Selasa, 23 Juli 2019

Dunia Diserang Campak

[Foto BBC]
Selasa, 16 Apr 2019 | 21:24 WIB - Internasional

lBC, Jenewa - Jumlah kasus campak tiga bulan pertama tahun 2019 di seluruh dunia dilaporkan meningkat tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) PBB mengatakan bahwa data sementara menunjukkan "tren yang jelas", dengan seluruh wilayah di dunia mengalami wabah tersebut. Demikian BBC, Selasa 16 April 2019.

Afrika mengalami peningkatan paling signifikan - hingga 700%.

WHO mengungkapkan bahwa angka sebenarnya bisa jadi lebih besar, karena secara global, hanya satu dari 10 kasus yang dilaporkan.

Campak merupakan penyakit virus yang sangat menular yang terkadang dapat mengakibatkan komplikasi kesehatan yang serius, termasuk infeksi paru-paru dan otak.

Ukraina, Madagaskar dan India adalah negara yang terdampak paling buruk, dengan puluhan ribu kasus tercatat untuk setiap satu juta penduduknya.

Sejak September, setidaknya 800 orang meninggal dunia akibat campak di Madagaskar.

Wabah campak juga menyerbu Brazil, Pakistan dan Yaman, "menyebabkan banyak kematian--sebagian besar anak-anak".

Lonjakan jumlah kasus juga tercatat di sejumlah negara lainnya termasuk Amerika Serikat dan Thailand yang notabene memiliki cakupan vaksinasi yang tinggi.

PBB mengatakan bahwa penyakit tersebut "sangat bisa dicegah" dengan vaksinasi yang tepat, namun cakupan global dari tahap imunisasi pertama justru "terhenti" di angka 85%, "masih kurang dari 95% yang diperlukan untuk mencegah wabah".

Dalam sebuah tulisan opini untuk CNN, pemimpin WHO Henrietta Fore dan Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa dunia tengah "berada di tengah krisis campak" dan bahwa "persebaran informasi yang membingungkan dan kontradiktif" tentang vaksin menjadi sebagian hal yang patut dipersalahkan. [bbc/lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Tersangka Penembakan di Belanda Ditangkap
Selasa, 19 Mar 2019 | 11:51 WIB
Tersangka Penembakan di Belanda Ditangkap
OKI Bertemu Bahas Pembantaian di Selandia Baru
Senin, 18 Mar 2019 | 11:42 WIB
OKI Bertemu Bahas Pembantaian di Selandia Baru
Penembakan di Masjid Selandia, Ada 6 WNI di Dalam
Jumat, 15 Mar 2019 | 14:51 WIB
Penembakan di Masjid Selandia, Ada 6 WNI di Dalam
Rame-rame Jarah di Venezuela
Kamis, 14 Mar 2019 | 15:54 WIB
Rame-rame Jarah di Venezuela

KOMENTAR

Dunia Diserang Campak

PEMERINTAHAN

633 dibaca
Silpa APBD Kabupaten Serang TA 2018 Capai Rp403 Miliar
1849 dibaca
Dinilai Sukses, Bupati Minsel Belajar Kelola BUMD ke Bupati Serang
1710 dibaca
Pemkab Serang Terapkan Sistem Berbasis Elektronik

POLITIK

829 dibaca
Tak Penuhi Kuorum, Paripurna DPRD Kabupaten Serang Batal Digelar
1878 dibaca
Pilkada Serentak 2020, Golkar Banten Prioritaskan Usung Kader
1778 dibaca
Eks Relawan Sebut Kepemimpinan WH–Andika Bergaya Otoriter

HUKUM & KRIMINAL

2349 dibaca
Orang Tua Kades di Kecamatan Ciruas Dibacok
1404 dibaca
Tiga Pelaku Curas Biasa Aksi di Wilayah KP3B Diringkus
1451 dibaca
Miliki Catatan Kriminalitas, Dua Perampok Asal Malaysia Tak Bisa Dibawa ke Indonesia

PERISTIWA

1822 dibaca
Bupati Serang: TMMD Bangkitkan Budaya Gotong Royong di Masyarakat 
1959 dibaca
Diduga Terlibat Jual Aset Negara, Kejari Didesak Usut Walikota Serang
1734 dibaca
Peringati HANI 2019, Bupati Serang Canangkan Program Bersih dan Aman

EKONOMI & BISNIS

377 dibaca
Soal Pasir Laut, Bupati Tatu Minta Kajian Tim Ahli Dipublikasikan
542 dibaca
Inilah Gadis di Balik Uang Digital Facebook
Top