Selasa, 11 Agustus 2020

Engkau Bisa Mati, Amalmu Tak Mati-mati

[foto ilustrasi]
Rabu, 09 Okt 2019 | 21:13 WIB - Mozaik Islami

Oleh: KH Ahmad Imam Mawardi

DALAM kuliah subuh di masjid perumahan elit Surabaya saya sampaikan kalimat hikmah bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang dirinya sudah meninggal dunia namun amal kebaikannya tak pernah mati. Sebaliknya, sejelek-jeleknya manusia adalah mereka yang sudah meninggal dunia namun perbuatan jahatnya tidak mati-mati.

Ada banyak ulama yang angka usianya tak tinggi alias wafat kala belum terlalu tua, namun sampai kini karya dan pemikirannya tetap abadi bermanfaat bagi manusia. Sebut saja sebagai contoh adalah Imam al-Ghazali, imam Tajuddin as-Subki dan Imam an-Nawawi. (Catatan: Imam Mawardi semoga dan insyaAllah panjang umur). Karya serta pemikiran mereka sampai kini mengalir dari satu majelis pengajian ke majelis yang lain. Ada juga banyak manusia yang berumur panjang sekali, namun saat wafat maka mati pula segalanya karena tak punya amal apa-apa.

Amal perbuatan itu adalah energi kehidupan. Tanpa energi berupa amal maka kehidupan tak akan punya makna. Energi kehidupan itu bisa berupa kebaikan (energi positif) dan bisa berupa kejahatan (energi negatif). Menurut ilmu fisika dasar yang masih saya ingat, energi itu adalah kekal, tak pernah mati dan musnah, walau ia bisa berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Dalam ilmu fisika, seingat saya, ini disebut dengan teori kekekalan energi. Jumlah energi dalam sebuah sistem tertutup tidak akan pernah berubah, ia akan tetap sama. Nah, teori fisika ini sesuai sekali dengan statemen di atas.

Pertanyaannya kini adalah "amal perbuatan apakah yang telah kita kekalkan dan akan kemalkan?" Dalam bahasa ringannya adalah shadaqah jariyah apa yang telah kita persiapkan untuk terus mengalir walau kita telah meninggal kelak?

Orang cerdas bukan orang fokus hanya untuk pemenuhan kebutuhannya saat hidup di dunia ini, melainkan orang yang memperaiapkan diri untuk kehidupan pasca kematiannya. Hidup setelah kematian adalah hidup yang lebih lama dan abadi. Cerdaslah berhitung untuk hidup kita, beramal baiklah. Salam, AIM, Pengasuh Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya. [lnilah]

Bagikan:

KOMENTAR

Engkau Bisa Mati, Amalmu Tak Mati-mati

PEMERINTAHAN

137 dibaca
Permudah Koordinasi, Ombudsman Banten Kunjungi Pemkab Serang
224 dibaca
Pemkot Bengkulu dan Pemkab Serang MoU Program Keagamaan

POLITIK

238 dibaca
Siap Menangkan Tatu-Pandji, Barata Fokus Perkuat Akar Rumput
134 dibaca
FSKP Baros Bantah Dukung Nasrul-Eki di Pilkada Kabupaten Serang
187 dibaca
Relawan Baret Sebut Tatu-Pandji Terbukti, Tak Mau Coba-coba

HUKUM & KRIMINAL

278 dibaca
Polda Banten Gagalkan Penyelundupan 150 Kg Ganja di Tol Tangerang-Merak
365 dibaca
Duh, Bocah 13 Tahun di Pontang Dicabuli Ayah Tirinya

PERISTIWA

331 dibaca
Simulasi, Polisi Tangani Gangguan Pilkada Kabupaten Serang
2406 dibaca
Ustadz di Pontang Meninggal Dunia Saat Menyembelih Hewan Kurban

EKONOMI & BISNIS

178 dibaca
Shopee Ikut Serta dalam ASEAN Online Sale Day 2020
216 dibaca
Atasi Kelangkaan LPG Melon, Pertamina Gerak Cepat
Top