Senin, 23 September 2019

Diduga Terlibat Jual Aset Negara, Kejari Didesak Usut Walikota Serang

Aksi mahasiswa di Kejari Serang pada Senin 8 Juli 2019. [Foto Inilahbanten.co.id]
Senin, 08 Jul 2019 | 22:04 WIB - Serang Peristiwa Hukum & Kriminal

IBC, Serang - Puluhan massa tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Kota Serang berunjukrasa di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang pada Senin, 8 Juli 2019. Mereka mendesak  Kejari Serang mengusut dugaan keterlibatan Wali Kota Serang Syafrudin, dalam kasus Tindak Korupsi pengalihan aset Pemerintah Kota Serang berupa tanah di persil 53/S Kampung Batok Bali, Kelurahan/Kota Serang seluas 8.200 meter persegi.

Dalam orasinya, kordinator Aksi Ridho Rivaldi mengatakan bahwa masyarakat sudah tidak percaya terhadap kepemimpinan Syafrudin yang telah terlibat dalam kasus tindakan korupsi. Menurutnya, kepemimpinannya telah gagal.

"Disaat Syafrudin menjadi Camat Serang, dia (Syafrudin) terindikasi terlibat dalam penjualan aset milik negara. Dia gagal sebagai pemimpin," kata Ridho saat berorasi.

Melihat hal itu, lanjut dia, pihaknya khawatir Syafrudin sebagai Wali Kota Serang menggunakan  jabatannya bukan untuk mensejahterakan rakyat melainkan untuk memperkaya diri sendiri.

"Maka dengan ini, kami mendesak kepada Kejari Serang untuk mengusut kembali keterlibatannya dalam kasus aset Pemkot," tegasnya.

Perlu diketahui, kasus tindak pidana korupsi tersebut dinyatakan Majelis Hakim pada tanggal 18 Februari 2018, bahwa Faizal telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan Syarief dan Wali kota Serang Syafrudin yang saat itu menjabat Camat Serang.

Ketiganya dinilai melanggar dakwaan subsider Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31/1999 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain mendesak Kejari Serang usut  tuntas keterlibatan Syafrudin dalam kasus Dugan korupsi tanah Batok Bali, mereka juga menyoroti kinerja 100 hari kinerja walikota dan wakilnya yang dinilai gagal total. "Diantaranya bertambahnya gizi buruk , limbah sampah di Cilowong yang menyengat dan Masih marak pungli di Banten Lama,"ujar dia.

Puas menyampaikan aspirasinya, pengunjukrasa membubarkan diri dengan tertib.[Jamal/Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Diduga Terlibat Jual Aset Negara, Kejari Didesak Usut Walikota Serang

PEMERINTAHAN

265 dibaca
Tatu Lantik Ratusan Pejabat Pemkab Serang
213 dibaca
Bangun 28 Gedung OPD di Puspemkab Serang Butuh Dana Rp300 M
242 dibaca
Bangun Gedung Puspemkab, Pemprov Siap Kucurkan Bankeu

POLITIK

196 dibaca
Kembalikan Formulir Balon Bupati Serang, Tatu Optimis Diusung PDIP
894 dibaca
Pilkada Serang 2020, Tatu Berharap dapat Dukungan Partai Lain
1205 dibaca
Pilkada Serang 2020, Tatu-Pandji Kembali Maju jadi Balon Bupati dan Wabup

HUKUM & KRIMINAL

103 dibaca
Ungkap Sindikat Curanmor, Resmob Tangkap 4 Pelaku dan Penadah
144 dibaca
Wanita Paruh Baya Berhasil Menangkap Maling
102 dibaca
Jual Obat-obatan Terlarang, MY Ditangkap Polisi AB DPO

PERISTIWA

132 dibaca
Kapolres Serang Imbau Calon Kades Kalah Harus Terima
950 dibaca
Duuh, Sepasang Kekasih di Cikande Dipaksa Preman Lepas Pakaian

EKONOMI & BISNIS

341 dibaca
Geram, Bupati Serang Ancam Sanksi Perusahaan yang Abaikan CSR
285 dibaca
Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Andika Kunjungi Bank bjb Banten
Top