Rabu, 03 Maret 2021

Dibubarkan Sepihak, Asputaben Pandeglang Akan Bawa ke Ranah Hukum

Ketua Asputaben Kabupaten Pandeglang Ardi Maulana. [Foto: lnilahBanten/Syam]
Selasa, 19 Jan 2021 | 23:33 WIB - Pandeglang

lBC, Pandeglang - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang dinilai membubarkan Asosiasi Pelaku Usaha Talas Beneng (Asputaben) Pandeglang secara sepihak. Ketua Asputaben Kabupaten Pandeglang Ardi Maulana menyayangkan keputusan tersebut.

"Kami juga nggak tahu ada persoalannya. Padahal, selama ini kami lah yang memasarkan talas beneng sampai terkenal. Bahkan, Ibu Irna (Bupati Pandeglang-red) secara langsung yang meresmikan," katanya usai audiensi di Kantor Distan Kabupaten Pandeglang pada Selasa, 19 Januari 2021. 

Ardi mengaku tidak menerima keputusan tersebut dan akan membawa persoalan pembubaran asosiasi ke ranah hukum karena dinilai cacat prosedural. Soalnya, kata dia, pembubaran yang dilakukan Distan Pandeglang tidak mendasar dan sarat kepentingan. 

"Kita akan bawa ke ranah hukum. Ini kan pembubarannya enggak jelas, persoalannya apa. Sementara, kamilah yang dari awal mempublikasikan talas beneng sampai terkenal seperti sekarang," katanya. 

Sementara Kepala Distan Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi mengatakan, pembubaran kepengurusan tersebut bertujuan untuk lebih mengoptimalkan pengelolaan talas beneng di Pandeglang agar bisa semakin terkenal ke luar daerah hingga nasional.

"Hari ini kita kumpul karena dokter dulu kita menginisiasi supaya pengelola tweening ini dikelola dengan baik dan berkembang luas sesuai di Kabupaten Pandeglang karena ini sudah menjadi prioritas unggul nasional per tanggal 13 Oktober 2020 sudah diakui oleh nasional," katanya. 

Dia berkilah, pembubaran Asputaben tersebut dikarenakan kurang optimalnya pengelolaan tanaman asli Pandeglang tersebut dan tidak memiliki badan hukum. Sehingga, kata dia, kepengurusan yang ada harus dirubah demi kebaikan dan keberlangsungan pasar talas beneng tersebut. 

"Oleh karena itu kita melakukan penguatan kelembagaan maka disepakatilah kita mendorong untuk para pelaku usaha dari hulu sampai Hilir karena dari regulasinya baik dari undang-undang dan peraturan Kementerian Pertanian namanya asosiasi, asosiasi itu tidak lain kelembagaan petani yang hanya untuk mengurus komoditas sejenis yaitu talas beneng," tandasnya.[Syam/Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Dibubarkan Sepihak, Asputaben Pandeglang Akan Bawa ke Ranah Hukum
dinsos dewan ac as Fae SF

INILAH SERANG

73 dibaca
Puluhan Pejabat Pemkab Serang di Suntik Vaksin, Hasilnya Tak Ada KIPI
Top