Senin, 18 Oktober 2021

Filosofi dan Keutamaan Umroh

[foto istimewa]
Senin, 28 Jan 2019 | 15:47 WIB - Mozaik Islami

Oleh: K.H. Eeng Nurhaeni

Perbincangan publik mengenai rencana perjalanan umroh santri Al-Bayan dan Alfafa, baik di media massa maupun online, kiranya perlu saya tanggapi dengan penuh rasa syukur yang mendalam. Kadang saya berpikir, bahwa kemampuan finansial keluarga-keluarga Indonesia, yang dipakai untuk kepentingan kredit kendaraan maupun kunjungan wisata ke tempat-tempat strategis, begitu besar pada tiap tahunnya.

Pemanfaatan ekonomi yang merupakan anugerah atas rizki Allah, akan membawa keberkahan jika dikelola untuk hal-hal yang bermaslahat. Ziarah ke Masjidil Haram (Mekah), masjid Nabawi (Madinah), masjid Aqsha (Palestina) yang masih teritorial wilayah Asia, bukanlah sesuatu yang sulit dijangkau oleh perjalanan wisata dari keluarga-keluarga Indonesia.

Logikanya, jika mampu mengkredit kendaraan senilai sejuta hingga dua juta rupiah perbulan, maka dalam jangka satu tahun menabung, perjalanan menuju Mekah bukanlah sesuatu yang mustahil. Padahal, untuk memasuki tempat-tempat rekreasi seperti Dufan (Jakarta), Taman Safari (Bogor), atau menuju tempat-tempat ziarah walisongo (di seluruh Jawa), dalam sehari perjalanan bersama keluarga, uang lima hingga sepuluh juta mudah sekali melayang dari saku kita.

Dalam hal ini, para santri di pesantren Al-Bayan dan Alfafa mencoba membuktikan bahwa kerjasama yang dilakukan pimpinan pondok dan mitra kerjanya, bersama para santri yang didukung oleh doa-restu orang tua mereka (wali santri), berikhtiar memberangkatkan 60 lebih santri putera-puteri kelas 6, berikut para guru pembimbingnya. Mewakili para santri di seluruh Banten – dengan izin Allah – kami beritikad keras untuk merealisasikan gagasan mulia ini pada awal Februari 2019 mendatang.

Di samping mengunjungi tempat-tempat istijabah di hadapan Multazam, Hijir Ismail, juga di Raudhah, yakni suatu tempat yang sering ditapaki oleh jejak-langkah Rasulullah antara mimbar khutbah dan rumah beliau (kini menjadi makam Rasulullah Saw). Kita patut bersyukur bahwa dalam perjalanan umroh ini, para santri akan dipandu untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang-waktu tersebut. Mereka senantiasa bermunajat atas keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Banten, berdoa agar Gubernur, para bupati dan walikota bersama mitra kerjanya, diberi kekuatan iman dan takwa dalam melayani masyarakat Banten. Para santri memohon pada Allah Swt agar bangsa Indonesia dikaruniai pemimpin yang memenuhi kriteria sebagai leadership diamond, seorang pemimpin yang jujur, amanah, komunikatif (tabligh) dan cerdas (fathanah).

Di samping itu, para santri akan menikmati keutamaan solat di Masjidil Haram dengan besarnya pahala yang dilimpahkan ibarat solat 100.000 rakaat, serta solat di Masjid Nabawi ibarat 1000 hingga 10.000 rakaat bila dibandingkan solat di masjid manapun di seluruh dunia ini. Di sinilah daya magnet melakukan ibadah dan ziarah menuju Mekah dan Madinah. Suatu keutamaan dan kemuliaan yang dijanjikan Allah sebagai tempat satu-satunya yang tak mungkin tertandingi oleh ribuan bahkan jutaan tempat peziarahan di belahan bumi manapun di jagat raya ini. Bahkan bagi mereka yang mampu melaksanakannya secara rutin – minimal setahun sekali – terdapat jaminan Allah berupa kaffarah, yakni penyucian kembali atau penebusan dosa antara satu perjalanan umroh dengan umroh berikutnya.

Keutamaan ini adalah ketentuan Allah yang takkan tergeser oleh sejarah manapun dalam peradaban umat manusia. Sejarawan dan ilmuwan tak mungkin menemukan kesamaan atau bahkan melebihi keutamaan Mekah dan Madinah. Sekian ribu penemuan situs arkeologi akhir-akhir ini, tak ada yang sanggup menandingi tempat termulia yang ditentukan Allah sampai akhir zaman.

Silakan membandingkannya dengan tempat-tempat ziarah dan wisata terbesar di dunia ini, seperti Piramida di Mesir, Stupa di Borobudur dan India, Pagoda di Ragoon dan Jepang, Zikurrat di Babilonia, Menara Katedral di Eropa, Totem di suku-suku Indian, Kubah di Roma dan Turki, Gunung Olimpia di Yunani, Bukit Sion di Israel, Fuji di Jepang, Mahameru di India. Bandingkan semuanya itu dengan kebesaran dan keagungan Ka’bah di Mekah, yang bentuknya agak beda dengan tempat-tempat lain yang kebanyakan segitiga dengan titik mengerucut ke arah langit. Tetapi Ka’bah berbentuk kubus segi empat, yang setiap menit dan detik tak lepas dari kumandang talbiah menyatakan kebesaran Allah Yang Maha Kuasa, tidak berserikat, dan segala puja-puji dan kenikmatan sejati hanyalah milik Allah Swt.

