Kamis, 17 Januari 2019

Ditolak DPRD, Pemprov Tetap Kucurkan Penyertaan Modal Bank Banten Rp175 M

[foto istimewa]
Sabtu, 15 Sept 2018 | 01:21 WIB - Serang Ekonomi & Bisnis

lBC, Serang - Pemprov Banten tetap mengucurkan penyertaan modal Bank Banten sebesar Rp175 miliar di perubahan APBD 2018. Meski pihak DPRD menolak, agar terlebih dahulu dilakukan audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Selain memberi tambahan penyertaan modal sebesar Rp175 miliar di perubahan APBD 2018, pemprov juga menyiapkan dua rencana penyehatan Bank Banten. Mulai dari divestasi saham pemprov di Bank Jabar Banten (BJB) hingga menjalin kerja sama penyertaan modal dengan BRI.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, tambahan pemyertaan modal Rp 175 di perubahan APBD 2018 hanya bersifat bantuan sementara. Tidak bisa menyehatkan Bank Banten secara penuh.

“Bantuan ini hanya untuk menyelamatkan sementara. Infus saja sebetulnya. Tidak juga efektif untuk bagaimana mengembalikan bank itu. Suntikan dana yang dulu sudah dilaksanakan Rp 600 miliar sudah habis untuk biaya operasional. Betapa besar persoalan yang dihadapi oleh Bank Banten,” ujarnya dalam siaran pers DPKAD Banten dikutip dari MediaBanten.

Baca juga: Manajemen Ceroboh, Fraksi Golkar Tolak Penyertaan Modal Bank Banten Rp175 M

Gubernur menuturkan, dengansi tersebut, baik pemprov maupun DPRD sudah melakukan berbagai upaya. Konsultasi dengan OJK hingga menjalin kerja sama dengan BRI pun dilakukan. BRI saat ini sedang melakukan observasi terhadap Bank Banten.

“Sehingga upaya-upaya seperti pemprov, saya dan Pak Asep (Rahmatullah, Ketua DPRD Banten) sudah bolak-balik ke OJK. Sudah mendatanganani MoU (nota kesepahaman-red) kerja sama dengan BRI. BRI mulai observasi mengenai Bank Banten dan hasilnya nanti pada akhir September, karena kita butuh modal Rp 2,8 triliun,” katanya.

Adapun upaya lainnya adalah melakukan divestasi saham Pemprov Banten di Bank Jabar Banten (BJB). Namun yang menjadi kendala yang dihadapi pemprov saat ini adalah makin turunnya nilai saham pemprov.

“Divestasi uang kita yang ada, Rp 1,2 triliun sahamnya terus menerus menurun. Saham Kita di BJB sekitar 600.000 lembar dengan asumsi harga per lembar 1,8 (Rp 1.800) tadinya 3 koma sekian dengan cepat turun pada enam bulan terakhir. Kita (tetap) asumsikan (dapat) Rp 1,2 triliun dan dengan (penyertaan modal) yang disuntikan juga masih kurang karena kewajiban kita jika kerja sama dengan BRI sebesar Rp 1,4 triliun sementara BRI Rp 1,4 triliun,” tutur mantan Sekda Kota Tangerang ini.

Dipaparkan Gubernur, semua bisa sesuai aturan pempeov juga teelah berikirim surat ke KPK. “Kita masih menunggu saran dari KPK, karena KPK pernah melarang dan kita buat secara tertulis,” pungkasnya. [Siaran Pers DPKAD Banten]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Ditolak DPRD, Pemprov Tetap Kucurkan Penyertaan Modal Bank Banten Rp175 M

PEMERINTAHAN

187 dibaca
Lantik 223 Pejabat, Bupati Serang Sebut Agar Kinerja Lebih Baik
177 dibaca
Pertama di Indonesia, Inspektorat Kabupaten Serang Integrasikan Dua ISO
278 dibaca
Bupati dan Wakil Bupati Lebak Dilantik Gubernur Banten

POLITIK

3904 dibaca
Gubernur Banten Wahidin Halim Dilaporkan ke Bawaslu
834 dibaca
Dukung Prabowo-Sandi, Caleg PBB di Banten Bentuk Pass Lantang
151 dibaca
Debat Capres Bisa untuk Curi Perhatian Rakyat

HUKUM & KRIMINAL

213 dibaca
Mayat Wanita di Cipocok Jaya Ternyata Dibunuh
101 dibaca
Polisi Ringkus Pelaku Curanmor, Penadah dan Pengoplos
326 dibaca
Diduga Otak Pengeroyokan Santri, MH Terancam Dijemput Paksa

PERISTIWA

70 dibaca
Peran Media Penting dalam Sosialisasi Millennial Road Safety Festival
129 dibaca
Gubernur Berikan Bantuan Seragam Sekolah untuk Korban Tsunami

EKONOMI & BISNIS

88 dibaca
Sri Mulyani Jamin Usaha Kecil Digital Bebas Pajak
190 dibaca
Pulihkan Anyer, Pemprov Banten Tinjau Pelarangan Rapat di Hotel
Top