Senin, 15 April 2024

Banyak Warga Menolak Rapid Test, Ini Kata Wabup Pandji

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa
Selasa, 23 Jun 2020 | 07:54 WIB - Serang Kesehatan

lBC, Serang - Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa menyebut sampai saat ini masih banyak masyarakat yang tidak memahami terkait fungsi rapid tes. Akibatnya ada sebagian dari mereka yang enggan di rapid tes oleh gugus tugas dalam rangka penanganan Covid-19.

Pandji menjelaskan bahwa kegiatan rapid tes yang gencar dilakukan oleh Dinas Kesehatan selama ini terhadap para pedagang di sejumlah pasar dan masyarakat lainnya sebetulnya bertujuan untuk menguji antibodi atau imun didalam tubuh. Sehingga ketika masuk virus dalam tubuh dapat bereaksi.

Hanya saja rapid tes ini bukan hanya Virus Covid-19 saja yang dapat bereaksi, melainkan virus yang lain pun bisa bereaksi."Jadi rapid tes itu sendiri sebetulnya tidak terlalu signifikan (untuk mendeteksi Virus Covid-19-red), hanya mengukur indikasi awal saja, karena orang yang reaktif juga belum tentu positif (Covid-19)," kata Pandji kepada wartawan pada Senin, 22 Juni 2020.

Namun demikian, kata Pandji pihaknya harus melakukan rapid tes tersebut untuk membaca indikasi awal penyebaran Covid-19. Ia pun terus melakukan sosialisasi melalui Dinas Kesahatan dan Desa agar masyarakat mau mengikuti kegiatan rapid tes.

"Sosialisasi kita lakukan terus, tapi memang belum efektif, karena merobah pola, merobah kebiasaan, merobah pemahaman itu tidak gampang, kita tidak boleh bosan memberikan penjelasan dan pemahaman kepada mereka," ujarnya.

Terkait masih adanya penolakan saat rapid tes di pasar pasar, menurut Pandji mereka bukan menolak tetapi kegiatan rapid tes ini karena momentumnya tidak tepat. Sebab ketika mereka sedang berdagang harus melaksanakan rapid tes.

"Tapi kalau kita ngambil waktu diluar mereka berdagang juga sulit dilaksanakan. Kemudian selain itu masih banyak mereka yang belum memahami tentang fungsi rapid tes," imbuhnya.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Serang, Drg Agus Sukmayadi sebelumnya mengatakan, para pedagang dan pengelola pasar yang di rapid test meliputi Jawilan, Ciruas hingga Pasar Petir. Dalam rapid test tersebut diakuinya, ada beberapa pedagang yang sempat menolak.

Kita belum tahu alasan penolakannya. Karena petugas masih di lapangan. Apakah mereka khawatir nanti reaktif, atau karena alasan lainnya,” kata Agus.

Namun demikian, untuk masalah pedagang yang menolak, dilakukan pendekatan secara persuasive oleh petugas Babinkamtibmas dan aparat Kecamatan. Sedangkan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Puskesmas, fokus pada pelayanan kesehatan saja, yakni pemeriksaan.Kalau urusan meyakinkan pedagang agar mau di rapid test, itu Muspika dan Babinkamtibmas yang pendekatannya,” tuturnya.

Berapa banyak pedagang yang menolak di rapid test dan bagaimana hasilnya, ia mengaku saat ini belum diketahui, sebab para petugas masih di lapangan dan belum melaporkan hasilnya. “Informasi belum dapat, sasarannya kan cukup banyak. Kalau kita sudah lihat laporannya, bisa memetakan pencegahan selanjutnya,” katanya.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Banyak Warga Menolak Rapid Test, Ini Kata Wabup Pandji
aulmummc zf

INILAH SERANG

1152 dibaca
Pemilik Ceroboh, Bengkel Motor di Kopo Ludes Kebakaran

HUKUM & KRIMINAL

819 dibaca
11 Kali Beraksi, 5 Pelaku Spesialis Bobol Minimarket Diringkus

POLITIK

1523 dibaca
Rapimnas II Partai Golkar 2017 Resmi Dibuka
Top