Labbaikallahumma labbaik, kita patut bersyukur karena tidak setiap orang mampu mendapat anugerah yang datang atas kasih sayang-Nya. Berapa banyak orang yang mampu secara ekonomi dan fisik, tapi belum terketuk hatinya karena Allah belum mengizinkannya. Namun sebaliknya, berapa banyak orang yang tak mampu secara ekonomi tapi ketika sudah sampai waktunya memperoleh anugerah Allah, mereka dengan mudah menginjakkan kakinya untuk beribadah di tempat-tempat tersebut. Maha Besar Allah atas segala rencana dan kehendak-Nya. Senantiasa kita limpahkan rasa syukur, bahwa kaum muslimin Banten, yang diwakili oleh para santri Al-Bayan dan Alfafa, Insya Allah dapat melaksanakan hajatan yang mulia ini.

Seraya mewakili masyarakat Banten pula, para santri akan berziarah ke makam-makam pada sahabat Nabi dan para tabi’in, termasuk ulama besar Syekh Nawawi Al-Bantani di Ma’la (Arab Saudi). Dalam sejarahnya, Syekh Nawawi sebagai ulama besar kelahiran Desa Tanara, Banten, sempat dijuluki “Sayyidul Hijaz” oleh pemerintah Arab Saudi. Sejak usia 15 tahun, ia menuntut ilmu di tanah kelahiran Islam itu di bawah bimbingan para guru dan ulama-ulama besar di Makkah al-Mukarromah.

Melalui literatur sejarah Islam, kita mengenal Syekh Nawawi, ketika menjadi pengajar dan membuka majlisnya sendiri, beliau didatangi murid-murid yang menuntut ilmu dari seluruh penjuru dunia. Meskipun belum sempat ia menjadi pengajar di negerinya sendiri, tetapi di antara murid-murid terbaiknya terdapat seorang pemuda warganegara Indonesia yang bernama Hasyim Asy’ari. Inilah yang membuat sosok Syekh Nawawi tak bisa dilepaskan dari cikal-bakal berdirinya “Nahdlatul Ulama” sebagai organisasi keagamaan terbesar di samping organisasi Muhammadiyah yang terus eksis di republik ini.

Prof. Dr. Tihami, dalam seminar tentang Revitalisasi Kesultanan Banten beberapa waktu lalu, menegaskan bahwa roh dan spirit dari kesultanan Banten hingga Syekh Nawawi tetap melekat dalam pikiran dan perasaan anak-anak muda Banten masakini. Nilai-nilai produktivitas, kearifan lokal, kepahlawanan dan kegagahan mereka tidak akan lekang oleh waktu, dan tidak lapuk ditelan zaman.

Konsep sejarah kebudayaan yang ilmiah ini, akan saya coba manifestasikan dalam praktek amaliah bersama para generasi muda Banten, khususnya bersama anak didik kami di pesantren Al-Bayan dan Alfafa. Pada jiwa dan semangat mereka, simbol-simbol yang melekat secara emosional, moral dan kultural dari tipikal manusia Banten semakin kentara jelas. Semangat berkarya dan berbuat lillahi ta’ala, berkorban untuk melakukan apa saja yang bermaslahat bagi kepentingan umat, akan menjadi wahana pendidikan dan pengetahuan santri, baik secara teoritis maupun praksis.

Pada akhirnya, segala bantuan, dukungan, dan doa dari berbagai pihak, baik moril maupun materil akan menjadi catatan bagi pahala amal jariyah yang tak terhingga. Semoga perjalanan ini senantiasa dalam lindungan dan rahmat-Nya, hingga memberikan contoh dan teladan bagi dunia pendidikan kita, serta kontribusi yang baik terhadap pembangunan akhlak dan moral bangsa, khususnya masyarakat Banten. Amin ya rabbal alamin.  (*)

Penulis Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bayan dan Alfafa, Rangkasbitung, Lebak

Bagikan:

KOMENTAR

Filosofi dan Keutamaan Umroh

INILAH SERANG

201 dibaca
Resmob Polres Serang Tangkap Dua Pengecer Judi Togel
147 dibaca
Penilaian KI Banten Kabupaten Serang Berpotensi Paling Informatif
180 dibaca
Pengedar Pil Koplo Ditangkap Satresnarkoba Polres Serang Saat Menonton Tv

HUKUM & KRIMINAL

201 dibaca
Resmob Polres Serang Tangkap Dua Pengecer Judi Togel
180 dibaca
Pengedar Pil Koplo Ditangkap Satresnarkoba Polres Serang Saat Menonton Tv
223 dibaca
Dikenakan Pasal Berlapis, Polda Banten Lakukan Penahanan Terhadap Brigadir NP

POLITIK

133 dibaca
Jelang Pilkades Serentak, Kapolres Serang Kunjungi Ketua MUI
178 dibaca
Pilkades Serentak di Kabupaten Serang Digelar 31 Oktober 2021
594 dibaca
Polres Serang Kirim 150 Personil Bantu Pengamanan Pilkades Serentak di Kabupaten Tangerang

PENDIDIKAN

184 dibaca
Wagub Andika Ingin Perencanaan Pembangunan Berbasis Teknologi Tepat Guna
240 dibaca
Baznas Pandeglang Gulirkan Ratusan Juta untuk Program Studi Mahasiswa
Top