Rabu, 21 Oktober 2020

Dua Pengedar Obat Keras Warga Aceh Digerebeg Polres Serang Kota

[foto ilustrasi/net]
Selasa, 13 Okt 2020 | 12:45 WIB - Serang Hukum & Kriminal

lBC, Serang - Dua warga asal Aceh yang diketahui sebagai pengedar obat keras diamankan setelah digerebeg personil Unit 2 Satuan Reserse Narkoba Polres Serang Kota di rumah kontrakannya di Komplek Bumi Indah Permai, Kota Serang.

Kedua tersangka itu MR (32 tahun), warga Desa Kumba, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie dan RI (28 tahun) warga Desa Sama Dua, Kecamatan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur. Dari kedua tersangka ini berhasil diamankan sebanyak 904 butir obat keras berlogo MF yang dikemas dalam 113 paket.

"Obat yang kita amankan ini merupakan obat keras yang tidak sembarang diperjualbelikan kecuali dengan resep dokter. Selain barang bukti obat, juga diamankan uang Rp600 ribu hasil penjualan obat," ungkap Kepala Satuan Reserse Narkoba Iptu Shilton kepada wartawan pada  Selasa, 13 Oktober 2020.

Shilton mengatakan penangkapan pengedar obat keras ini dilakukan pada Minggu, 11 Oktober 2020 sekitar pukul 01.30. Berawal dari informasi masyarakat, petugas segera bergerak ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Beberapa saat setelah kedua tersangka masuk rumah usai mengedarkan obat, petugas langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan.

"Barang bukti ratusan paket obat beserta uang hasil penjualan kami amankan dalam lemari pakaian. Kedua tersangka selanjutnya diamankan ke mapolres untuk dilakukan pemeriksaan," terang Kasat didampingi Kanit 2 Ipda M Nurul Anwar Huda.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Shilton, kedua tersangka masih satu jaring dengan para pengedar lainnya yang tertangkap sebelumnya. Modus agar bisnis ilegal ini tidak terendus, jaringan pengedar obat keras kelompok Aceh ini tidak tinggal disatu tempat, melainkan selalu berpindah tempat kontrakan.

"Dalam menjalankan bisnis ilegalnya ini, para pelaku tidak akan pernah tinggal tetap, melainkan berpindah-pindah tempat kontrakan dari satu perumahan ke perumahan lainnya," kata Shilton.

Kedua tersangka juga mengaku bisnis jual beli obat keras sudah dilakukan selama sekitar 4 bulan di Kota Serang. Tersangka mendapatkan obat ilegal ini dari SAP (DPO) warga Aceh yang tinggal di Kota Cilegon seharga Rp600 ribu untuk satu dus berisi 1.000 butir. Kemudian obat keras ini dikemas ke dalam plastik bening dengan jumlah 8 butir setiap paketnya.

"Satu paket berisi 8 butir dijual seharga Rp20 ribu. Dalam satu minggu, 1.000 butir ini bisa habis terjual dan kita dapat meraih keuntungan sebesar Rp1.900.000," kata kedua tersangka.

Reporter: Haji Imat
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Dua Pengedar Obat Keras Warga Aceh Digerebeg Polres Serang Kota
dewan

PEMERINTAHAN

178 dibaca
PT HGP Serahkan Fasos Fasum Perumahan BCP ke Pemkab Serang
248 dibaca
Susun RKA 2021, Pemkab Serang Gunakan Aplikasi SIPD
xcddcvfsv cvn

POLITIK

347 dibaca
Yakin Aspirasi Direalisasi, Warga Padarincang Siap Menangkan Tatu-Pandji
257 dibaca
Tatu-Pandji Jalankan Pengembangan Wisata Pamarayan dan Tanara

HUKUM & KRIMINAL

444 dibaca
Jual Obat Keras Heximer Terancam Hukuman Penjara 15 Tahun

PERISTIWA

255 dibaca
Razia, Satgas Pastikan Hotel dan Tempat Wisata di Anyar Sudah Terapkan Prokes
Top