Selasa, 30 November 2021

Dalam Islam Istri Terlarang Menerima Tamu tanpa Sepengetahuan Suami, Ternyata Ini Hikmah Serta Faedahnya

Ilustrasi/Net
Selasa, 05 Okt 2021 | 11:01 WIB - Mozaik Islami

Seorang istri tak boleh sembarangan menerima tamu masuk ke dalam rumah tanpa sepengetahuan suami. Apalagi, tamu yang datang bukan mahramnya.

 DARI Abu Hurairah radhiallahu'anha: Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallaam bersabda, "Istri tidak boleh berpuasa, sementara suaminya sedang ada di rumah, kecuali setelah memperoleh izin darinya; tidak boleh mengizinkan orang lain masuk rumah, kecuali atas izinnya; dan apa pun yang disedekahkannya tanpa perintah suamisuami memperoleh separuh pahalnya." (HR Al-Bukhari)

Badwi Mahmud Al-Syaikh dikutip mozaik.inilah.com menegaskan bahwa istri tidak boleh mengizinkan siapa pun untuk masuk rumah suaminya tanpa izin suaminya.

Al-Hafizh dalam Al-Fath berkata, "Dalam hadits ini ditegaskan bahwa memenuhi hak suami harus lebih didahulukan oleh istri daripada melakukan kebaikan yang lain. Sebab, memenuhi haknya adalah kewajiban, dan menjalankan kewajiban harus didahulukan daripada menjalankan ibadah sunnah."

Imam Al-Nawawi menjelaskan hikmah dari larangan itu. Ia berkata, "Suami mempunyai hak untuk bersenang-senang dengan istrinya setiap saat. Haknya ini wajib untuk segera dipenuhi, tidak boleh tertunda dengan ibadah sunnah, bahkan dengan ibadah wajib yang masih bisa ditunda.

Berkenaan dengan keharusan meminta izin suami ketika mengundang orang lain ke rumah. Al-Hafizh dalam Al-Fath berkata, "Sabda Rasulullah, 'Istri tidak boleh mengizinkan siapa pun masuk ke rumah suami tanpa izinnya,' merupakan syarat yang sulit dipahami. Ketiadaan suami di rumah tidak berarti istri boleh mengizinkan orang lain masuk rumah. Justru, ketika itulah larangan tersebut lebih ditekankan berdasarkan beberapa hadits yang menegaskan larangan bagi istri untuk mengizinkan orang lain masuk ke rumah pada saat suaminya tidak ada. Barangkali, inilah maksud hadits tersebut. Sebab, ketika suami ada di rumah, istri lebih mudah meminta izin padanya."

Imam Al-Nawawi berkata, "Dalam hadits ini ada isyarat bahwa kewajiban meminta izin kepada suami harus dilakukan ketika istri belum yakin suaminya merestuinya. Sekiranya istri mengetahui bahwa suaminya merestui, tidak meminta izin kepadanya adalah kebolehan. Misalnya, istri mempersilakan para tamu masuk rumah di tempat yang dikhususkan bagi mereka (ruang tamu), baik ada suami ketika itu maupun tidak ada. Dalam hal ini, mempersilakan mereka masuk tidak perlu izin khusus dari suami."***

Bagikan:

KOMENTAR

Dalam Islam Istri Terlarang Menerima Tamu tanpa Sepengetahuan Suami, Ternyata Ini Hikmah Serta Faedahnya

INILAH SERANG

88 dibaca
Kerjasama Produsen Sepatu, Bupati Serang Gelorakan ‘UMKM Bisa’
103 dibaca
Hari Korpri ke-50 Tahun, Sekda Kabupaten Serang Ingatkan ASN Tiga Hal
199 dibaca
Resmob Polres Serang Ringkus Pentolan Perampas Motor

HUKUM & KRIMINAL

199 dibaca
Resmob Polres Serang Ringkus Pentolan Perampas Motor
232 dibaca
Lanjutkan Pembongkaran THM, Pemkab Serang Terjunkan 500 Personil Satpol PP
271 dibaca
Duh, Gadis ABG Disetubuhi Orangtua Angkatnya hingga Melahirkan

POLITIK

421 dibaca
Target Golkar di 2024, Andika Tugaskan AMPI Banten Rangkul Milenial
679 dibaca
144 Kades Dilantik, Sekda Entus: Berhentikan Perangkat Desa Kades Bakal Disanksi
613 dibaca
144 Kades Terpilih Dilantik, Bupati Serang Larang Kades Ganti Perangkat Desa

PENDIDIKAN

148 dibaca
Pemkab Ajak Paguyuban Anak Serang Gencar Lakukan Literasi Digital
229 dibaca
Hari Guru Nasional ke-76 Tahun, Wabup Serang harap Kuantiti dan Kualitas Ditingkatkan
Top