Sabtu, 13 Juli 2024

Dugaan Penipuan, Dua Oknum ASN Pemkab Pandeglang Ditahan Polisi

Dua oknum ASN Pemkab Pandeglang saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Pandeglang.[Foto Haji Imat/Inilah Banten]
Sabtu, 15 Apr 2023 | 14:25 WIB - Pandeglang Hukum & Kriminal

lBC, Pandeglang - Dua oknum aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang berinisial WA (51 tahun) dan DA (42 tahun) ditahan penyidik Satreskrim Polres Pandeglang.

Sebelumnya tersangka WA dan DA diamankan di rumahnya di Kecamatan Majasari dan Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang. Sedangkan satu pelaku lainnya yang diduga sebagai penerima barang masih dalam pengejaran.

Kasatreskim Polres Pandeglang AKP Shilton mengatakan bahwa kasus dugaan penipuan pengadaan barang ini dilakukan pada Jumat (16/12) lalu sekitar pukul 18.30, di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Pandeglang.

Tersangka WA dan DA diduga melakukan tindak pidana dengan cara menjanjikan paket pekerjaan penunjang sarana dan prasarana teknologi informasi pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang TA. 2022 berupa pengadaan 50 unit laptop senilai Rp750 juta.

"Modus operandi yang dilakukan, tersangka menjanjikan paket berupa pengadaan belanja peralatan personal komputer sebanyak 50 unit laptop dan hardisk kepada PT OR," ungkap Kasatreskim Polres Pandeglang AKP Shilton kepada wartawan pada Sabtu, 15 April 2023.

Shilton menjelaskan dalam memuluskan niat jahatnya, para pelaku memiliki peran yang berbeda. Tersangka WA berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan barang, tersangka DA penyedia tempat di kantor Dinas Pertanian dan Ketapang sedangkan satu tersangka lainnya bertugas sebagai penerima barang dan pembuat kontrak.

"Berperan sebagai PPK, tersangka WA membuat Surat Perintah Kerja (SPK) dan kontrak bodong, dan menunjuk PT OR sebagai pelaksana proyek," terang Shilton.

Dikatakan Shilton, kasus dugaan penipuan ini terungkap setelah pengiriman barang sebanyak 50 unit laptop 50 unit hardisk diterima oleh tersangka, namun pelaku tidak membayarkan paket pekerjaan yang telah dilaksanakan pelapor dengan nilai pembelian senilai Rp750 juta.

"Selain pengiriman laptop dan hardisk senilai Rp750 juta, korban juga memberikan uang tunai Rp.362.230.000, kepada pelaku untuk persentase sebagai biaya ambil paket pengadaan laptop sebesar 22% dari nilai kontrak. Total kerugian yang dialami mencapai Rp 1.112.230.000," terang Kasatreskrim.

Merasa dirinya telah tertipu PT OR kemudian melaporkan kasus penipuan tersebut ke Mapolres Pandeglang. Berdasar laporan tersebut, personil Satreskrim selanjutnya bergerak melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan barang bukti dokumen.

"Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 378 dan pasal 372 KUHPidana tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara," tandasnya.

Reporter: Haji Imat
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Dugaan Penipuan, Dua Oknum ASN Pemkab Pandeglang Ditahan Polisi
jbkj

INILAH SERANG

810 dibaca
Sidak, BKPSDM Kabupaten Serang Tak Temukan ASN Bolos Kerja
2131 dibaca
WH Akui Belum Tandatangani Pergub Berobat Gratis Pakai KTP

HUKUM & KRIMINAL

2218 dibaca
Kejar Informasi, Anggota Polsek Wanasalam Alami Kecelakaan
2026 dibaca
Polisi Amankan Ratusan Botol Miras di Citeras

POLITIK

914 dibaca
Satukan Kekuatan Pemuda, Bapera Dukung Tatu-Pandji
2696 dibaca
Pilkada Lebak 2018, Iti-Ade Lawan Kotak Kosong

PENDIDIKAN

1580 dibaca
Andika Sebut Himpaudi Banyak Membantu Pemerintah
Top