Jumat, 26 April 2019

Ditolak DPRD, Pemprov Tetap Kucurkan Penyertaan Modal Bank Banten Rp175 M

[foto istimewa]
Sabtu, 15 Sept 2018 | 01:21 WIB - Serang Ekonomi & Bisnis

lBC, Serang - Pemprov Banten tetap mengucurkan penyertaan modal Bank Banten sebesar Rp175 miliar di perubahan APBD 2018. Meski pihak DPRD menolak, agar terlebih dahulu dilakukan audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Selain memberi tambahan penyertaan modal sebesar Rp175 miliar di perubahan APBD 2018, pemprov juga menyiapkan dua rencana penyehatan Bank Banten. Mulai dari divestasi saham pemprov di Bank Jabar Banten (BJB) hingga menjalin kerja sama penyertaan modal dengan BRI.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, tambahan pemyertaan modal Rp 175 di perubahan APBD 2018 hanya bersifat bantuan sementara. Tidak bisa menyehatkan Bank Banten secara penuh.

“Bantuan ini hanya untuk menyelamatkan sementara. Infus saja sebetulnya. Tidak juga efektif untuk bagaimana mengembalikan bank itu. Suntikan dana yang dulu sudah dilaksanakan Rp 600 miliar sudah habis untuk biaya operasional. Betapa besar persoalan yang dihadapi oleh Bank Banten,” ujarnya dalam siaran pers DPKAD Banten dikutip dari MediaBanten.

Baca juga: Manajemen Ceroboh, Fraksi Golkar Tolak Penyertaan Modal Bank Banten Rp175 M

Gubernur menuturkan, dengansi tersebut, baik pemprov maupun DPRD sudah melakukan berbagai upaya. Konsultasi dengan OJK hingga menjalin kerja sama dengan BRI pun dilakukan. BRI saat ini sedang melakukan observasi terhadap Bank Banten.

“Sehingga upaya-upaya seperti pemprov, saya dan Pak Asep (Rahmatullah, Ketua DPRD Banten) sudah bolak-balik ke OJK. Sudah mendatanganani MoU (nota kesepahaman-red) kerja sama dengan BRI. BRI mulai observasi mengenai Bank Banten dan hasilnya nanti pada akhir September, karena kita butuh modal Rp 2,8 triliun,” katanya.

Adapun upaya lainnya adalah melakukan divestasi saham Pemprov Banten di Bank Jabar Banten (BJB). Namun yang menjadi kendala yang dihadapi pemprov saat ini adalah makin turunnya nilai saham pemprov.

“Divestasi uang kita yang ada, Rp 1,2 triliun sahamnya terus menerus menurun. Saham Kita di BJB sekitar 600.000 lembar dengan asumsi harga per lembar 1,8 (Rp 1.800) tadinya 3 koma sekian dengan cepat turun pada enam bulan terakhir. Kita (tetap) asumsikan (dapat) Rp 1,2 triliun dan dengan (penyertaan modal) yang disuntikan juga masih kurang karena kewajiban kita jika kerja sama dengan BRI sebesar Rp 1,4 triliun sementara BRI Rp 1,4 triliun,” tutur mantan Sekda Kota Tangerang ini.

Dipaparkan Gubernur, semua bisa sesuai aturan pempeov juga teelah berikirim surat ke KPK. “Kita masih menunggu saran dari KPK, karena KPK pernah melarang dan kita buat secara tertulis,” pungkasnya. [Siaran Pers DPKAD Banten]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Ditolak DPRD, Pemprov Tetap Kucurkan Penyertaan Modal Bank Banten Rp175 M

PEMERINTAHAN

203 dibaca
Tatu Optimis Pemkab Serang Raih WTP Tanpa Catatan dari BPK RI
6828 dibaca
Soal Tiga Guru Dilantik jadi Pejabat, Gubernur WH: Apa, Apa?
5971 dibaca
Guru Diangkat jadi Pejabat, Ombudsman Sebut Melanggar SE MenPAN- RB

POLITIK

21749 dibaca
Akui Kalah di Banten, Ketua TKD Salahkan Masyarakat dan Kyai Ma'ruf
225 dibaca
Tunggu Hasil Resmi KPU, Andika: Kita Jaga Kondusifitas
202 dibaca
Gubernur Tunggu Rekomendasi KASN Soal Tiga ASN Dukung Calon DPD RI

HUKUM & KRIMINAL

194 dibaca
Polisi Tembak Dua Tersangka Perampok Spesialis Mini Market
127 dibaca
Dua Ribu Gram Sabu dari Jaringan Internasional Dimusnahkan
183 dibaca
Polda Selidiki Pemalsuan 80 SPBJ Palsu di Tangerang

PERISTIWA

1260 dibaca
Pertemuan Gubernur Banten dengan HMI Serang Tuai Kritikan
264 dibaca
Satu Petugas KPPS Meninggal Dunia, Bupati Serang Berduka
269 dibaca
Ricuh Saat Demo Gubernur, HMI Lapor ke Propam Polda Banten

EKONOMI & BISNIS

83 dibaca
Layani Pensiunan, Bank Banten Jalin Kemitraan dengan BPR Baturaja
186 dibaca
Bank Banten Dukung Layanan Samsat Nasional Modern Channel
Top