Minggu, 20 Oktober 2019

Angka Pengangguran di Banten Terendah ke-5 Nasional

[foto ilustrasi/net]
Kamis, 22 Agt 2019 | 22:48 WIB - Serang

lBC, Serang - Berdasarkan data BPS angka pengangguran di Provinsi Banten menunjukkan tren yang terus menurun. Jika pada tahun 2017 angka pengangguran sebesar 9,28 persen, tahun 2018 turun menjadi 8,52 persen. Terakhir, pada triwulan I 2019 turun lagi menjadi 7,58 persen. Dampak positifnya capaian angka kemiskinan di Provinsi Banten jauh lebih baik di banding dengan capaian angka kemiskinan secara nasional, yaitu pada triwulan I tahun 2019 sebesar 5,25 persen, sedangkan rata-rata nasional sebesar 9,66 persen. Dengan capaian angka kemiskinan sebesar 5,25 persen menempatkan posisi Provinsi Banten pada urutan ke-5 terendah se-Indonesia.

Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy membacakan pidato jawaban Gubernur Banten pada rapat paripurna DPRD Banten dengan agenda jawaban gubernur atas pandangan fraksi-fraksi DPRD terhadap nota pengantar perubahan APBD 2019 di gedung rapat paripurna DPRD Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang pada Kamis, 22 Agustus 2019.

Mengenai pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja ini, kata wagub, Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan membuka lapangan kerja baru. Untuk mengurangi tingkat penganguran antara lain melalui pelatihan keahlian dan keterampilan kerja di BLKI yang dilaksanakan oleh dinas ketenagakerjaan dan transmigrasi, dan juga melalui penyelenggaraan job fair (bursa kerja). “Berikutnya pemprov juga  menerapkan kurikulum sekolah dengan kebutuhan dunia usaha (link and match), dan kerjasama antara sekolah menengah kejuruan dengan industri,” kata wagub.

Belanja Tidak Langsung

Selanjutnya, terkait komposisi dan uraian belanja tidak langsung sebesar Rp7,97 triliun atau sebesar 63,22 persen dari total belanja, wagub menjelaskan, bahwa komposisi terbesarnya yaitu 43,32 persen adalah untuk belanja dalam rangka pelayanan publik. “Sedangkan sisanya sebesar 19,9 persen untuk gaji dan tunjangan aparatur yang merupakan belanja wajib mengikat,” ujarnya.

Wagub merinci belanja tidak langsung tersebut meliputi belanja pegawai sebesar Rp2,51 triliun atau 19,9 persen, yang meliputi gaji dan tunjangan kepala daerah/wakil kepala daerah, PNSD, serta pimpinan dan anggota DPRD. Berikutnya, belanja hibah sebesar Rp2,26 triliun atau 17,94 persen yang di dalamnya terdapat alokasi dana BOS untuk pendidikan SD, SMP, dan SMA/SMK/SKh swasta dan BOSDA SMA, SMK, dan SKh swasta sebesar Rp1,97 triliun atau 87,2 persen dari belanja hibah.

Berkaitan dengan penambahan anggaran BOS, kata wagub, dapat dijelaskan bahwa penambahan BOS untuk SMKN sebesar Rp14,6 miliar didasarkan pada Permendikbud No 3/2019 tentang juknis BOS SMP, SMA dan SMK tahun 2019. Adapun jumlah alokasi BOS dan BOSDA untuk SMKN, SMAN danm SKhN tahun 2019 sebesar Rp715,07 miliar, dengan pendekatan untuk SMA sebesar Rp5 juta per siswa, SMKN sebesar Rp5,6 juta per siswa, dan SKhN sebesar Rp3,5 juta per siswa.

“Selanjutnya mengenai perlunya penambahan penganggaran untuk BOSDA  SMA dan SMK swasta, akan diupayakan dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah. Pemberian bosda untuk sma dan smk swasta lebih dimaksudkan untuk membantu operasional pendidikan terutama honor guru,” paparnya.[Ars]

Redaktur: Arif Soleh
Bagikan:

KOMENTAR

Angka Pengangguran di Banten Terendah ke-5 Nasional
sayembara2

PEMERINTAHAN

152 dibaca
Pemprov Banten Terima Apresiasi dan Penghargaan dari Kemendagri
167 dibaca
Sosialisasikan SLRT, Layanan Sosial Kini Dilakukan Terpadu

POLITIK

679 dibaca
Didiskualifikasi, Balon Kades Garut Malah Kesurupan
117 dibaca
Rapatkan Barisan, Seluruh Dewan Golkar di Banten Diminta Solid

HUKUM & KRIMINAL

212 dibaca
Unit Reskrim Polsek Curug Tembak Gembong Curanmor
126 dibaca
Belum Nikmati Hasil Curanmor, Dua Pelaku Diringkus

PERISTIWA

68 dibaca
Bupati Serang Minta UPZ Maksimalkan Penerimaan ZIS
229 dibaca
Temui Massa Aksi Demo, Bupati Serang Jawab Semua Tuntutan

EKONOMI & BISNIS

105 dibaca
Musim Kemarau, PDAM Tirta Albantani Alami Kerugian Capai Rp5 Miliar
47 dibaca
Andika Jajaki Ekspor Gula Aren dan Manggis via Platform Digital
Top