Jumat, 18 Januari 2019

Di Masa Depan, Otak Manusia Nyaman Bisa Diretas

[foto ist]
Kamis, 08 Nov 2018 | 05:47 WIB - Teknologi

lBC, Jakarta - Laporan terbaru dari para peneliti Kaspersky Lab dan Universitas Oxford Fuctional Neurosurgery Group menyebut bahwa di masa depan orang-orang yang mungkin dapat mengeksploitasi file-file untuk mencuri, memata-matai, atau mengubah gerakan manusia.

Sementara itu menyala baru muncul beberapa dekade kemudian, teknologi peretasan yang telah hadir dalam bentuk perangkat di dalam otak.

Dalam keterangan tertulisnya, Kaspersky Lab mengatakan, para ilmuwan kini sedang belajar bagaimana menciptakan otak dan target, tempat penyimpanan dan peningkatan menggunakan perangkat yang ditanam.

Namun, menyediakannya dalam perangkat lunak dan keras yang terhubung.

Para peneliti menyelesaikan analisis praktis dan teoritis dalam mengeksplorasi perangkat yang dikembangkan dan untuk stimulasi otak dalam.

Dikenal sebagai Implantable Pulse Generator (IPG) atau neurostimulator, perangkat ini mengirim impuls listrik ke target untuk penyakit Parkinson, tremor, dan gangguan kelainan obsesif-kompulsif.

"Generasi terbaru dari implan ini dilengkapi dengan perangkat lunak untuk dokter dan pasien, yang terhubung pada tablet dan ponsel pintar kelas komersial. Koneksi yang digunakan pada protokol Bluetooth standar," kata Kaspersky Lab.

Para peneliti menemukan beberapa skenario yang dapat digunakan oleh para pelaku kejahatan, termasuk infrastruktur koneksi yang tidak terlindungi.

Para peneliti menemukan satu kompleksitas dan beberapa konfigurasi yang berbeda dalam platform manajemen online. Platform ini cukup populer dalam analisis dan dapat digunakan untuk mendeteksi data sensitif dan prosedur perawatan.

Ketidakamanan atau transfer data yang tidak terenkripsi antara implan, perangkat lunak, dan jaringan yang berbeda-beda. Dapat berkomunikasi dengan baik di pasien atau bahkan di seluruh bagian implan (dan pasien) yang terhubung ke infrastruktur yang sama.

Manipulasi dapat membantu mengatur masalah yang menyebabkan rasa sakit, kelumpuhan atau pencurian data pribadi dan rahasia.

Kendala desain sebagai pasien yang lebih diutamakan dari tol. Sebagai contoh, implan medikal perlu dikendalikan oleh dokter, termasuk pasien yang dilarikan ke rumah sakit yang jauh dari rumah mereka.

Juga menggunakan kata sandi apa pun yang tidak bisa dikenali dokter. Lebih lanjut, hal itu menunjukkan secara default, implan yang harus dilengkapi dengan 'backdoor' perangkat lunak.

Selain itu, kondisi yang memungkinkan dapat digunakan oleh para pekerja adalah tidak aman oleh staf medis.

Para peneliti memperkirakan selama beberapa dekade mendatang, akan semakin banyak neurostimulator yang efektif dengan pemahaman lebih lanjut.

Neurostimulator ini juga akan akan lebih mudah untuk mengembangkan dan menggunakan teknologi dan juga untuk yang baru.

Dalam lima tahun, para ilmuwan dapat mengakses sinyal otak secara elektronik dalam membangun dan meningkatkan ingatan atau bahkan menulis ulang sebelum memperbaikinya ke otak.

Satu dekade dari sekarang, akan mulai muncul ke memori, dan 20 tahun mendatang, teknologi akan cukup mumpuni untuk memiliki kontrol besar atas ingatan.

Ancaman baru yang dihasilkan dari segala macam fungsi yang dapat digunakan untuk memanipulasi kelompok-kelompok besar yang terlibat atau menghapus memori.

Sementara itu mode 'repurposed' dapat dijadikan target sebagai peluang baru untuk cyberpostageage atau pencurian, 'penguncian' memori, sebagai contoh, sebagai sebutan untuk tebusan.]lnilahcom]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Facebook Danai US$300 Juta Sediakan berita Lokal
Rabu, 16 Jan 2019 | 11:59 WIB
Facebook Danai US$300 Juta Sediakan berita Lokal
Apple Siapkan iPod Touch Generasi Ketujuh?
Rabu, 16 Jan 2019 | 11:25 WIB
Apple Siapkan iPod Touch Generasi Ketujuh?
iPhone 2019 Akan Dibekali WiFi 6, Lebih Ngebut
Selasa, 15 Jan 2019 | 22:11 WIB
iPhone 2019 Akan Dibekali WiFi 6, Lebih Ngebut

KOMENTAR

Di Masa Depan, Otak Manusia Nyaman Bisa Diretas

PEMERINTAHAN

87 dibaca
Andika Sebut Kepercayaan Publik pada Pemprov Banten Meningkat
223 dibaca
Lantik 223 Pejabat, Bupati Serang Sebut Agar Kinerja Lebih Baik
181 dibaca
Pertama di Indonesia, Inspektorat Kabupaten Serang Integrasikan Dua ISO

POLITIK

3953 dibaca
Gubernur Banten Wahidin Halim Dilaporkan ke Bawaslu
847 dibaca
Dukung Prabowo-Sandi, Caleg PBB di Banten Bentuk Pass Lantang
153 dibaca
Debat Capres Bisa untuk Curi Perhatian Rakyat

HUKUM & KRIMINAL

219 dibaca
Mayat Wanita di Cipocok Jaya Ternyata Dibunuh
107 dibaca
Polisi Ringkus Pelaku Curanmor, Penadah dan Pengoplos
333 dibaca
Diduga Otak Pengeroyokan Santri, MH Terancam Dijemput Paksa

PERISTIWA

129 dibaca
Peran Media Penting dalam Sosialisasi Millennial Road Safety Festival
140 dibaca
Gubernur Berikan Bantuan Seragam Sekolah untuk Korban Tsunami

EKONOMI & BISNIS

105 dibaca
Sri Mulyani Jamin Usaha Kecil Digital Bebas Pajak
197 dibaca
Pulihkan Anyer, Pemprov Banten Tinjau Pelarangan Rapat di Hotel
Top