Sabtu, 25 Mei 2024

Dua Balon Walikota Lukman dan Agus Kritik Pemkot Serang

Dua Balon Walikota Serang saat mengembalikan formulir ke Partai Nasdem pada Minggu, 23 Juli 2017. (Foto-lnilahBanten/Abdul Rahman Ahdori)
Minggu, 23 Jul 2017 | 19:13 WIB - Serang Politik

IB, Serang - Dua Bakal Calon (Balon) Walikota Serang periode 2018 – 2023, Lukman Hakim dan Agus Irawan mengembalikan formulir penjaringan ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem di Jalan Jendral Soedirman Cipocok Jaya, Kota Serang pada Minggu, 23 Juli 2017.

Pantauan dilokasi, Lukman Hakim datang lebih awal yakni pukul 14.37 WIB, Lukman (sapaan Lukman Hakim) diantar pihak keluarga dan ratusan simpatisannya terdiri Ibu-ibu Majlis Taklim, pemuda dan para pemuka agama. Kehadiran Lukman disambut hangat oleh Ketua DPD NasDem Kota Serang, Roni Alfanto beserta jajaran.

Sementara Balon walikota, Agus Irawan tiba di DPD NasDem pukul 16. 20 WIB. Tak kalah ramai, Agus pun diantar oleh ratusan relawannya. Agus yang mengenakan baju serba hitam hitam itu pun langsung dipersilahkan untuk duduk dan mengikuti mekanisme pengembalian formulir yang sudah diagendakan oleh tim penjaringan. 

Dihadapan ratusan simatisan dan belasan kader NasDem, keduanya menebar janji dengan mengungkapkan ide dan gagasan yang sudah dirumuskan jika diusung partai besutan Surya Paloh tersebut menjadi Calon Wali Kota Serang. 

"Ini adalah momen perubahan, saya melihat paradigma masyarakat sudah semakin baik. Masyarakat sudah semakin dewasa dalam menentukan pilihannya. Masyarakat juga ingin ada perubahan di Kota Serang dan apa yang diinginkan masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi," kata Lukman Hakim kepada wartawan.

Ia menyebutkan, bahwa pihaknya tidak membatasi kepada semua elemen masyarakat Kota Serang baik yang beragama Kristen, Khatolik, Hindu, Budha, dan Islam untuk bergabung bersama dan mewujudkan Kota Serang madani. Alasan mengusung jargon Kota Serang Gemilang karena, menurut dia, sampai saat ini Kota Serang seolah tidak memiliki icon yang jelas statusnya sebagai ibu Kota Provinsi. 

Soal kegiatan keagamaan, dia menyinggung Pemerintah Kota Serang saat ini. Menurutnya, Kota Serang Magrib mengaji hanya simbol semata karena tidak pernah terealisasi termasuk guru ngaji yang tidak pernah diberikan intensif. "Guru ngaji harus mendapatkan Insentif, dan itu pasti bisa," ujarnya.

Lukman Hakim merupakan Bakal Calon kedua yang bagroundnya Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah Ranta Soharta. Kegelisahannya terhadap tata kelola pemerintahan yang belum maksimal menjadi motivasi dirinya maju sebagi Bakal Calon Wali Kota Serang periode 2018-2023. Sudah 4 Partai politik yang dia ikuti penjaringannya yakni PKB, Hanura, PAN dan NasDem.

Sementara itu, Bakal Calon Wali Kota Serang lain Agus Irawan pun mengkritisi Pemerintah Kota (Pemkot) Serang saat ini. Menurut Balon yang memiliki Baground Jawara itu, sejak dipimpin oleh Tb. Haerul Jaman tidak ada perubahan yang berarti. Artinya, sebagai Ibu Kota Provinsi Banten Kota Serang sudah tidak menjadi daerah percontohan bagi daerah lain yang ada di Banten. "Dari dulu, Kota Serang ini tidak ada perubahan, ini jalan di tempat," ucapnya.

Ia menegaskan, saatnya Kota Serang memiliki pemimpin yang adil terhadap rakyatnya dan memiliki jiwa religius seperti dirinya. Untuk itu, Agus berharap, Partai NasDem bisa mengusungnya di Pilkada Kota Serang 2018 mendatang.

"Kalau saya Insya Allah Mudah-mudahan jadi Wali Kota Serang saya akan bekerjasama dengan KPK, ini cita-cita saya yang tidak pernah berhenti," tuturnya.

Diketahui, Agus Irawan adalah salah satu tokoh di Kota Serang, berdasarkan pengakuannya, sejak Pilkada Kota Serang tahun 2008 silam dirinya sudah ikut penjaringan di berbagai Partai. Kedekatannya dengan masyarakat menjadi modal untuk mewujudkan cita cita Kota Serang Madani.

Reporter: Abdul Rahman Ahdori
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Dua Balon Walikota Lukman dan Agus Kritik Pemkot Serang

INILAH SERANG

15130 dibaca
Andika Hadiri Launching Kedai Kue Kaesang
1340 dibaca
PMI Banten Pastikan Kesiagaan Relawan Pos Mudik

HUKUM & KRIMINAL

1837 dibaca
Kasus Penganiayaan, Kapolda Bakal Sanksi Tegas Oknum Anggotanya
70 dibaca
Dicekoki Miras, Gadis 14 Tahun di Ciruas Disetubuhi

POLITIK

1227 dibaca
Tatu Nostalgia di Tanah Kelahiran, Pandji Silaturahmi ke Kibin
1821 dibaca
Gedung Habiskan Rp45,8 M, Kinerja DPRD Kota Serang Harus Maksimal

PENDIDIKAN

2044 dibaca
Tak Miliki Ruang Kelas, Belasan Murid PAUD Fathul Bariyah Belajar di Kios
1658 dibaca
Usai Peringati Hari Guru, WH Kunjungi Sekolah Rusak di Ciruas
Top