Selasa, 13 November 2018

Di Masa Depan, Otak Manusia Nyaman Bisa Diretas

[foto ist]
Kamis, 08 Nov 2018 | 05:47 WIB - Teknologi

lBC, Jakarta - Laporan terbaru dari para peneliti Kaspersky Lab dan Universitas Oxford Fuctional Neurosurgery Group menyebut bahwa di masa depan orang-orang yang mungkin dapat mengeksploitasi file-file untuk mencuri, memata-matai, atau mengubah gerakan manusia.

Sementara itu menyala baru muncul beberapa dekade kemudian, teknologi peretasan yang telah hadir dalam bentuk perangkat di dalam otak.

Dalam keterangan tertulisnya, Kaspersky Lab mengatakan, para ilmuwan kini sedang belajar bagaimana menciptakan otak dan target, tempat penyimpanan dan peningkatan menggunakan perangkat yang ditanam.

Namun, menyediakannya dalam perangkat lunak dan keras yang terhubung.

Para peneliti menyelesaikan analisis praktis dan teoritis dalam mengeksplorasi perangkat yang dikembangkan dan untuk stimulasi otak dalam.

Dikenal sebagai Implantable Pulse Generator (IPG) atau neurostimulator, perangkat ini mengirim impuls listrik ke target untuk penyakit Parkinson, tremor, dan gangguan kelainan obsesif-kompulsif.

"Generasi terbaru dari implan ini dilengkapi dengan perangkat lunak untuk dokter dan pasien, yang terhubung pada tablet dan ponsel pintar kelas komersial. Koneksi yang digunakan pada protokol Bluetooth standar," kata Kaspersky Lab.

Para peneliti menemukan beberapa skenario yang dapat digunakan oleh para pelaku kejahatan, termasuk infrastruktur koneksi yang tidak terlindungi.

Para peneliti menemukan satu kompleksitas dan beberapa konfigurasi yang berbeda dalam platform manajemen online. Platform ini cukup populer dalam analisis dan dapat digunakan untuk mendeteksi data sensitif dan prosedur perawatan.

Ketidakamanan atau transfer data yang tidak terenkripsi antara implan, perangkat lunak, dan jaringan yang berbeda-beda. Dapat berkomunikasi dengan baik di pasien atau bahkan di seluruh bagian implan (dan pasien) yang terhubung ke infrastruktur yang sama.

Manipulasi dapat membantu mengatur masalah yang menyebabkan rasa sakit, kelumpuhan atau pencurian data pribadi dan rahasia.

Kendala desain sebagai pasien yang lebih diutamakan dari tol. Sebagai contoh, implan medikal perlu dikendalikan oleh dokter, termasuk pasien yang dilarikan ke rumah sakit yang jauh dari rumah mereka.

Juga menggunakan kata sandi apa pun yang tidak bisa dikenali dokter. Lebih lanjut, hal itu menunjukkan secara default, implan yang harus dilengkapi dengan 'backdoor' perangkat lunak.

Selain itu, kondisi yang memungkinkan dapat digunakan oleh para pekerja adalah tidak aman oleh staf medis.

Para peneliti memperkirakan selama beberapa dekade mendatang, akan semakin banyak neurostimulator yang efektif dengan pemahaman lebih lanjut.

Neurostimulator ini juga akan akan lebih mudah untuk mengembangkan dan menggunakan teknologi dan juga untuk yang baru.

Dalam lima tahun, para ilmuwan dapat mengakses sinyal otak secara elektronik dalam membangun dan meningkatkan ingatan atau bahkan menulis ulang sebelum memperbaikinya ke otak.

Satu dekade dari sekarang, akan mulai muncul ke memori, dan 20 tahun mendatang, teknologi akan cukup mumpuni untuk memiliki kontrol besar atas ingatan.

Ancaman baru yang dihasilkan dari segala macam fungsi yang dapat digunakan untuk memanipulasi kelompok-kelompok besar yang terlibat atau menghapus memori.

Sementara itu mode 'repurposed' dapat dijadikan target sebagai peluang baru untuk cyberpostageage atau pencurian, 'penguncian' memori, sebagai contoh, sebagai sebutan untuk tebusan.]lnilahcom]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

LAINNYA

Google Hadirkan YouTube di Nintendo Switch
Senin, 12 Nov 2018 | 22:23 WIB
Google Hadirkan YouTube di Nintendo Switch
Disney , Layanan Video Streaming dari Disney
Minggu, 11 Nov 2018 | 11:05 WIB
Disney , Layanan Video Streaming dari Disney
Daftar 20 Smartphone Xiaomi yang Kebagian MIUI 10
Kamis, 08 Nov 2018 | 23:04 WIB
Daftar 20 Smartphone Xiaomi yang Kebagian MIUI 10
Kawasaki Luncurkan Ninja 250 dengan Smart Key
Kamis, 01 Nov 2018 | 22:22 WIB
Kawasaki Luncurkan Ninja 250 dengan Smart Key

KOMENTAR

Di Masa Depan, Otak Manusia Nyaman Bisa Diretas

PEMERINTAHAN

235 dibaca
Puluhan Pejabat Fungsional Pemprov Banten Dilantik
1029 dibaca
Perintah Perpres 16/2018, LPSE Dibentuk dalam Satu Badan/Dinas
218 dibaca
Lokakarya, Pemprov Bahas Pengurangan Kawasan Kumuh di Banten

POLITIK

264 dibaca
Caleg Golkar Dilarang Saling Menjelekkan dan Menjegal
210 dibaca
Dikukuhkan, Karya Nyata ICMI Ditunggu Masyarakat Banten
290 dibaca
Memilih Pemimpin di Pilpres 2019 Menurut UAS

HUKUM & KRIMINAL

147 dibaca
Di Pandeglang, Seorang Anak Bacok Ibu Tirinya Hingga Meninggal
632 dibaca
Sebar Ujaran Kebencian di Facebook, Warga Petir Ditangkap
340 dibaca
6 Oknum Anggota Ormas Pengeroyok Polisi Terancam 7 Tahun Penjara

PERISTIWA

106 dibaca
Melalui ARDEX-18, Provinsi Banten Siap Atasi Dampak Bencana
1183 dibaca
Mayat Laki-laki Membusuk di Rumah Kontrakan Gegerkan Warga Cikande
1782 dibaca
Di Waringinkurung, Polisi dan TNI Ini Kompak Gotong Keranda Mayat

EKONOMI & BISNIS

81 dibaca
Andika Ingin Ekraf Jadi Tulang Punggung Baru Perekonomian di Banten
102 dibaca
Selama Oktober 2018, Nilai Tukar Petani di Banten Alami Kenaikan
Top