Kamis, 27 Juni 2019

Bolehkah Menerima dan Menikmati Kue/Hadiah Natal?

(Foto-ilustrasi)
Sabtu, 23 Des 2017 | 13:01 WIB - Mozaik Islami

KITA sudah mengetahui bagaimana sikap Islam ketika umat Nashrani merayakan natal. Seorang muslim tidak boleh menghadirinya, tidak boleh memberi ucapan selamat dan tidak boleh mendukung dalam hal apa pun dalam perayaan tersebut. Lantas bagaimana jika tetangga atau rekan kerja kita memberi kue, makanan atau hadiah yang berhubungan dengan perayaan natal? Apakah boleh kita terima dan menikmatinya?

Komisi Fatwa di Kerajaan Saudi Arabia, Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al Ilmiyyah wal Ifta ditanya, "Bolehkah seorang muslim memakan makanan dari perayaan ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) atau dari perayaan orang musyrik di hari raya mereka atau menerima pemberian yang berhubungan dengan hari raya mereka?"

Jawaban para ulama Lajnah, "Tidak boleh seorang muslim memakan makanan yang dibuat oleh orang Yahudi dan Nashrani atau orang musyrik yang berhubungan dengan hari raya mereka. Begitu pula seorang muslim tidak boleh menerima hadiah yang berhubungan dengan perayaan tersebut. Karena jika kita menerima pemberian yang berhubungan dengan hari raya mereka, itu termasuk bentuk memuliakan dan menolong dalam menyebarluaskan syiar agama mereka. Hal itu pun termasuk mempromosikan ajaran mereka yang mengada-ada (baca: bidah) dan turut gembira dalam perayaan mereka. Seperti itu pun dapat dianggap menjadikan perayaan mereka menjadi perayaan kaum muslimin. Boleh jadi awalnya mereka ingin mengundang kita, namun diganti dengan yang lebih ringan yaitu dengan memberi makanan atau hadiah saat mereka berhari raya. Ini termasuk musibah dan ajaran agama yang mengada-ada (baca: bidah).

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang mengada-adakan amalan baru yang bukan ajaran dari kami, maka amalannya tertolak" (HR. Bukhari dan Muslim). Sebagaimana pula tidak boleh bagi seorang muslim memberi hadiah kepada non muslim yang berhubungan dengan perayaan mereka.

[Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al Ilmiyyah wal Ifta no. 2882, pertanyaan kedua, 22: 398-399, ditanda tangani oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz selaku ketua, Syaikh Abdurrozaq Afifi selaku wakil ketua dan Syaikh Abdullah bin Quud selaku anggota]

Yang berkata terlarangnya menerima hadiah dan kue natal, bukanlah kami. Coba perhatikan, kami hanya menukil fatwa para ulama yang lebih berilmu dari kami dan lebih paham yang terbaik bagi umatnya ketika mereka mengeluarkan fatwa. Namun asal hadiah dan makanan ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) adalah halal, yang bermasalah adalah jika ada kaitan dengan perayaan mereka dengan tujuan untuk memuliakan hari raya mereka. Hidayah hanyalah dari Allah, kami hanyalah menyampaikan. Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihaat. [rumaysho]

 

Redaktur: Akew
Bagikan:

LAINNYA

Lima Resep Awet Muda Bagi Suami-Istri
Selasa, 25 Jun 2019 | 21:32 WIB
Lima Resep Awet Muda Bagi Suami-Istri
Suami Tegas, Istri tak Mau Berjilbab ya Ceraikan
Selasa, 25 Jun 2019 | 19:02 WIB
Suami Tegas, Istri tak Mau Berjilbab ya Ceraikan
Amalan Lenyap di Akhirat karena Mencari Dunia saja
Selasa, 25 Jun 2019 | 18:55 WIB
Amalan Lenyap di Akhirat karena Mencari Dunia saja

KOMENTAR

Bolehkah Menerima dan Menikmati Kue/Hadiah Natal?

BERITA TERKAIT

PEMERINTAHAN

552 dibaca
Pemkab Serang Terapkan Sistem Berbasis Elektronik
1198 dibaca
Pemprov Banten Merubah RPJMD 2017-2022, Ini Sebabnya
1402 dibaca
Perencanaan APBD Banten 2019, Pembangunan Fisik Harus Selesai November

POLITIK

1203 dibaca
Pilkada Kabupaten Serang 2020, KPU Ajukan Anggaran Rp85 Miliar
1387 dibaca
2 Tahun Kepemimpinan WH-Andika, Eks Relawan Bentuk Tim Kajian 
10968 dibaca
Arwan Benarkan Ucapan Gubernur WH ‘Siapa Suruh jadi Relawan’

HUKUM & KRIMINAL

639 dibaca
Cabuli Siswa Hingga Hamil, 3 Oknum Guru Terancam 20 Tahun Penjara
2152 dibaca
Kapolda Banten Berhentikan Dua Anggota Polri
493 dibaca
Dua Spesialis Pencuri Rumsong Dibekuk Resmob

PERISTIWA

370 dibaca
Peringati HANI 2019, Bupati Serang Canangkan Program Bersih dan Aman
301 dibaca
Angka Kematian Ibu dan Bayi Tinggi, Pemkab Serang Siaga Satu
1416 dibaca
Ops Cipta Kondisi, Polres Serang Minimalisir Pergerakan Massa

EKONOMI & BISNIS

537 dibaca
Dekopinwil Banten Diminta Lakukan Perubahan di Era Digital
519 dibaca
WH Ingatkan Tertinggal Revolusi 4.0, Menganggur Kita
Top