Rabu, 14 November 2018

Bupati Serang Proyeksikan Normalisasi Kali Mati jadi Wisata Air

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyalami warga sekitar kali mati di Desa Kebuyutan, Kecamatan Tirtayasa pada Kamis, 13 September 2018.[Foto Qomat]
Kamis, 13 Sept 2018 | 21:23 WIB - Serang

lBC, Serang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) menyosialisasikan normalisasi Sungai Ciujung lama atau kali mati kepada penghuni bantaran sungai tersebut. Saat sosialisasi, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah memimpin secara langsung didampingi oleh Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Kepala DPUTR, Khatib Nawawi, Asisten Daerah 1 Agus Erwana, Dandim 06 02 Serang Letkol CZI Harry Praptomo, Kapolres Serang Indra Gunawan,  Kepala bidang Operasi Pemeliharaan Sumber Daya Alam (SDA) Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung dan Cidurian (BBWSC3) Payitno.

Tatu menjelaskan, rencana normalisasi kali mati mampu meningkatkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di Kecamatan Pontang, Tirtayasa dan Lebakwangi untuk  meningkatkan ketersediaan air di persawahan pada musim kemarau. Sehingga, masyarakat mampu meningkatkan hasil usaha taninya.

”Sejak saya menjadi Wakil Bupati terus berupaya untuk menyelesaikan persoalan air bersih disini belum ada hasil dan  Alhamdulillah saat ini, baru tertangani dengan kerjasama dengan kementerian PUPR,” ungkapnya saat memberikan pemaparan kepada warga sekitar kali mati di Desa Kebuyutan, Kecamatan Tirtayasa pada Kamis, 13 September 2018.

Ia juga menceritakan, bantuan pusat bisa turun karena dibantu oleh tokoh masyarakat tanara KH. Maruf Amin yang saat itu berkunjung salah satu pesantren di Kabupaten Serang dan menjadi jembatan komunikasinya kepada pemerintah pusat agar bisa membantu normalisasi kali mati tersebut.  Sehingga, bisa direalisasikan tahun 2018.

“Saat itu saya memberi usul agar kali mati juga menjadi wisata air dan kementerian meminta kami menyelesaikan pinggir sungai yang terdapat bangunan yang dimiliki oleh tanah negara,” imbuhnya. 

Pemkab Serang juga berkomitmen, akan membantu warga yang memiliki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk diberikan bantuan agar memiliki tempat tinggal yang layak dengan melakukan  mendata warga  sekitar kali mati tersebut.

“Ibu kepikiran sama warga yang tidak mampu dan menjadi tanggung jawab saya sebagai Bupati Serang. Oleh karena itu, untuk warga yang tidak mampu akan kita pikirkan bersama untuk bantuan yang akan diberikan karena ada iuran ASN juga untuk RTLH di Kabupaten Serang,” tuturnya.

Senada dengan Tatu, Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa menuturkan,bantuan  pusat tidak turun secara langsung jika  Bupati Serang tidak melakukan  negosiasi kepada pemerintah pusat untuk membantu kali mati. Dan bangunan yang terdapat di Kali mati tidak bisa diganti rugi oleh Pemkab  karena tanah tersebut milik Negara.

“Jika melakukan ganti rugi diatas tanah milik negara akan menjadi temuan KPK dan Kami dipastikan pembangunan tidak akan merambat ke tanah milik warga,” ujarnya.

Pandji menambahkan, Pemkab Serang berencana air kali mati akan dikelola oleh Perusahaan  Daerah Air Minum (PDAM) untuk dimanfaatkan warga menjadi air minum.

“Hal ini menjadi kesempatan bagi kita agar tidak lagi mempermasalahkan air disini, karena untuk mendapatkan bantuan ini tidak mudah.  Bupati  juga puluhan kali datang ke Pusat dan meminta bantuan Haji Maruf Amin sebagai tokoh di Tanara untuk disambungkan kesana,” katanya

Sementara itu, Kepala bidang Operasi Pemeliharaan SDA  BBWSC3,  Payitno meminta dukungan kepada seluruh pihak untuk  pembangunan yang akan dilakukan di badan sungai untuk dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau dan tempat wisata air  untuk warga sekitar.

“Hasil studi tahun 2017 akan dilakukan tampungan air baku 200 ltr per detik dan  sekarang sedang  dilakukan detil design secara sistem pemanfaatan agar tidak terjadi banjir lokal,” kata Payitno.

Selain itu, warga  Desa Kabuyutan, Munawaroh mendukung dengan adanya normalisasi yang akan dilakukan pemerintah. Pasalnya, dengan adanya normalisasi  kali mati tersebut akan menunjang kebutuhan warga yang menjadi permasalahan selama puluhan tahun.

“Terimakasih kepada pemerintah atas renncana normalisasi ini dan semoga kami  menjadi warga yang sehat setelah normalisasi dilakukan,” ucapnya.[Qomat]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Bupati Serang Proyeksikan Normalisasi Kali Mati jadi Wisata Air

PEMERINTAHAN

73 dibaca
APBD Banten Tahun 2019 Ditarget Menyentuh Rp12,31 Triliun
237 dibaca
Puluhan Pejabat Fungsional Pemprov Banten Dilantik
1032 dibaca
Perintah Perpres 16/2018, LPSE Dibentuk dalam Satu Badan/Dinas

POLITIK

267 dibaca
Caleg Golkar Dilarang Saling Menjelekkan dan Menjegal
211 dibaca
Dikukuhkan, Karya Nyata ICMI Ditunggu Masyarakat Banten
290 dibaca
Memilih Pemimpin di Pilpres 2019 Menurut UAS

HUKUM & KRIMINAL

66 dibaca
Meresahkan, Tiga Warga Lebak Tersangka Curanmor Diringkus
248 dibaca
Di Pandeglang, Seorang Anak Bacok Ibu Tirinya Hingga Meninggal
636 dibaca
Sebar Ujaran Kebencian di Facebook, Warga Petir Ditangkap

PERISTIWA

107 dibaca
Melalui ARDEX-18, Provinsi Banten Siap Atasi Dampak Bencana
1193 dibaca
Mayat Laki-laki Membusuk di Rumah Kontrakan Gegerkan Warga Cikande
1782 dibaca
Di Waringinkurung, Polisi dan TNI Ini Kompak Gotong Keranda Mayat

EKONOMI & BISNIS

148 dibaca
Andika Ingin Ekraf Jadi Tulang Punggung Baru Perekonomian di Banten
106 dibaca
Selama Oktober 2018, Nilai Tukar Petani di Banten Alami Kenaikan
Top