Rabu, 27 Mei 2020

APBD-P 2019, Pemprov Ajukan Rp57 M untuk Layanan Kesehatan

[Foto Ilustrasi]
Rabu, 14 Agt 2019 | 19:09 WIB - Banten Pemerintahan

lBC, Serang - Pemprov Banten menganggarkan penambahan anggaran untuk pelayanan kesehatan pada Perubahan APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) 2019 sebesar Rp57 miliar. Penambahan anggaran tersebut terdiri dari pembiayaan jaminan pemeliharaan kesehatan dalam rangka mewujudkan universal health coverage sebesar Rp40 miliar dan untuk pelayanan kesehatan untuk masyarakat miskin dengan SKTM (surat keterangan tidak mampu) sebesar Rp17 miliar.

Hal itu terungkap dalam nota pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perubahan APBD 2019 yang disampaikan secara bergantian oleh Gubernur Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Andika Hazrumy dalam rapat paripurna DPRD Banten dengan agenda tersebut pada Rabu, 14 Agustus 2019. Rapat paripurna DPRD yang diselenggarakan di gedung DPRD Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Banten Ali Zamroni.

“Belanja langsung diarahkan untuk melaksanakan urusan konkuren pemerintahan daerah melalui 171 program yang dilaksanakn oleh 41 perangkat daerah, semula dianggarkan sebesar Rp4,52 triliun menjadi Rp4,64 triliun atau meningkat sebesar 2,49 persen atau sebesar Rp112,89 miliar,” papar gubernur.

Selain untuk penambahan anggaran pelayanan kesehatan, kata gubernur, penambahan tersebut diantaranya juga diperuntukkan bagi bidang pendidikan. Di bidang pendidikan, penambahan anggaran dianggarkan antara lain untuk peningkatan tarif BOS atau biaya operasional sekolah SMK Negeri sebesar Rp200 ribu per siswa pertahun, sehingga total mencapai sebesar Rp14,6 miliar.

“Dan juga penambahan mebelair sehubungan dengan penambahan rombongan belajar pada penerimaan siswa baru tahun 2019 sebesar Rp2,55 miliar,” imbuh gubernur.

Penambahan belanja, lanjut gubernur, juga dilakukan di bidang pekerjaan umum, yaitu untuk penataan Simpang Gondrong Tangerang  Jalan Hasyim Ashari di Kota Tangerang dan penataan taman depan KP3B sebesar Rp15 miliar.

“Berikutnya untuk sarana dan prasarana gedung dinas PUPR (pekerjaan umum dan penataan ruang), pengadaan lahan Jembatan Kedawung, dan penataan Jalan Jenderal Sudirman Kota Serang sebesar Rp10 miliar ,” kata Gubernur.

Di bidang perumahan rakyat dan kawasan permukiman, kata wakil gubernur yang melanjutkan pembacaan nota pengantar APBD-P 2019, penambahan dilakukan untuk pengadaan lahan hunian tetap sebesar Rp 12 miliar, sarana fasilitas sosial dan fasilitas umum Rp1,3 miliar, dan percepatan pengembangan kawasan kumuh dan kawasan lainnya sebesar Rp25 miliar.

Penambahan belanja langsung dalam Perubahan APBD 2019 juga, kata wakil gubernur, dilakukan untuk bidang perdagangan yang meliputi pengadaan lahan dalam rangka pembangunan pusat distribusi provinsi sebesar Rp69,60 miliar.

Untuk diketahui, total rancangan perubahan APBD 2019 tersebut adalah sebesar Rp12,62 triliun dari atau naik sebesar 3,82 persen dari nilai APBD 2019 murni. Dengan rincian, pendapatan daerah semula ditargetkan sebesar Rp11,83 triliun menjadi Rp11,67 triliun atau berkurang sebesar 1,37 persen.

Adapun belanja daerah, semula dianggarkan sebesar Rp12,15 triliun menjadi Rp12,62 triliun atau meningkat sebesar 3,82 persen. Dengan demikian terdapat defisit anggaran sebesar Rp948,95 miliar yang akan ditutup dengan pembiayaan daerah yang bersumber dari SILPA (sisa lebih penggunaan anggaran) tahun 2018.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

APBD-P 2019, Pemprov Ajukan Rp57 M untuk Layanan Kesehatan

PEMERINTAHAN

474 dibaca
Pemkab Serang Bentuk Satgas Ketahanan Pangan Daerah
601 dibaca
Pemkab Serang Bentuk Forum Konsultasi Pengadaan Barang Covid-19

POLITIK

995 dibaca
DPP Serahkan ke DPD Gerindra Banten Tentukan Balon Kada
1094 dibaca
PDIP Usulkan Tatu-Pandji di Pilkada Kabupaten Serang 2020

HUKUM & KRIMINAL

233 dibaca
Karyawan Swasta Nyambi Jualan Sabu, Ditangkap Deh
322 dibaca
Lagi, Polres Serang Tangkap Pelaku Pengedar Upal

PERISTIWA

399 dibaca
Warga Curug Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai
247 dibaca
Tak Dapat BST, Puluhan Warga Datangi Kantor Desa Carenang

EKONOMI & BISNIS

374 dibaca
Sekretaris Bapenda: Bank Banten Gagal Bayar Disebabkan Utang ASN dan DPRD
474 dibaca
Bupati Serang Sebut Bantuan Beras Harus Serap Petani Lokal
Top