Senin, 16 Mei 2022

Era Globalisasi Melahirkan Masyarakat Semakin kritis

[Foto Kominfo]
Jumat, 01 Jun 2018 | 02:34 WIB - Serang Pendidikan

lBC, Serang - Gubernur Banten Wahidin Halim atau yang karib disapa WH menyampaikan materi perkuliahan kebijakan publik pada mahasiswa pascasarjana Magister Administrasi Publik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa pada Kamis, 31 Mei 2018.

Disela-sela kesibukannya sebagai Gubernur Banten, WH menyempatkan diri menjadi dosen di Untirta pada program Kebijakan Publik. Dalam perkuliahan tersebut, WH memaparkan materi tentang Pengaruh Politik Terhadap Kebijakan Publik.

"Di era globalisasi ini telah mendorong masyarakat yang semakin melek teknologi informasi telah melahirkan tipe masyarakat yang semakin kritis, hal itu pula yang menjadikan semakin peduli terhadap kebijakan publik, sehingga pemerintah harus semakin responsif dan akomodatif,” ujar WH saat menyampaikan materi perkuliahan.

Perihal keterpengaruhan politik terhadap kebijakan publik, WH mengatakan bahwa perumusan kebijakan publik terjadi melalui proses politik.

"Gagasan kebijakan sebagai politik, dan gagasan politik sebagai kebijakan yang diimplementasikan melalui rangkaian administrasi dan birokrasi," kata WH.

"Kebijakan publik tidak bisa dipisahkan dengan birokrasi karena kebijakan publik selalu dihubungkan dengan kegiatan pemerintah" tambahnya.

Dalam kesempatan itu, perkuliahan cukup interaktif antara dosen (WH-red) dengan mahasiswa. Pertanyaan terlontar dari mahasiswa yang bertanya mengenai siapa aktor atau pemeran dalam sebuah kebijakan publik.

"Siapa sebenarnya aktor atau pemeran kebijakan publik itu," tanya mahasiswa kepada WH.

WH menjawab bahwa dalam kebijakan publik itu ada aktor/pemeran serta resmi dan aktor/pemeran serta tidak resmi.

"Dalam kebijakan publik tentu tidak terlepas dari aktor pemeran, seperti yang diungkapkan dalam bukunya Budi Winarno (proses, teori dan studi kasus) bahwa ada aktor pemeran serta resmi dan aktor pemeran serta tidak resmi yang masing-masing mempunyai peranan khusus dalam sebuah kebijakan," jawab WH.

"Aktor resmi itu seperti agen pemerintah, presiden, kepala daerah (eksekutif) legislatif dan yudikatif, sedangkan aktor tidak resmi yaitu kelompok kepentingan (pengusaha/swasta), partai politik, warga negara individu. Masing-masing inilah yang ikut berperan dalam perumusan kebijakan," tambah WH.

Acara perkuliahan berlangsung sekitar 2 jam dan diikuti oleh puluhan mahasiswa pascasarjana administrasi publik Untirta. Diketahui bahwa WH merupakan alumni doktoral UNPAD dan telah resmi sebagai dosen luar biasa di Untirta saat ini.[Kominfo]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Era Globalisasi Melahirkan Masyarakat Semakin kritis

BERITA TERKAIT

pemda

INILAH SERANG

147 dibaca
Polres Serang Tangkap Pengedar Pil Koplo saat Tunggu Pelanggan
335 dibaca
Bawa Kambing, Pengemudi dan Penumpang Mobil Nyaris Diamuk Massa
244 dibaca
Pemprov Banten Siapkan Strategi Penanganan Stunting dan Gizi Buruk

HUKUM & KRIMINAL

147 dibaca
Polres Serang Tangkap Pengedar Pil Koplo saat Tunggu Pelanggan
335 dibaca
Bawa Kambing, Pengemudi dan Penumpang Mobil Nyaris Diamuk Massa
994 dibaca
Resmob Polres Serang Ringkus 4 Bandit Kurang dari 24 Jam Usai Terima Laporan Perampasan

POLITIK

242 dibaca
Golkar Banten Sambut Bahagia Koalisi Indonesia Bersatu
1435 dibaca
Instruksikan Pemenangan Airlangga, Andika Keliling ke DPD Golkar Kabupaten dan Kota di Ban...
1256 dibaca
Bakesbangpol Pastikan Tak Ada Ormas Radikal di Kabupaten Serang
Top