Minggu, 13 Juni 2021

Bagaimana Jika Dimusuhi dan Disakiti?

[foto ilustrasi]
Rabu, 10 Apr 2019 | 23:47 WIB - Mozaik Islami

Oleh: KH Ahmad Imam Mawardi

SIAPA yang tak sedih jika dimusuhi dan tak sakit jika disakiti? Setiap orang berkehendak memiliki banyak sahabat dan saudara yang baik, namun faktanya adalah bahwa tak semuanya berniat dan berperilaku baik.

Sejarah mencatatkan kisah permusuhan antarsahabat dan keluarga sehingga ada sebutan musuh dalam selimut. Tidak semua yang kita kenal baik-baik dan menampakkan tampilan baik itu adalah betul-betul baik, sehingga muncul istilah musang berbulu domba. Bagaimanakah sikap kita jika kita adalah korban?

Mungkin ada banyak kemungkinan pilihan sikap. Yang paling lazim adalah sikap menangis dalam diam. Banyak orang yang mempersepsi sikap seperti ini sebagai sikap lemah. Sikap lainnya adalah melawan dan membalas sikap musuh dan perilaku menyakitkan dari lawan. Banyak orang mempersepsi sikap ini sebagai sikap jantan. Benarkah? Kata para guru, tak semua diam itu lemah, kadang diam itu adalah perlawanan terkuat yang memiliki daya dahyat di luar duga.

Namun adakah sikap yang lebih baik, lebih bermanfaat dan lebih Islami dibandingkan dua pilihan tersebut di atas? Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya, Bada'i' al-Fawa'id juz 2 halaman 232 berkata: Saat seorang hamba diserang, disakiti atau ditindas musuh-musuhnya, tak ada sikap yang lebih bermanfaat dalam menghadapinya dibandingkan dengan TAUBAT NASUHA.

Bertaubat adalah langkah terbaik. Apa maknanya? Ada banyak makna di balik nasehat ini. Di antaranya adalah bahwa bisa jadi perlakuan tak nyaman dari orang lain kepada kita adalah buah dari dosa dan kesalahan yang kita lakukan sebelumnya. Allah menegur kita dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan mengirimkan surat teguran melalui orang yang memusuhi kita. Bisa pula bermakna bahwa taubat merupakan langkah bagus untuk mengundang cinta dan kasih sayang Allah. Bisa juga bermakna bahwa orang yang bersih dari dosa akan selalu diselamatkan oleh Allah dari berbagai ketaknyamanan.

Mulai saat ini, mari kita belajar untuk melawan perilaku tak nyaman dari orang lain kepada kita dengan bertaubat, bukan dengan berteriak dan menuding-nuding, apalagi mengeluarkan jurus kelahi yang dibungkus dengan nafsu amarah. Salam AIM. [lnilah] 

Bagikan:

LAINNYA

Salat Sunat dan Pakaian Seksi untuk Berhubungan
Sabtu, 12 Jun 2021 | 20:29 WIB
Salat Sunat dan Pakaian Seksi untuk Berhubungan
Ini Gambaran Suami Istri Ahli Surga
Sabtu, 12 Jun 2021 | 17:50 WIB
Ini Gambaran Suami Istri Ahli Surga
Suami Sering Minta Jimak, Istri Harus Semangat
Jumat, 11 Jun 2021 | 17:28 WIB
Suami Sering Minta Jimak, Istri Harus Semangat

KOMENTAR

Bagaimana Jika Dimusuhi dan Disakiti?

INILAH SERANG

153 dibaca
Polres Serang Bagikan Masker ke Pengunjung Ponpes Syech Nawawi Tanara
710 dibaca
Polres Serang Amankan Belasan Preman dan Sita Uang Pungli
164 dibaca
Polres Serang Ringkus Dua Pengedar Obat Tramadol dan Hexymer

HUKUM & KRIMINAL

50 dibaca
Polda Banten Gagalkan Penyelundupan 90 Ribu Bibit Lobster
710 dibaca
Polres Serang Amankan Belasan Preman dan Sita Uang Pungli
164 dibaca
Polres Serang Ringkus Dua Pengedar Obat Tramadol dan Hexymer

POLITIK

390 dibaca
Pemkab Serang Soroti Pilkades Serentak di Dua Kecamatan
448 dibaca
Amankan Pemilihan Anggota BPD Tanara, Polres Serang Prokes Covid-19
651 dibaca
Andika Minta PPP Banten Dukung Pemprov Sejahterakan Masyarakat

PENDIDIKAN

354 dibaca
Andika: Data BPS Menunjukkan Kualitas Pendidikan Penduduk Banten Meningkat
382 dibaca
PPDB di Kabupaten Serang Dibuka 21 Juni, Ini Tahapannya
Top