Jumat, 26 April 2019

Dunia Diserang Campak

[Foto BBC]
Selasa, 16 Apr 2019 | 21:24 WIB - Internasional

lBC, Jenewa - Jumlah kasus campak tiga bulan pertama tahun 2019 di seluruh dunia dilaporkan meningkat tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) PBB mengatakan bahwa data sementara menunjukkan "tren yang jelas", dengan seluruh wilayah di dunia mengalami wabah tersebut. Demikian BBC, Selasa 16 April 2019.

Afrika mengalami peningkatan paling signifikan - hingga 700%.

WHO mengungkapkan bahwa angka sebenarnya bisa jadi lebih besar, karena secara global, hanya satu dari 10 kasus yang dilaporkan.

Campak merupakan penyakit virus yang sangat menular yang terkadang dapat mengakibatkan komplikasi kesehatan yang serius, termasuk infeksi paru-paru dan otak.

Ukraina, Madagaskar dan India adalah negara yang terdampak paling buruk, dengan puluhan ribu kasus tercatat untuk setiap satu juta penduduknya.

Sejak September, setidaknya 800 orang meninggal dunia akibat campak di Madagaskar.

Wabah campak juga menyerbu Brazil, Pakistan dan Yaman, "menyebabkan banyak kematian--sebagian besar anak-anak".

Lonjakan jumlah kasus juga tercatat di sejumlah negara lainnya termasuk Amerika Serikat dan Thailand yang notabene memiliki cakupan vaksinasi yang tinggi.

PBB mengatakan bahwa penyakit tersebut "sangat bisa dicegah" dengan vaksinasi yang tepat, namun cakupan global dari tahap imunisasi pertama justru "terhenti" di angka 85%, "masih kurang dari 95% yang diperlukan untuk mencegah wabah".

Dalam sebuah tulisan opini untuk CNN, pemimpin WHO Henrietta Fore dan Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa dunia tengah "berada di tengah krisis campak" dan bahwa "persebaran informasi yang membingungkan dan kontradiktif" tentang vaksin menjadi sebagian hal yang patut dipersalahkan. [bbc/lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Tersangka Penembakan di Belanda Ditangkap
Selasa, 19 Mar 2019 | 11:51 WIB
Tersangka Penembakan di Belanda Ditangkap
OKI Bertemu Bahas Pembantaian di Selandia Baru
Senin, 18 Mar 2019 | 11:42 WIB
OKI Bertemu Bahas Pembantaian di Selandia Baru
Penembakan di Masjid Selandia, Ada 6 WNI di Dalam
Jumat, 15 Mar 2019 | 14:51 WIB
Penembakan di Masjid Selandia, Ada 6 WNI di Dalam
Rame-rame Jarah di Venezuela
Kamis, 14 Mar 2019 | 15:54 WIB
Rame-rame Jarah di Venezuela

KOMENTAR

Dunia Diserang Campak

PEMERINTAHAN

203 dibaca
Tatu Optimis Pemkab Serang Raih WTP Tanpa Catatan dari BPK RI
6828 dibaca
Soal Tiga Guru Dilantik jadi Pejabat, Gubernur WH: Apa, Apa?
5969 dibaca
Guru Diangkat jadi Pejabat, Ombudsman Sebut Melanggar SE MenPAN- RB

POLITIK

21747 dibaca
Akui Kalah di Banten, Ketua TKD Salahkan Masyarakat dan Kyai Ma'ruf
224 dibaca
Tunggu Hasil Resmi KPU, Andika: Kita Jaga Kondusifitas
202 dibaca
Gubernur Tunggu Rekomendasi KASN Soal Tiga ASN Dukung Calon DPD RI

HUKUM & KRIMINAL

194 dibaca
Polisi Tembak Dua Tersangka Perampok Spesialis Mini Market
126 dibaca
Dua Ribu Gram Sabu dari Jaringan Internasional Dimusnahkan
182 dibaca
Polda Selidiki Pemalsuan 80 SPBJ Palsu di Tangerang

PERISTIWA

1253 dibaca
Pertemuan Gubernur Banten dengan HMI Serang Tuai Kritikan
262 dibaca
Satu Petugas KPPS Meninggal Dunia, Bupati Serang Berduka
269 dibaca
Ricuh Saat Demo Gubernur, HMI Lapor ke Propam Polda Banten

EKONOMI & BISNIS

64 dibaca
Layani Pensiunan, Bank Banten Jalin Kemitraan dengan BPR Baturaja
186 dibaca
Bank Banten Dukung Layanan Samsat Nasional Modern Channel
Top