Sabtu, 16 Januari 2021

Engkau Bisa Mati, Amalmu Tak Mati-mati

[foto ilustrasi]
Rabu, 09 Okt 2019 | 21:13 WIB - Mozaik Islami

Oleh: KH Ahmad Imam Mawardi

DALAM kuliah subuh di masjid perumahan elit Surabaya saya sampaikan kalimat hikmah bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang dirinya sudah meninggal dunia namun amal kebaikannya tak pernah mati. Sebaliknya, sejelek-jeleknya manusia adalah mereka yang sudah meninggal dunia namun perbuatan jahatnya tidak mati-mati.

Ada banyak ulama yang angka usianya tak tinggi alias wafat kala belum terlalu tua, namun sampai kini karya dan pemikirannya tetap abadi bermanfaat bagi manusia. Sebut saja sebagai contoh adalah Imam al-Ghazali, imam Tajuddin as-Subki dan Imam an-Nawawi. (Catatan: Imam Mawardi semoga dan insyaAllah panjang umur). Karya serta pemikiran mereka sampai kini mengalir dari satu majelis pengajian ke majelis yang lain. Ada juga banyak manusia yang berumur panjang sekali, namun saat wafat maka mati pula segalanya karena tak punya amal apa-apa.

Amal perbuatan itu adalah energi kehidupan. Tanpa energi berupa amal maka kehidupan tak akan punya makna. Energi kehidupan itu bisa berupa kebaikan (energi positif) dan bisa berupa kejahatan (energi negatif). Menurut ilmu fisika dasar yang masih saya ingat, energi itu adalah kekal, tak pernah mati dan musnah, walau ia bisa berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Dalam ilmu fisika, seingat saya, ini disebut dengan teori kekekalan energi. Jumlah energi dalam sebuah sistem tertutup tidak akan pernah berubah, ia akan tetap sama. Nah, teori fisika ini sesuai sekali dengan statemen di atas.

Pertanyaannya kini adalah "amal perbuatan apakah yang telah kita kekalkan dan akan kemalkan?" Dalam bahasa ringannya adalah shadaqah jariyah apa yang telah kita persiapkan untuk terus mengalir walau kita telah meninggal kelak?

Orang cerdas bukan orang fokus hanya untuk pemenuhan kebutuhannya saat hidup di dunia ini, melainkan orang yang memperaiapkan diri untuk kehidupan pasca kematiannya. Hidup setelah kematian adalah hidup yang lebih lama dan abadi. Cerdaslah berhitung untuk hidup kita, beramal baiklah. Salam, AIM, Pengasuh Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya. [lnilah]

Bagikan:

LAINNYA

Nabi Minta Lampu Dimatikan Ketika Tidur, Ada Apa?
Kamis, 14 Jan 2021 | 23:01 WIB
Nabi Minta Lampu Dimatikan Ketika Tidur, Ada Apa?
Pasangan Suami Istri Ahli Surga
Kamis, 14 Jan 2021 | 22:56 WIB
Pasangan Suami Istri Ahli Surga
Inilah Sepuluh Keutamaan Hari Jumat
Kamis, 14 Jan 2021 | 21:05 WIB
Inilah Sepuluh Keutamaan Hari Jumat
Amalan Supaya Terhindari dari Bahaya
Kamis, 14 Jan 2021 | 09:06 WIB
Amalan Supaya Terhindari dari Bahaya

KOMENTAR

Engkau Bisa Mati, Amalmu Tak Mati-mati

INILAH BANTEN

66 dibaca
HPN 2021 SMSI Sumbang Jalan dan Sarana Sanitasi
190 dibaca
Kapolda: Jadilah Polisi yang Empati, Mengayomi dan Dekat Dengan Rakyat

INILAH SERANG

33 dibaca
Bupati Tatu Beberkan Reaksi Pasca Divaksin
90 dibaca
Lakalantas Dua Truk di Tol Tangerang-Merak, Satu Meninggal Dunia

HUKUM & KRIMINAL

108 dibaca
Jokowi Minta Aparat Tindaklanjuti Temuan Komnas HAM soal FPI
916 dibaca
Sejumlah Pejabat Polres Serang Dimutasi dan Promosi, Ini Daftarnya

POLITIK

123 dibaca
Partisipasi Masyarakat di Pilkades Diprediksi Tinggi
359 dibaca
Kapan Pelantikan Bupati-Wabup Serang Terpilih, Ini Penjelasan Ketua KPU

PENDIDIKAN

103 dibaca
Nadiem Makarim Bicara Korban Sriwijaya Air
237 dibaca
Tenaga Pengajar Berstatus ASN di Pandeglang Masih Minim
Top