Senin, 18 Oktober 2021

Bupati Serang Harap Pusat Kajian Kitab Kuning Syekh Nawawi Al Bantani Mendunia

Rabu, 06 Okt 2021 | 23:17 WIB - Serang Mozaik Islami

lBC, Serang - Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berharap dibangunnya Wisata Religi Museum Pusat Kajian Kitab Kuning Syekh Nawawi Al Bantani di Kecamatan Tanara kedepannya bisa mendunia. Mengingat Syekh Nawawi Al Bantani merupakan ulama besar yang bukan hanya di akui di Indonesia, namun di seluruh penjuru dunia.

“Pusat kajian ini saya berharap seperti cita-cita awal, keinginan awal menjadi daya tarik masyarakat bukan hanya di Provinsi Banten, masyarakat se Indonesia bahkan luar negeri internasional yang memang tertarik dengan kitab kuning,”ujar Tatu. 

Hal itu disampaikan Tatu usai menggelar Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Destinasi Wisata Religi Pusat Kajian Kitab Kuning Syekh Nawawi Al Bantani bersama Universitas Gajah Mada atau UGM yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)  di Pendopo Bupati Serang pada Rabu, 6 Oktober 2021. Turut mendampingi FGD yang digelar secara virtual, Asda I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesra, Nanang Supriatna, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora), Hamdani, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Rudi Suhartanto, dan perwakilan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB). 

Sedangkan selaku pembicara untuk kelompok 1 di Room A meliputi, Dr. Hazbini, Dr. Helmi Faizi Bahrul Ulumi, Dr. Ali Muldi, Prof. Dr. Tihami, Dr. Dede Permana, Dr. Ade Jaya Suryani, Dr. Siti Shalihah, Ubay Haki, dan selaku Moderator Achmad Munjid. Kemudian untuk kelompok 2 Room B sebagai Pembicara, Ahmad Ginanjar, Idris Marsudi, Prof. Dr. Sri Mulyati, dan selaku moderator Dr. Sudaryatno.

Tatu mengatakan, dengan digelarnya FGD merupakan rangkaian persiapan untuk dibangunnya Pusat Kajian Kitab Kuning Syekh Nawawi Al Bantani di Kecamatan Tanara yang didalamnya nanti ada meseum dan tablig pusat kajian. “Karena kita tahu tentang sosok Syekh Nawawi Al Bantani ini ulama besar yang luar biasa,”katanya. 

Tatu menginginkan, jika masyarakat Provinsi Banten Indonesia umumnya jika ingin tahu secara detail, ingin belajar tentang kitab kuning karangan atau karya Syekh Nawawi Al Bantani di mesium itu nanti bukan hanya kalangan para santri saja, tapi masyarakat awam pun bisa untuk mengkajinya.

“Karena nanti dalam kegiatan kajian (kitab kuning) itu akan di kolaborasikan antara para alim ulama nanti yang mengkaji atau pembawa materi, dan juga dari perguruan tinggi. Nah untuk yang awam itu belajar tentang apa disana, fiqih misalnya bisa kita kelompok-kelompokan,”ungkap Tatu.

“Jadi pusat sunah Syekh Bukhori itu kesamarkan, kalau berbicara tentang kitab kuning, ingin tahu lebih detail, ingin tahu lebih dalam, ingin mendalami tentang Syekh Nawawi Al Bantani ya tempatnya di Kabupaten Serang,”jelas Tatu. 

Selain itu, Tatu juga menjelaskan, dengan digelarnya FGD bagian dari rangkaian yang nantinya tentunya secara fisik bangunan terukur. “Karena pembangunan secara fisik tujuannya harus di dukung juga oleh masyarakat sekitarnya,”ucap Tatu. 

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Prof. Ir Irfan Dwidya Prijambada mengatakan, atas keinginan Bupati Serang untuk mengembangkan wisata religi di Kecamatan Tanara yakni tempat kelahiran Syekh Nawawi Al Bantani sebagai guru para Ulama di Indonesia yang juga telah melahirkan tokoh-tokoh di Indonesia sangat berkesan. “Ini memberi kesan mendalam bagi kami, karena keinginan ibu bupati sangat erat kaitannya dengan tugas kami mengembangkan masyarakat, dan memberdayakan masyarakat,”ujarnya. 

Irfan berharap, pusat kajian atau karya Syekh Nawawi Al Bantani bisa memberikan dan memberdayakan masyarakat sekitar Tanara yang pasti peningkatan kesejahteraan dalam hal taraf perekonomiannya. “Itu keinginan beliau (Bupati Serang) Tanara menjadi pusat wisata religi juga perlu didukung masyarakat setempat. Perilaku masyarakat setempat juga harus beriringan yakni masyarakat yang religius,”katanya.

Kemudian, Irfan juga berharap keberadaan wisata religi tidak hanya menjadi tempat pendatang untuk mendapatkan ketenangan, mendapatkan peningkatan ilmu tapi memberikan kepada hal yang positif kepada masyarakat. 

“Makanya saya mengundang teman-teman UGM membuat ide dan menggelar FGD ini untuk menuangkan semua pemikirannya, membangun pusat kajian sesuai dengan zamannya. Dengan FGD ini mudah-mudahan menemukan kesimpulan untuk pembangunan wisata religi sesuai dengan tujuannya bermanfaat bagi masyarakat banyak,”tuturnya.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Bupati Serang Harap Pusat Kajian Kitab Kuning Syekh Nawawi Al Bantani Mendunia

INILAH SERANG

213 dibaca
Resmob Polres Serang Tangkap Dua Pengecer Judi Togel
147 dibaca
Penilaian KI Banten Kabupaten Serang Berpotensi Paling Informatif
180 dibaca
Pengedar Pil Koplo Ditangkap Satresnarkoba Polres Serang Saat Menonton Tv

HUKUM & KRIMINAL

213 dibaca
Resmob Polres Serang Tangkap Dua Pengecer Judi Togel
180 dibaca
Pengedar Pil Koplo Ditangkap Satresnarkoba Polres Serang Saat Menonton Tv
223 dibaca
Dikenakan Pasal Berlapis, Polda Banten Lakukan Penahanan Terhadap Brigadir NP

POLITIK

133 dibaca
Jelang Pilkades Serentak, Kapolres Serang Kunjungi Ketua MUI
178 dibaca
Pilkades Serentak di Kabupaten Serang Digelar 31 Oktober 2021
594 dibaca
Polres Serang Kirim 150 Personil Bantu Pengamanan Pilkades Serentak di Kabupaten Tangerang

PENDIDIKAN

189 dibaca
Wagub Andika Ingin Perencanaan Pembangunan Berbasis Teknologi Tepat Guna
243 dibaca
Baznas Pandeglang Gulirkan Ratusan Juta untuk Program Studi Mahasiswa
Top