Rabu, 27 Maret 2019

Fitnah yang Lebih Rasul Takutkan dibandingkan Dajjal

[foto ilustrasi]
Jumat, 11 Jan 2019 | 23:15 WIB - Mozaik Islami

FITNAH Dajjal adalah fitnah terbesar semenjak Allah Taala menciptakan Adam sampai hari kiamat. Keluarnya Dajjal termasuk di antara rangkaian tanda-tanda besar perbandingan hari kiamat.

Allah Taala menciptakannya mendukung beragam kemampuan di luar kemampuan manusia biasa. Hal tersebut menjadikan akal terkagum-kagum menjadi bingunglah manusia yang dipahami.

Telah diriwayatkan dalam hadits shahih bahwasannya Dajjal membawa kebun dan api. Apinya adalah kebun sedangkan kebunnya adalah api. Dia meminta langit untuk menurunkan hujan dan menyuruh bumi menumbuhkan berbagai tanaman.

Dajjal telah menutup kebenaran dengan kebathilan serta menutup kekufurannya dengan kebohongan. Kemampuannya yang menimbulkan kerancuan yang mendorong akal, sehingga membuat manusia tertipu darinya.

Besarnya fitnah yang menyebabkan Dajjal menyebabkan hal ini menjadi perbincangan para sahabat. Mereka khawatir dan takut fitnah tersebut menimpanya. Tatkala Nabi Shalallahu alaihi wa sallam menjumpai mereka dalam keadaan demikian, ia menyumbangkan satu hal yang lebih jauh ia khawatirkan dari fitnah Dajjal !.

"Maukah aku berbagi sesuatu yang lebih baik takkan menukar kalian dari Al Masiih Ad Dajjal? Tentu Wahai Rasulullah, jawab para sahabat. Majah, disetujui hasan oleh Al Albani).

Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Sesuatu yang paling aku takutkan menimpa kalian (para sahabat) adalah syirik asghar. Para Sahabat bertanya apa itu? oleh Al Albani). Riya adalah seseorang memperbagus dan menghiasi ibadah yang dia lakukan, agar orang lain melihatnya.

Tujuannya adalah pujian dan sanjungan manusia atau maksud lain yang semisal (Ianatul Mustafiid hal. 646). Jadi maksud pembahasan riya di sini fokus pada Ibadah yang asas pokoknya adalah keikhlasan untuk mendapatkan rida Allah Taala.

Orang yang berarti ia memalingkan asas ini dengan tidak semata-mata meminta rida Allah atas ibadah yang dilakukan, sehingga melakukan itu termasuk kesyirikan. Perbuatan riya termasuk Syirik Khafiy (tersamar) yang menjangkiti niat dan tujuan pelakunya, serta dzahir dia beribadah untuk Allah Taala. Mengenai jenis Syirik Khafiy adalah sumah, yaitu seseorang beribadah agar manusia berbicaranya.

Syaikh ibnu utsaimin rahimahullah dalam kitab Al Qoul Al Mufiid mengatakan termasuk beribadah dengan tujuan yang ingin dilihat manusia adalah beribadah agar manusia mendengarkannya. Pelakunya disebut musammi (orang yang melakukan sumah).

Riya dan Sumahtua adalah tindakan syirik. Memiliki memuji dalam tujuan ibadah, yaitu sebatas mengharapkan pujian atau sanjungan manusia. Ada perbedaannya pada jenis ibadah yang dilakukan. Riya menjangkiti ibadah badan memperbaharui shalat dihadapan orang lain, sedangkan sangkar menjangkiti ibadah lisan memperindah bacaan Al Quran di hadapan manusia. [lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Fitnah yang Lebih Rasul Takutkan dibandingkan Dajjal

PEMERINTAHAN

6749 dibaca
Soal Tiga Guru Dilantik jadi Pejabat, Gubernur WH: Apa, Apa?
5902 dibaca
Guru Diangkat jadi Pejabat, Ombudsman Sebut Melanggar SE MenPAN- RB
1724 dibaca
Ini 202 Nama Pejabat Pemprov Banten yang Dilantik
dvvdv wagub

POLITIK

824 dibaca
Gubernur Wahidin Ajak Warga NU Banten Dukung Ma'ruf Amin di Pilpres
548 dibaca
Pelapor ASN Dukung Calon DPD RI Anak Gubernur Banten Diperiksa Bawaslu
229 dibaca
Survei Demokrat: Masyarakat Tidak Puas atas Kinerja Gubernur dan Wagub Banten

HUKUM & KRIMINAL

344 dibaca
Personil Polsek Cikande Berhasil Selamatkan Uang Nasabah Rp80 Juta
269 dibaca
Kepergok Akan Mencuri, Warga Lampung Tewas di RSUD Serang

PERISTIWA

4159 dibaca
10 Ribu Forum Honorer Tetap Akan Demo Dindikbud Banten Terkait Pemecatan 6 Guru
Top