Selasa, 13 November 2018

Cegah 9 Penyakit Berbahaya dengan Imunisasi

(Foto Ist)
Selasa, 01 Agt 2017 | 21:44 WIB - Kesehatan

lB,Yogykarta - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan imunisasi telah memberikan perlindungan terhadap 8 penyakit. Penyakit tersebut antara lain tuberkulosis, Campak, Difteri, Batuk Rejan, Tetanus, Polio, Hepatitis B, dan Hemofilus influenzae. Hari ini Presiden Jokowi mencanangkan satu jenis imunisasi baru yakni imunisasi Measles Rubellla (MR).

"Insya Allah, mulai hari ini kita akan memberikan perlindungan kepada satu penyakit lagi, yaitu Rubella, sehingga anak-anak kita akan terlindungi dari 9 penyakit. Meskipun jumlah penyakit yang dilindungi dengan imunisasi semakin bertambah, tapi jumlah suntikan yang diberikan kepada anak-anak kita tidak bertambah, berkat adanya vaksin kombinasi," kata Presiden Jokowi pada acara Pencanangan Imunisasi MR di MTsN 10 Yogyakarta pada Selasa, 1 Agustus 2017 seperti yang dikutip dari siaran pers.

Pada masa lalu, lanjut Presiden Jokowi, telah berhasil mewujudkan Indonesia bebas dari penyakit Cacar, Polio dan Tetanus. Di masa mendatang seharusnya mampu membebaskan rakyat dari berbagai penyakit lainnya, agar kita tidak ketinggalan dari bangsa-bangsa lain di dunia.

Program imunisasi, peningkatan status gizi masyarakat, dan program lingkungan sehat harus diutamakan, agar jumlah orang sakit akan menurun dan berdampak pada berkurangnya orang yang berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga pembiayaan kesehatan juga semakin efisien.

Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) harus semakin digalakkan agar berbagai masalah kesehatan dan angka morbiditas, mortalitas dan disabilitas akibat berbagai penyakit terus menurun.

"Anak yang sehat harus bebas penyakit, mempunyai status gizi yang baik, hidup dalam lingkungan sehat dan mendapat pendidikan yang berkualitas," tambah Jokowi.

Melalui pemberian imunisasi MR ini, masalah penyakit campak dan rubella akan berangsur menghilang dan cacat bawaan pada bayi akibat rubella juga akan semakin menghilang. Setelah pencanangan ini, imunisasi MR akan dilaksanakan secara bertahap dan menjangkau seluruh Indonesia.

Presiden Jokowi berharap agar seluruh masyarakat mendukung dan berperan dalam upaya mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella pada tahun 2020 melalui Kampanye Imunisasi MR.

"Saya serukan agar semua anak Indonesia, di seluruh Tanah Air, dibawa ke Pos pelayanan imunisasi yang terdekat untuk memperoleh imunisasi MR. Dengan imunisasi MR kita menciptakan bangsa Indonesia yang sehat, berkualitas, produktif dan berdaya-saing," ujar Jokowi.

Presdien Jokowi mengatakan saat ini di Indonesia masih kurang dari 1 persen anak yang sudah mendapatkan imunisasi MR yakni 0,05 persen. Idealnya lebih dari 95 persen anak-anak sudah mendapatkan imunisasi MR bahkan seharusnya 100 persen.

"Pesan saya jangan meremehkan MR," tegas Presiden Jokowi. [lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Cegah 9 Penyakit Berbahaya dengan Imunisasi

BERITA TERKAIT

PEMERINTAHAN

235 dibaca
Puluhan Pejabat Fungsional Pemprov Banten Dilantik
1029 dibaca
Perintah Perpres 16/2018, LPSE Dibentuk dalam Satu Badan/Dinas
217 dibaca
Lokakarya, Pemprov Bahas Pengurangan Kawasan Kumuh di Banten

POLITIK

264 dibaca
Caleg Golkar Dilarang Saling Menjelekkan dan Menjegal
210 dibaca
Dikukuhkan, Karya Nyata ICMI Ditunggu Masyarakat Banten
289 dibaca
Memilih Pemimpin di Pilpres 2019 Menurut UAS

HUKUM & KRIMINAL

146 dibaca
Di Pandeglang, Seorang Anak Bacok Ibu Tirinya Hingga Meninggal
632 dibaca
Sebar Ujaran Kebencian di Facebook, Warga Petir Ditangkap
340 dibaca
6 Oknum Anggota Ormas Pengeroyok Polisi Terancam 7 Tahun Penjara

PERISTIWA

106 dibaca
Melalui ARDEX-18, Provinsi Banten Siap Atasi Dampak Bencana
1182 dibaca
Mayat Laki-laki Membusuk di Rumah Kontrakan Gegerkan Warga Cikande
1781 dibaca
Di Waringinkurung, Polisi dan TNI Ini Kompak Gotong Keranda Mayat

EKONOMI & BISNIS

80 dibaca
Andika Ingin Ekraf Jadi Tulang Punggung Baru Perekonomian di Banten
102 dibaca
Selama Oktober 2018, Nilai Tukar Petani di Banten Alami Kenaikan
Top