Minggu, 17 Februari 2019

Dies Natalis UIN Banten, Kemenag Ingatkan Keislaman dan Keindonesian

[Foto SubagLiputan]
Selasa, 16 Okt 2018 | 22:24 WIB - Serang Mozaik Islami

lBC, Serang - Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten hari ini merayakan Dies Natalis yang ke-56. Mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan menyampaikan orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka yang berlangsung di Aula Syadzili Hasan UIN SMH Banten. 

Tampak hadir Gubernur Banten Wachidin Halim, Rektor UIN SMH Banten Fauzul Iman, serta civitas akademika dan mahasiswa UIN SMH Banten. Dies Natalis ini kali mengangkat tema "Integrasi Keilmuan sebagai Destinasi Peradaban Islam Moderat".

"56 tahun bukan usia muda tapi matang. Usia di mana kampus sudah harus selesai dengan dirinya sendiri dan menjadi lebih banyak memikirkan umat,  komunitas, dan bangsa," terang Sekjen mengawali orasinya,  di Kota Serang pada Selasa, 16 Oktober 2018. 

Nur Kholis menyampaikan, ada  empat hal yang menjadi pesan untuk kampus islam negeri di banten ini, yaitu: keilmuan, keislaman, keindonesiaan, dan kemasyarakatan. Ia berpesan agar UIN SMH Banten mampu menjaga dan mengembangkan empat pilar tersebut.  

"Perguruan Tinggi adalah institusi di mana para cerdik cendekia dan akademisi berkumpul,  melakukan pendidikan dan pengajaran serta modifikasi ilmiah.  Mahasiswa juga diajarkan melakukan kajian dan diskusi akademis sehingga core businessnya  adalah keilmuan," ujarnya. 

Tapi, M Nur Kholis menggarisbawahi bahwa keilmuan tidak sekedar untuk ilmu, tapi juga untuk kemanusiaan. "Sehingga, paradigma berfikir UIN adalah mengembangkan keilmuan yang berorientasi pada kemanusiaan," tegasnya. 

Kedua, keislaman. Sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), maka core businessnya adalah kajian keislaman. Pendidikan yang dikembangkan di UIN adalah kajian yang mampu mengarusutamakan moderasi beragama. Sebab,  ini menentukan masa depan Indonesia,  kerukunan umat beragama dan peradaban Indonesia di masa mendatang. 

Pemikiran keislaman yang didalami fakultas keislaman, kata M Nur Kholis Setiawan, harus mampu mewujudkan pemikiran yang mengarah kepada moderasi beragama.

"Misi pengembangan keilmuan UIN adalah bagaimana mampu berada di tengah, mampu mempertemukan dua kutub, literalis dan liberalis," ujarnya. 

Dikatakan Sekjen yang juga Guru Besar Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, para ulama terdahulu banyak mengajarkan bagaimana menjadi pihak di tengah. Imam Asy Syaukni misalnya,  dalam Fathul Qadir juz pertama halaman 12 mengatakan,  mufassir memberikan keterangan bahwa ada dua kutub yang berseberangan dalam memahami teks quran. Pertama,  hanya mendasarkan diri pada riwayat. Kedua,  hanya pada filsafat bahasa. 

"As Syaukani hadir untuk mempertemukan keduanya," ucap M Nur Kholis.  "Keislaman di perguruan tinggi harus mampu menjadi feeder dan vitamin positif pengembangan moderasi beragama," sambungnya. 

Ketiga, keindonesiaan. Pemikiran keislaman yang dikembangkan UIN SMH adalah pemikiran yang berorientasi mempererat komponen seluruh bangsa sehingga NKRI maju karena kita tidak terus bertengkar. Sehingga tidak lagi ada ruang pemikiran anti NKRI.

"Keindonesian harus menjadi bagian inheren kita semua sebagai ilmuan muslim," tegasnya. 

Keempat, kemasyarakayan.  PTKI tidak boleh asyik di Menara Gading. Karya yang diterbitkan dan publikasi yang dihasilkan tidak boleh berorientasi pada ilmu semata, tapi juga merespon perkembangan zaman. 

"PTKI mandapat tantangan luar biasa agar kajian keilmuan yang dikembangkan berdampak terhadap perkembangan masyarakat,  merespon kebutuhan dan mengadvokasi publik terutama mustad'afin," tandasnya. 

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan sebagai kampus negeri di banten, UIN SMH Banten bisa memberikan harapan dan sumbangsih dalam dunia pendidikan dan keislaman di provinsi banten.

“Semoga UIN tambah jaya, berkembang dan menjadi rujukan masyarakat banten khusunya dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” katanya.

Sebagai Gubernur, dirinya sangat bangga karena di Provinsi Banten ini terdapat 136 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Ini menandakan banten sudah menjelma sebagai kawasan pendidikan.

“Karena muridnya dan mahasiswanya bukan datang dari banten sendiri tapi dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. UIN dan juga Untirta telah banyak melahirkan alumni-alumni yang telah berperan dalam pembangunan kehidupan di provinsi banten,” kata Gubernur.

“Ini tentu selaras dengan RPJMD provinsi banten bahwa pendidikan menjadi prioritas utama, ini bukan hanya soal memperbanyak sekolah-sekolah tetapi membangun pendidika yang berkualitas,” sambung Gubernur.

Dies Natalis UIN SMH Banten diperingati setiap 16 Oktober. Hal itu merujuk kepada dikeluarkannya SK Penegerian oleh Menteri Agama KH Saifuddin Zuhri pada tahun 1962.[SubagLiputan]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Dies Natalis UIN Banten, Kemenag Ingatkan Keislaman dan Keindonesian

PEMERINTAHAN

513 dibaca
Ketua dan Pengurus PPDI Kecamatan Jawilan Dilantik
401 dibaca
Tahun Ini, Dana Desa Pemprov Banten Tembus Rp61,9 Miliar
301 dibaca
Dihadapan Kades se-Lebak, Andika Beberkan Prioritas Penggunaan Dana Desa

POLITIK

341 dibaca
KPU Kabupaten Serang Target Satu Relawan Demokrasi 1000 Pemilih
247 dibaca
Warga Belum Paham Berpartisipasi pada Pemilu 2019
4239 dibaca
Gubernur Banten Wahidin Halim Dilaporkan ke Bawaslu

HUKUM & KRIMINAL

104 dibaca
Buron Curanmor Pingsan Saat Persembunyiannya Digerebag
85 dibaca
Diringkus, Dua dari Enam Bandit Jalanan Ditembak
502 dibaca
BNN Gagalkan Penyelundupan Narkotika di Pelabuhan Bojonegara

PERISTIWA

297 dibaca
Jelang Pemilu, Pejabat Polres Serang Gencar Kunjungi Ponpes dan Ulama
320 dibaca
Suhendar Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kontrakan

EKONOMI & BISNIS

285 dibaca
Produksi Pangan Kabupaten Serang Surplus dan Aman
278 dibaca
Pencairan Bansos, Dinsos Banten Libatkan Dua Lembaga Perbankan
Top