Rabu, 12 Juni 2024
Serang Ekonomi & Bisnis

Disperindagkop Serang Antisipasi Koperasi Siluman

Kamis, 31 Agt 2017 | 18:19 WIB
(foto ilustrasi)

IBC, Serang -- Pihak Pemerintah Kota Serang (Pemkot) Serang melalui Dinas perdagangan, Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) mengantisipasi adanya pendirian koperasi siluman atau koperasi yang tidak produktif di kota madani. Hal itu karena masih ditemukan koperasi yang disalahgunakan oleh masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Koperasi pada Disperindagkop Kota Serang, Syamsul mengatakan, banyak masyarakat yang belum mengetahui tata cara pendirian koperasi serta sistem pembentukan koperasi setelah berdiri. 

“Banyak yang membentuk koperasi yang tujuannya hanya mengambil keuntungan,” ujar Syamsul kepada IBC di Kota Serang pada Kamis, 31 Agustus 2017.

Menurutnya, pendirian koperasi terkadang hanya untuk tujuan-tujuan tertentu saja yaitu hanya untuk alat mengambil bantuan, seperti jika mendapat bantuan dari Pemkot  atau kementerian, ramai-ramai mendirikan koperasi dan ketika bantuan turun koperasi menjadi koleps. 

“Bantuan yang turun itu dibagi-bagi hanya ke pengurus saja, sementara anggota tidak tau,” ucapnya.

Dari kasus itu, kata dia, tidak ada produktivitas koperasi untuk menghasilkan masa depan anggota, karena tujuan akhir koperasi adalah mensejahterakan anggota. Tujuan tersebut tidak akan tercapai jika sistem pendiriannya hanya untuk kepentingan pribadi.

“Sekarang ini pendirian koperasi sebagai badan hukum agak diperketat yaitu perizinan dialihkan langsung ke Kementerian koperasi bukan lagi di Dinas Koperasi,” ucapnya.

Adanya peraturan itu, agar tidak ada lagi koperasi siluman atau koperasi yang hanya nama saja dan tidak produktif. Koperasi yang awalnya untuk mencapai kesejahteraan anggota menjadi tidak tercapai. 

“Kami mengundang dari berbagai unsur, supaya jangan sampai mereka ketika mendirikan koperasi itu hanya untuk mendapatkan Bansos atau dana hibah saja,” katanya.

Menurutnya, dana hibah yang diturunkan Kementerian untuk 1 koperasi bisa mencapai milyaran. Selain itu, pihaknya juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar mewaspadai Koperasi rentenir. 

“Kendalanya memang banyak koperasi-koperasi yang kurang dalam pelayanan. Misalnya warga yang mau meminjam ke koperasi agak lama prosesnya serta dari sisi permodalan sedikit,” tegasnya.

Sementara,  jika warga meminjam dana kepada rentenir pada hari peminjaman pun akan segera dicairkan. Tidak melalui birokrasi yang terlalu berbelit, meskipun memang renternir ada anggunan. “Tapi rentenir itu kan pengembaliannya yang bisa 3 kali lipat,” ucapnya.

Dia mengatakan, hingga saat ini jumlah koperasi di Kota Serang sebanyak 325 koperasi. Sementara untuk koperasi yang masih aktif sebanyak 125 koperasi. “Untuk koperasi yang aktif indikatornya yaitu melaksanakan RAT paling tidak 2 tahun terakhir, melaporkan ke dinas koperasi dan menjalankan program koperasinya. Tapi jika tidak menjalankan RAT, kami yang proaktif mendatangi koperasi itu,” tuturnya. 

KOMENTAR

Disperindagkop Serang Antisipasi Koperasi Siluman
hclh

INILAH SERANG

493 dibaca
Polres Serang dan PT Pos Indonesia Teken Kerjasama
3024 dibaca
Pengurus Partai, Anggota PPK Pabuaran Diberhentikan Sementara

HUKUM & KRIMINAL

699 dibaca
Patroli PPKM Darurat, Polsek Ciruas Amankan 10 Dirigen Minuman Tuak
869 dibaca
Resmob Polres Serang Tangkap Dua Pengecer Judi Togel

POLITIK

1881 dibaca
Diskominfosatik Kabupaten Serang Ajak IPPNU Sinergi Adakan Literasi Digital

PENDIDIKAN

1474 dibaca
Mendikbud : Kejujuran Merupakan Hal Penting Dalam Pola Pendidikan
Top