubernur menjelaskan tingginya angka pengangguran ini banyak disumbang oleh lulusan SMK yang belum secara maksimal terserap oleh industri-industri yang ada di Provinsi Banten.

Selain itu, Gubernur menyampaian banyak siswa-siswa di Provinsi Banten tidak maksimal dalam menyelesaikan pendidikan karena biaya pendidikan yang tinggi. Oleh sebab itu Gubernur menggratiskan biaya pendidikan serta menaikkan gaji dan insentif dari guru-guru yang ada di Provinsi Banten. Diharapkan dengan hal itu, kuliatas dari tenaga kerja di Provinsi Banten akan semakin lebih baik lagi.

Selanjutnya, dengan meningkatkan infrastruktur serta membuka daerah-daerah yang hingga saat ini masih terisolasi di Provinsi Banten, akan mempermudah dalam pengelolaan sumber daya alam yang ada. Sehingga jumlah pengangguran yang tinggi saat ini tidak hanya fokus pada penyerapan industri-industri semata, namun mampu memkasimalkan sumberdaya alam yang ada di Banten atau bahkan dapat membuka lapangan pekerjaan.

“Provinsi Banten adalah Provinsi yang kaya, selain itu letaknya yang strategis menjadikan Provinsi Banten memiliki potensi yang besar. Selah atunya adalah sector pariwisata yang sangat baik. Kita akan kelola pariwisata di Provinsi Banten suapaya kedepannya sector pariwisata bisa menjadi salah satu produk unggulan dari Provinsi Banten,” ujar Gubernur.

Dalam Acara Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) ini, Menteri Riset Teknologi, dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir menyampaikan, saat ini Indonesia memiliki tantangan kebutuhan tenaga kerja berkualitas dan terampil di era industri 4.0. Sehingga diperlukan persiapan yang matang guna menghadapi tahun 2030 dengan demografi pekerja di Indonesia yang mencapai puncaknya bahkan bisa menjadi pusat perekonomian Asia, hingga dunia.

Selanjutnya Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad menyampaikan, saat ini pemerintah pusat tengah berkonsentrasi mencari cara bagaimana meningkatkan kualitas dari SMK-SMK yang ada di Indonesia. Selain itu, peningkatan mutu guru pun tak luput dari perhatian pemerintah pusat. Selanjutnya, penyelarasan kurikulum menjadi poin penting guna mengetahui kebutuhan dari dunia kerja itu sendiri, ditambah dengan sertifikasi kompetensi sebagai legitimasi bagi para lulusan SMK sebagai bukti keahlian yang dimiliki apakah sudah sesuai dengan standar yang ada atau belum.

Selanjutnya Direktur kerja sama dan pemberdayaan kementrian PUPR Dewi Chomistriana menyampaikan, saat ini terdapat 994.000 tenaga kerja di bidang konstruksi, namun yang memiliki sertifikat hanya berjumlah 506.195. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi kementerian PUPR karena dalam pengerjaan program-program dari Kementerian PUPR pada tahun ini mencapai 108 triliun dan sudah mewajibkan semua pekerja memiliki sertifikat profesi dalam pengerjaan proyek-proyek tersebut.

“Banyak pekerja yang memiliki kompetensi namun belum memiliki sertifikat, dengan itu kami memiliki solusi seperti melakukan pelatihan secara online. Dan hingga desember tahun ini ada 85.164 pekerja yang sudah disertifikasi, dan kami akan terus meningkatkannya,” ujar Dewi.

Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) merupakan kegiatan guna memberikan solusi untuk mengurai permasalahan krisis komunikasi publik. Forum tersebut bertjuan menyebarluaskan informasi program dan keberhasilan pemerintah. Di Provinsi Banten, pelaksanaan FMB atas inisiasi KemenKominfo RI bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten Komari mengapresiasi kegiatan tersebut, karena Pemerintah Provinsi Banten bisa turut serta menyebar luaskan informasi pembangunan dalam acara tersebut.[kominfo]

Redaktur: Mufin
Bagikan:

KOMENTAR

Gaji Guru Naik Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Menekan Angka Pengangguran

PEMERINTAHAN

556 dibaca
Pemkab Serang Terapkan Sistem Berbasis Elektronik
1202 dibaca
Pemprov Banten Merubah RPJMD 2017-2022, Ini Sebabnya
1407 dibaca
Perencanaan APBD Banten 2019, Pembangunan Fisik Harus Selesai November

POLITIK

1207 dibaca
Pilkada Kabupaten Serang 2020, KPU Ajukan Anggaran Rp85 Miliar
1392 dibaca
2 Tahun Kepemimpinan WH-Andika, Eks Relawan Bentuk Tim Kajian 
10973 dibaca
Arwan Benarkan Ucapan Gubernur WH ‘Siapa Suruh jadi Relawan’

HUKUM & KRIMINAL

642 dibaca
Cabuli Siswa Hingga Hamil, 3 Oknum Guru Terancam 20 Tahun Penjara
2158 dibaca
Kapolda Banten Berhentikan Dua Anggota Polri
494 dibaca
Dua Spesialis Pencuri Rumsong Dibekuk Resmob

PERISTIWA

373 dibaca
Peringati HANI 2019, Bupati Serang Canangkan Program Bersih dan Aman
305 dibaca
Angka Kematian Ibu dan Bayi Tinggi, Pemkab Serang Siaga Satu
1420 dibaca
Ops Cipta Kondisi, Polres Serang Minimalisir Pergerakan Massa

EKONOMI & BISNIS

542 dibaca
Dekopinwil Banten Diminta Lakukan Perubahan di Era Digital
524 dibaca
WH Ingatkan Tertinggal Revolusi 4.0, Menganggur Kita
Top