Minggu, 20 Oktober 2019

Engkau Bisa Mati, Amalmu Tak Mati-mati

[foto ilustrasi]
Rabu, 09 Okt 2019 | 21:13 WIB - Mozaik Islami

Oleh: KH Ahmad Imam Mawardi

DALAM kuliah subuh di masjid perumahan elit Surabaya saya sampaikan kalimat hikmah bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang dirinya sudah meninggal dunia namun amal kebaikannya tak pernah mati. Sebaliknya, sejelek-jeleknya manusia adalah mereka yang sudah meninggal dunia namun perbuatan jahatnya tidak mati-mati.

Ada banyak ulama yang angka usianya tak tinggi alias wafat kala belum terlalu tua, namun sampai kini karya dan pemikirannya tetap abadi bermanfaat bagi manusia. Sebut saja sebagai contoh adalah Imam al-Ghazali, imam Tajuddin as-Subki dan Imam an-Nawawi. (Catatan: Imam Mawardi semoga dan insyaAllah panjang umur). Karya serta pemikiran mereka sampai kini mengalir dari satu majelis pengajian ke majelis yang lain. Ada juga banyak manusia yang berumur panjang sekali, namun saat wafat maka mati pula segalanya karena tak punya amal apa-apa.

Amal perbuatan itu adalah energi kehidupan. Tanpa energi berupa amal maka kehidupan tak akan punya makna. Energi kehidupan itu bisa berupa kebaikan (energi positif) dan bisa berupa kejahatan (energi negatif). Menurut ilmu fisika dasar yang masih saya ingat, energi itu adalah kekal, tak pernah mati dan musnah, walau ia bisa berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Dalam ilmu fisika, seingat saya, ini disebut dengan teori kekekalan energi. Jumlah energi dalam sebuah sistem tertutup tidak akan pernah berubah, ia akan tetap sama. Nah, teori fisika ini sesuai sekali dengan statemen di atas.

Pertanyaannya kini adalah "amal perbuatan apakah yang telah kita kekalkan dan akan kemalkan?" Dalam bahasa ringannya adalah shadaqah jariyah apa yang telah kita persiapkan untuk terus mengalir walau kita telah meninggal kelak?

Orang cerdas bukan orang fokus hanya untuk pemenuhan kebutuhannya saat hidup di dunia ini, melainkan orang yang memperaiapkan diri untuk kehidupan pasca kematiannya. Hidup setelah kematian adalah hidup yang lebih lama dan abadi. Cerdaslah berhitung untuk hidup kita, beramal baiklah. Salam, AIM, Pengasuh Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya. [lnilah]

Bagikan:

LAINNYA

Empat Hari dan Empat Malam Terbaik dalam Islam
Senin, 14 Okt 2019 | 21:17 WIB
Empat Hari dan Empat Malam Terbaik dalam Islam
Perbanyak Istigfar Dapat Kemudahan di Saat Sulit
Senin, 14 Okt 2019 | 20:42 WIB
Perbanyak Istigfar Dapat Kemudahan di Saat Sulit
Suami Lebih Takut Istri Daripada Durhaka Pada Ibu
Senin, 14 Okt 2019 | 20:10 WIB
Suami Lebih Takut Istri Daripada Durhaka Pada Ibu

KOMENTAR

Engkau Bisa Mati, Amalmu Tak Mati-mati
sayembara2

PEMERINTAHAN

152 dibaca
Pemprov Banten Terima Apresiasi dan Penghargaan dari Kemendagri
167 dibaca
Sosialisasikan SLRT, Layanan Sosial Kini Dilakukan Terpadu

POLITIK

679 dibaca
Didiskualifikasi, Balon Kades Garut Malah Kesurupan
117 dibaca
Rapatkan Barisan, Seluruh Dewan Golkar di Banten Diminta Solid

HUKUM & KRIMINAL

212 dibaca
Unit Reskrim Polsek Curug Tembak Gembong Curanmor
126 dibaca
Belum Nikmati Hasil Curanmor, Dua Pelaku Diringkus

PERISTIWA

68 dibaca
Bupati Serang Minta UPZ Maksimalkan Penerimaan ZIS
229 dibaca
Temui Massa Aksi Demo, Bupati Serang Jawab Semua Tuntutan

EKONOMI & BISNIS

105 dibaca
Musim Kemarau, PDAM Tirta Albantani Alami Kerugian Capai Rp5 Miliar
47 dibaca
Andika Jajaki Ekspor Gula Aren dan Manggis via Platform Digital
Top