Selasa, 20 Agustus 2019

Awas! Kalimat Cerai "Pulang Sana ke Orangtuamu"

[foto ilustrasi]
Selasa, 07 Mei 2019 | 21:05 WIB - Mozaik Islami

DITINJAU dari lafalnya, kalimat cerai ada dua,

1. Lafal sharih (jelas) adalah lafadz talak yang sudah bisa dipahami maknanya dari ucapan yang disampaikan pelaku. Artinya lafadz talak sharih tidak bisa dipahami maknanya kecuali perceraian. Misalnya: Kamu saya talak, kamu saya cerai, kamu saya pisah selamanya, kita bubar, silahkan nikah lagi, aku lepaskan kamu, atau kalimat yang semacamnya, yang tidak memiliki makna lain, selain cerai.

Imam as-Syafii mengatakan, "Lafadz talak yang sharih intinya ada tiga: talak, pisah, dan lepas. Dan tiga lafadz ini yang disebutkan dalam Alquran." (Fiqh Sunah, 2/253).

2. Lafadz kinayah (tidak tegas) adalah lafadz yang mengandung kemungkinan makna talak dan makna selain talak. Misalnya pulanglah ke orang tuamu, keluar sana.., gak usah pulang sekalian.., atau kalimat semacamnya.

Cerai dengan lafadz tegas hukumnya sah, meskipun pelakunya tidak meniatkannya. Sayid Sabiq mengatakan, "Kalimat talak yang tegas statusnya sah tanpa melihat niat yang menjelaskan apa keinginan pelaku. Karena makna kalimat itu sangat terang dan jelas." (Fiqh Sunah, 2/254)

Sementara itu, cerai dengan lafadz tidak tegas (kinayah), dihukumi sesuai dengan niat pelaku. Jika pelaku melontarkan kalimat itu untuk menceraikan istrinya, maka status perceraiannya sah.

Bahkan sebagian ulama hanafiyah dan hambali menilai bahwa cerai dengan lafadz tidak tegas bisa dihukumi sah dengan melihat salah satu dari dua hal; niat pelaku atau qarinah (indikator). Sehingga terkadang talak dengan kalimat kinayah dihukumi sah dengan melihat indikatornya, tanpa harus melilhat niat pelaku.

Misalnya, seorang melontarkan kalimat talak kinayah dalam kondisi sangat marah kepada istrinya. Keadaan benci istri yang dia ikuti dengan mengucapkan kalimat tersebut, menunjukkan bahwa dia ingin berpisah dengan istrinya. Sehingga dia dinilai telah menceraikan istrinya, tanpa harus dikembalikan ke niat pelaku.

Akan tetapi, pendapat yang lebih kuat, semata qarinah (indikator) tidak bisa jadi landasan. Sehingga harus dikembalikan kepada niat pelaku. Ini merupakan pendapat Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin, sebagaimana keterangan beliau di Asy-Syarhu al-Mumthi (11/9). [Ustadz Ammi Nur Baits/lnilah]

Bagikan:

LAINNYA

Bertakwalah, Jangan Asal Sebar Berita Fitnah!
Senin, 19 Agt 2019 | 15:22 WIB
Bertakwalah, Jangan Asal Sebar Berita Fitnah!
Barang Siapa Berselawat Kepada Rasulullah Sekali..
Minggu, 18 Agt 2019 | 20:35 WIB
Barang Siapa Berselawat Kepada Rasulullah Sekali..
Enam Larangan Dalam Hubungan Suami-Istri
Minggu, 18 Agt 2019 | 20:24 WIB
Enam Larangan Dalam Hubungan Suami-Istri

KOMENTAR

Awas! Kalimat Cerai "Pulang Sana ke Orangtuamu"
katarBanten

PEMERINTAHAN

669 dibaca
TAPD Tak Boleh Pangkas Anggaran Tanpa Seizin KPU dan Bawaslu
204 dibaca
Tatu: Efisiensi Anggaran Dilakukan Sejak Menjabat Bupati Serang
katarBanten1

POLITIK

214 dibaca
Pilkades Serentak 2019 di Kabupaten Serang Digelar 3 November
218 dibaca
Pilkada Serang 2020, PKS Sebut Belum Ada Penantang Petahana

HUKUM & KRIMINAL

198 dibaca
Pelaku Curanmor di Kibin Tewas Setelah Dianiaya Warga

PERISTIWA

518 dibaca
Gunakan Water Canon Salurkan Bantuan Air Bersih di Pontang

EKONOMI & BISNIS

297 dibaca
Ini Dia Perlengkapan Perkayuan yang Wajib Dimiliki untuk Wood Working
Top