Kamis, 15 April 2021

Bupati Serang Larang ASN Bepergian Saat Libur Imlek

Jumat, 12 Feb 2021 | 13:45 WIB - Serang

lBC, Serang - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang dilarang untuk berpergian ke luar daerah atau mudik selama libur imlek 2572 Kongzili. Jika melanggar ASN tersebut akan diberikan sanksi disiplin.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan sudah ada surat dari Mendagri terkait larangan ASN untuk meninggalkan tempat selama libur Imlek mulai tanggal 11-14 Februari. Untuk memperkuat edaran Kemendagri, pihaknya juga sudah mengeluarkan surat edaran bernomor 360/31-Huk/2021.

Surat tersebut berbunyi dalam rangka upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid 19 di wilayah Kabupaten Serang dan memperhatikan surat edaran Menpan RB nomor 4 tahun 2021 tentang pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah bagi pegawai Aparatur Sipil Negara selama libur tahun baru Imlek 2572 kongzili dalam masa pandemi Covid 19 disampaikan hal berikut.

Pertama, pegawai ASN dan keluarganya dilarang melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah dan atau mudik selama periode libur tahun baru Imlek 2572 Kongzili yaitu sejak tanggal 11 -14 Februari 2021.

Kedua apabila pegawai ASN yang dalam keadaan terpaksa perlu untuk melakukan kegiatan berpergian ke luar daerah pada periode tersebut maka yang bersangkutan harus mendapatkan izin tertulis dari kepala daerah serta melaporkan kepada bupati melalui kepala BKPSDM Kabupaten Serang. Kemudian memperhatikan kriteria, persyaratan, protokol perjalanan dan atau kebijakan Pemda setempat, kementerian perhubungan dan satgas Covid setempat. 

Ketiga pegawai ASN wajib memberikan contoh dengan menerapkan protokol kesehatan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menerapkan 5M. Yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas. 

Keempat apabila terdapat pegawai ASN yang melanggar hal hal tersebut, diberikan hukuman disiplin sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku. 

Sedangkan untuk kalangan masyarakat, Tatu mengatakan, karena Pandemi sudah berlangsung terlalu lama masyarakat kini sudah menganggap penyakit biasa. Seperti saat ini sedang musim rajaban, banyak pernikahan dan itu semua banyak yang tidak menjalankan protokol kesehatan.

"Saya agak kesulitan, saya mau keluarin surat lagi koordinasi dengan polisi mudah mudahan kesadaran di masyarakat meningkat. Kalau tempat wisata tidak ditutup di Serang hanya Dinkes dan satgas Covid memberlakukan prokes nya, kasihan kalau ditutup," ujarnya, Kamis 11 Februari 2021.

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Bupati Serang Larang ASN Bepergian Saat Libur Imlek
pa aef

INILAH SERANG

65 dibaca
Beli Sabu Patungan, Dua Sekawan Dicokok Polres Serang
126 dibaca
Supporter Bola dan Club Motor Sepakat Jaga KondusivitasRamadhan

HUKUM & KRIMINAL

65 dibaca
Beli Sabu Patungan, Dua Sekawan Dicokok Polres Serang
119 dibaca
Lagi, Polres Serang Ringkus Penjual Obat Tramadol dan Hexymer

POLITIK

201 dibaca
Antisipasi Kerawanan Pilkades, Pemkab Serang Lakukan Pemetaan
756 dibaca
Ngopi Bareng Kapolres, Apdesi dan DPMD Bahas Pilkades Aman, Damai dan Sehat

PENDIDIKAN

424 dibaca
Mendikbud: Sekolah Diperbolehkan Belajar Tatap Muka Terbatas
549 dibaca
Pemkab Serang Akan Tingkatkan Penerima dan Insentif Guru Paud
Top