Senin, 16 Mei 2022

Cerpen Supadilah Iskandar: Hidup dalam Kesunyian (2)

Ilustrasi/Net
Kamis, 15 Apr 2021 | 14:12 WIB - Suara Pembaca

“Saat ini, saya menyadari seandainya saya meraih harta sebanyak dua miliar dan membelanjakannya secara tidak berkah, maka apa artinya harta sebanyak itu ketimbang nikmat hidup yang dianugerahkan Tuhan kepada saya. Saat ini, saya masih bisa bernafas, bisa mengunyah atau menelan makanan dan minuman. Saya juga masih bisa berpikir, bicara dan menulis karya sastra. Dari beberapa karya best seller yang telah saya tulis dan diterjemahkan ke beberapa bahasa, saya sudah menerima prosentasi yang melimpah dari para penerbit, bahkan sudah melewati angka dua miliar rupiah. Semoga apa-apa yang saya dapatkan menjadi berkah dan diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Memberi rizki bagi hamba-hamba-Nya. Karena itu, seandainya saya menerima harta yang Anda berikan, maka saya sedang menukar kesejatian dengan kepalsuan, bahkan menukar keberkahan hidup dengan kemalangan dan penderitaan.

“Lalu, Sahabatku, untuk apa kita bertaruh selama ini? Apa manfaatnya? Apa kepentingan para wartawan mendatangi dan mewawancarai kita, hingga menampilkan sepak-terjang dan keberanian kita pada berita utama di media-media mereka? Apakah benar hal ini akan meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa hukuman mati lebih buruk atau lebih baik daripada penjara seumur hidup?

“Apakah benakita ini seorang pemberani dan pahlawan, ataukah justru seorang pengecut dan pecundang belaka? Bila kita mengakui secara jujur, maka apa yang kita pertaruhkan selama ini hanya sia-sia belaka. Di satu sisi Anda sebagai pengusaha sukses, seolah membutuhkan pengakuan dan publisitas agar diakui sebagai orang kaya yang dermawan. Di sisi lain, sebagai penceramah yang saat itu masih berusia 31 tahun, saya hanyalah seorang pemuda ambisius yang tamak dan serakah, yang menginginkan harta tanpa harus berbuat apa-apa.

“Sahabatku, dengan berbagai pertimbangan di atas, maka hari ini saya menulis surat, sebagai bukti pembatalan atas kesepakatan yang telah kita buat bersama. Mulai saat ini, saya mencabut hak saya atas pembayaran uang sebesar dua miliar dari Anda, yang sepuluh tahun lalu saya impi-impikan sebagai sorga dan sumber kebahagiaan. Hari ini, lebih tepatnya tanggal 30 September 2020, sehari sebelum masa pembebasan, saya keluar dari paviliun ini. Dengan demikian, batallah perjanjian yang telah kita sepakati bersama.”

***

Setelah membacasang pengusaha meletakkan kembali kertas tersebut di atas meja. Ia keluar dari paviliun itu. Ia merasa tersinggung dengan surat yang dilayangkan kepadanya, namun demikian akhirnya ia merasa bersyukur bahwa di pertengahan tahun 2020 lalu, seluruh dunia dilanda wabah Corona dan Covid 19, setelah perusahaan yang dipimpinnya mengalami kebangkrutan karena dilanda kerugian besar.

Setibanya di rumah, ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang, lalu merenung dalam waktu yang cukup lama. Gejolak batin yang dialaminya tak dapat menahan air matanya yang tahu-tahu sudah berlinang.

Di pagi hari, ketika matahari mulai terbit, dua orang pengawas memberi kesaksian bahwa mereka telah melihat lelaki yang tinggal di paviliun itu memanjat jendela dan menjebol plafon, kemudian keluar melalui atap paviliun. Lalu, kedua pengawas itu mendampingi sang pengusaha menuju paviliun, dan mendapatkan tahanannya sudah melepaskan diri.

Ketika para wartawan menyerbu kediaman sang pengusaha dan mewawancarainya, ia pun menyodorkan secarik kertas yang keesokan harinya masuk dalam halaman muka media-media lokal dan nasional. ***

Bagikan:

LAINNYA

Kucing Itu Menyatukan Kembali 
Rabu, 24 Nov 2021 | 11:35 WIB
Kucing Itu Menyatukan Kembali 
Budaya Literasi dalam Islam
Senin, 22 Nov 2021 | 14:14 WIB
Budaya Literasi dalam Islam
Cerpen Habib Maksudi: Ketinggalan Dompet
Senin, 01 Nov 2021 | 08:57 WIB
Cerpen Habib Maksudi: Ketinggalan Dompet
Cerpen Chudori Sukra: Penyerbuan di Kebun Solear
Rabu, 27 Okt 2021 | 11:36 WIB
Cerpen Chudori Sukra: Penyerbuan di Kebun Solear

KOMENTAR

Cerpen Supadilah Iskandar: Hidup dalam Kesunyian (2)
pemda

INILAH SERANG

147 dibaca
Polres Serang Tangkap Pengedar Pil Koplo saat Tunggu Pelanggan
335 dibaca
Bawa Kambing, Pengemudi dan Penumpang Mobil Nyaris Diamuk Massa
244 dibaca
Pemprov Banten Siapkan Strategi Penanganan Stunting dan Gizi Buruk

HUKUM & KRIMINAL

147 dibaca
Polres Serang Tangkap Pengedar Pil Koplo saat Tunggu Pelanggan
335 dibaca
Bawa Kambing, Pengemudi dan Penumpang Mobil Nyaris Diamuk Massa
987 dibaca
Resmob Polres Serang Ringkus 4 Bandit Kurang dari 24 Jam Usai Terima Laporan Perampasan

POLITIK

242 dibaca
Golkar Banten Sambut Bahagia Koalisi Indonesia Bersatu
1432 dibaca
Instruksikan Pemenangan Airlangga, Andika Keliling ke DPD Golkar Kabupaten dan Kota di Ban...
1256 dibaca
Bakesbangpol Pastikan Tak Ada Ormas Radikal di Kabupaten Serang
Top