Senin, 18 Januari 2021

Dinkes Lebak Rujuk Pasien ODGJ Ke RSJ Grogol

Kepala Puskesmas Prabu Gantungan, H Deden Jaenudin bersama tim kesehatan saat melihat ODGJ yang di pasung di di Kecamatan Cileles, Lebak kemarin.[lnilahBanten/Kiki Fahruroji]
Selasa, 21 Mar 2017 | 23:36 WIB - Lebak Kesehatan

IB, Lebak--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) akan segera melakukan sosialisasi secara menyeluruh tentang penanganan penyakit gangguan jiwa. Soalnya, selama ini banyak ditemukan masyarakat dalam menangani penyakit tersebut memasung penderitanya.

Kepala Dinas Kesehatan Lebak, H. Maman Sukirman menuturkan, bahwa dalam upaya mendukung program yang telah dicanangkan Menteri Sosial, Khofifah Parawansa, sesuai dengan target pemerintah pusat Indonesia Bebas Pasung pada 2017. Pada umumnya, kata dia, masyarakat kurang memahami penanganan penderita Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sehingga, pihaknya sering menemukan masyarakat atau keluarganya memasung pasien dalam perawatannya.

“Salah satunya, kita telah memberikan rujukan untuk perawatan salah satu pasien di Kecamatan Cileles, supaya diberikan perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jakarta,”kata Maman kepada wartawan  diruang kerjanya pada Selasa, 21 Maret 2017.

Menurut Maman, ODGJ merupakan bukan penyakit menular. Namun, dalam penanganan penyakit tersebut masyarakat pada umumnya masih kurang memahami. Sehingga ketika pemerintah akan membantu untuk diberikan perawatan medis, pihak keluarga selalu menolak.

“Pemahaman masyarakat dalam penanganan penyakit tersebut masih kurang, sehingga ketika akan kita bantu untuk diberikan perawatan medis selalu menolak, karena beranggapan tidak bisa disembuhkan. terkadang beranggapan penanganannya sama dengan yang dilakukan oleh mereka (pihak keluarga-red),”terangnya.

Untuk itu kata Maman, pihaknya harus mengintegritaskan antara petugas dengan masyarakat agar lebih bersinergi dalam menangani ODGJ. Sehingga, ketika akan diberikan rujukan pihak keluarga menyetujui dan memberikan izin.

“Sebetulnya mudah saja, masyarakat tinggal memberikan izin saja untuk ditangani secara medis dan pasien memiliki BPJS, karena mayoritas penderita ODGJ keluarga tidak mampu. Sehingga kita rujuk untuk diberikan perawatan di RSJ Jakarta, atau melakukan konsultasi dulu dengan Psikiater di RSUD Adjidarmo,”jelasnya.

Maman berharap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten agar segera merealisasikan RSJ di Banten untuk meminimalisir biaya masyarakat atau keluarga pasien ODGJ.

“Kalau di Banten sudah memiliki RSJ tentunya dapat mempermudah masyarakat untuk dirawat din RSJ, selain itu bisa meminimalisir biaya yang dikeluarkan,”ungkapnya.

Sementara Kepala Puskesmas Prabu Gantungan, H Deden Jaenudin mengatakan, untuk membawa salah seorang pasien penderita ODGJ di Desa Prabu Gantungan pihaknya melakukan kordinasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis jiwa yaitu dr Imam yang bertugas di Puskesmas Baros.

“Setelah kordinasi dengan dr Imam, kita melakukan musyawarah dengan pihak keluarga pasien untuk dirujuk di RSJ Grogol Jakarta. Alhamdulillah pihak keluarga menyetujui, sehingga pasien ODGJ tersebut hari ini akan kita bawa ke RSJ Grogol Jakarta,”tuturnya.

Reporter: Kiki Fahruroji Nurmansyah
Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Dinkes Lebak Rujuk Pasien ODGJ Ke RSJ Grogol

BERITA TERKAIT

INILAH BANTEN

86 dibaca
HPN 2021 SMSI Sumbang Jalan dan Sarana Sanitasi
199 dibaca
Kapolda: Jadilah Polisi yang Empati, Mengayomi dan Dekat Dengan Rakyat

INILAH SERANG

47 dibaca
Bupati Tatu Beberkan Reaksi Pasca Divaksin
131 dibaca
Lakalantas Dua Truk di Tol Tangerang-Merak, Satu Meninggal Dunia

HUKUM & KRIMINAL

30 dibaca
Arief Budiman Diberhentikan, Ilham Jadi plt
130 dibaca
Jokowi Minta Aparat Tindaklanjuti Temuan Komnas HAM soal FPI

POLITIK

30 dibaca
Arief Budiman Diberhentikan, Ilham Jadi plt
139 dibaca
Partisipasi Masyarakat di Pilkades Diprediksi Tinggi

PENDIDIKAN

112 dibaca
Nadiem Makarim Bicara Korban Sriwijaya Air
254 dibaca
Tenaga Pengajar Berstatus ASN di Pandeglang Masih Minim
Top