Rabu, 27 Maret 2019

Awas! Curiga dan Memata-matai Pasangan

(foto ilustrasi)
Selasa, 17 Apr 2018 | 22:16 WIB - Mozaik Islami

MENCARI kesalahan atau memata-matai (tajassus) orang lain hukumnya terlarang. Dilarang oleh Allah dalam al-Quran dan oleh Nabi-Nya Shallallahu alaihi wa sallam dalam hadis.

Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain." (QS. Al-Hujurat: 12)

Umumnya, orang melakukan mata-mata, cari-cari info kesalahan (tajassus), karena dia suudzan kepada korban yang di-mata-matai. Sehingga tindakan tajassus, bisa dipastikan diiringi dengan suudzan. Karena itulah, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menggandengkan dua larangan ini dalam hadisnya, "Hindarilah berprasangka, karena berprasangka itu ucapan yang paling dusta. Dan jangan melakukan tajassus (memata-matai) dan tahassus (mengorek-ngorek berita)." (HR. Ahmad 7858 dan Bukhari 5143)

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam juga memberikan ancaman, orang yang mencari-cari aib orang lain, maka Allah akan membeberkan kesalahannya. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Janganlah kalian menyakiti sesama muslim, jangan menghina mereka, dan jangan mencari-cari kesalahan mereka. Karena orang yang mencari kesalahan saudaranya sesama muslim, maka Allah akan mencari-cari kesalahannya dan membeberkannya, meskipun dia bersembunyi di rumahnya." (HR. Turmudzi 2032 dan dishahihkan al-Albani).

Zaid bin Wahb bercerita: Ada orang yang digelendeng di hadapan Ibnu Masud, "Si A ini di jenggotnya ada tetesan khamr." Lalu Ibnu Masud Radhiyallahu anhu mengatakan, "Kita dilarang untuk tajassus, namun jika dia terang-terangan minum khamr, kita akan menghukumnya." (HR. Abu Daud 4890)

Dan semua dalil ini sifatnya umum. Semua bentuk tajassus kepada sesama muslim, pada asalnya hukumnya dilarang. Sehingga tak terkecuali, antar-suami istri. Imam Ibnu Utsaimin pernah ditanya tentang orang yang memasang rekaman untuk memata-matai istrinya. Jawab beliau, "Menurutku ini termasuk tajassus. Dan tidak boleh bagi siapapun untuk melakukan tajassus kepada sesama muslim. Karena yang boleh kita perhatikan hanya bagian lahiriyah." (Fatawa al-Liqa as-Syahri, no. 50).

Suami anda, istri anda, semua muslim. Dan sesama muslim tidak boleh saling memata-matai atau melakukan tindakan apapun dalam rangka mencari-cari kesalahan orang lain. Termasuk antr-suami istri. Anda menikah utk membangun kebahagiaan. Bagaimana mungkin anda bisa berbahagia, sementara anda saling curiga? Rumah mewah ibarat neraka jika saling curiga di dalamnya. Sebaliknya, gubug tua bisa menjadi surga, ketika suami istri bisa saling mencintai.

Demikian, semoga bermanfaat. Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits/lnilah]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Awas! Curiga dan Memata-matai Pasangan

BERITA TERKAIT

PEMERINTAHAN

6749 dibaca
Soal Tiga Guru Dilantik jadi Pejabat, Gubernur WH: Apa, Apa?
5902 dibaca
Guru Diangkat jadi Pejabat, Ombudsman Sebut Melanggar SE MenPAN- RB
1724 dibaca
Ini 202 Nama Pejabat Pemprov Banten yang Dilantik
dvvdv wagub

POLITIK

825 dibaca
Gubernur Wahidin Ajak Warga NU Banten Dukung Ma'ruf Amin di Pilpres
548 dibaca
Pelapor ASN Dukung Calon DPD RI Anak Gubernur Banten Diperiksa Bawaslu
230 dibaca
Survei Demokrat: Masyarakat Tidak Puas atas Kinerja Gubernur dan Wagub Banten

HUKUM & KRIMINAL

344 dibaca
Personil Polsek Cikande Berhasil Selamatkan Uang Nasabah Rp80 Juta
269 dibaca
Kepergok Akan Mencuri, Warga Lampung Tewas di RSUD Serang

PERISTIWA

4161 dibaca
10 Ribu Forum Honorer Tetap Akan Demo Dindikbud Banten Terkait Pemecatan 6 Guru
Top